RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN - Selasa, 10/2/2026 – Bertempat Kantor Badan Kesbangpol Inhil dilaksanakan Rapat Koordinasi Kewaspadaan Dini dalam rangka menyambut Hari Raya Imlek dan Bulan Suci Ramadhan, sekaligus penyampaian isu-isu aktual di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi dan koordinasi antar- instansi, elemen masyarakat, Tokoh Agama dan mahasiswa dalam menjaga stabilitas, keamanan, serta kondusivitas wilayah menjelang momentum hari besar keagamaan.
Rapat koordinasi dipimpin oleh Kaban Kesbangpol Inhil, Zailani, Sos, dan dihadiri Kasat Intelkam Polres Inhil, Jamaluddin, Kasubsi Intel Kejaksaan Negeri Indragiri Hilir, Fadlan Ikhwanto, Ketua PSMTI, Martinus Felix, Pembina PSMTI, Erydjono Djailani, Sekretaris FPK/ Perwakilan MUI, H. Burhan, Wakil Ketua FKUB, H. Abdul Muis, Permabudi Inhil, Romo Hartono dan wadah mahasiswa (Cipayung Plus) serta undangan rapat lainnya.
Dalam pemetaan situasi keamanan yang disampaikan oleh Kaban Kesbangpol Inhil, Zailani menegaskan bahwa akan memfokuskan pengamanan pada rumah ibadah dan titik-titik yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas. Di Kabupaten Inhil terdapat 7 kelenteng/ wihara yang akan melaksanakan perayaan Imlek, dengan fokus pengamanan pada lokasi yang dinilai memiliki potensi kerawanan lebih tinggi, khususnya di wilayah Tembilahan dan Guntung.
Dalam arahannya, Kaban Kesbangpol Inhil, Zailani menekankan pentingnya koordinasi dan sinergi seluruh elemen, baik pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, mahasiswa maupun masyarakat, agar seluruh rangkaian perayaan hari besar keagamaan dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh toleransi.
Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Inhil, Jamaluddin menyampaikan bahwa pengamanan akan dilakukan melalui pendekatan persuasif dan imbauan. Ia menyebutkan, tempat hiburan malam dan tempat-tempat keramaian akan menjadi prioritas pengawasan.
Wakil Ketua FKUB Kabupaten Inhil, H. Abdul Muis menegaskan bahwa Kabupaten Indragiri Hilir selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi, di mana antarumat beragama hidup saling menghormati dan menjaga keharmonisan. Sejalan dengan itu, Sekretaris FPK/ Perwakilan MUI, H. Burhan dan Perwakilan Cipayung Plus, Rio Febriansyah, berharap perayaan Imlek dapat disesuaikan dengan suasana Ramadhan yang tenang mencerminkan toleransi tingkat tinggi. Pada prinsipnya, menginginkan seluruh tradisi dan budaya yang dijalankan masing-masing umat beragama dapat berlangsung aman dan kondusif.
Sebagai hasil rapat koordinasi, disepakati sejumlah poin penting yang nantinya dipergunakan sebagai pedoman dalam rangka menyambut Hari Raya Imlek dan Bulan Suci Ramadhan Tahun 2026 di Kabupaten Indragiri Hilir.
Melalui rapat koordinasi lintas sektoral ini, seluruh pihak berharap perayaan Imlek dan pelaksanaan ibadah Ramadhan di Kabupaten Indragiri Hilir dapat berjalan aman, damai, tertib, bahagia, dan penuh rasa kekeluargaan serta saling menghorma














FOLLOW THE Riaufakta.id AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow Riaufakta.id on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram