-->

Tuesday, January 20, 2026

Kupas RAPBD Inhil 2026: Sejauh Mana Anggaran Mampu Menjawab Tantangan Pembangunan Daerah


















RIAUFAKTA.ID - Indragiri Hilir, 21 Januari 2026 — Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) telah menetapkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2026. Seperti tahun-tahun sebelumnya, RAPBD ini diharapkan menjadi instrumen yang bisa mendorong kesejahteraan masyarakat dan mempercepat pembangunan daerah. Namun, sebagaimana biasanya, ada banyak pertanyaan yang muncul terkait keefektifan dan prioritas alokasi dana yang ada.

Salah satu hal yang menarik perhatian publik adalah alokasi anggaran untuk sektor-sektor strategis, seperti infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi. Meski anggaran untuk sektor infrastruktur tercatat cukup besar, apakah itu sudah cukup untuk menanggulangi tantangan utama yang dihadapi masyarakat Inhil, seperti akses jalan yang masih banyak rusak di beberapa kawasan, atau pelayanan kesehatan yang belum merata?

Peningkatan alokasi anggaran untuk sektor pendidikan, misalnya, bisa dipandang sebagai langkah positif. Namun, perlu dilihat lebih jauh, apakah dana tersebut akan benar-benar digunakan untuk memperbaiki kualitas pengajaran, membangun sarana dan prasarana yang memadai, ataukah hanya sekadar untuk menutup kekurangan yang bersifat administratif? Terlebih, kualitas pendidikan di daerah yang mayoritas masih bertumpu pada sektor pertanian dan kelautan harus bisa mendukung pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dalam sektor-sektor tersebut.

Di sisi lain, sektor ekonomi yang menjadi salah satu andalan dalam RAPBD 2026 juga tidak lepas dari sorotan. Dengan sektor unggulan seperti kelapa sawit dan perikanan, pemerintah daerah diharapkan bisa menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi pelaku ekonomi lokal. Namun, investasi yang terkonsentrasi pada sektor ini justru berisiko menambah ketimpangan sosial-ekonomi, di mana masyarakat yang tidak terlibat langsung dengan industri besar akan semakin tertinggal. Program-program pemberdayaan ekonomi mikro dan kecil harus benar-benar dioptimalkan agar roda ekonomi masyarakat Inhil dapat berputar lebih merata.

Sementara itu, program-program yang berfokus pada pengentasan kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah. Alokasi anggaran untuk bantuan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan UMKM memang mendapatkan perhatian khusus, tetapi efektivitasnya sering kali dipertanyakan. Dalam laporan sebelumnya, beberapa program pemberdayaan masyarakat justru dinilai kurang tepat sasaran dan tidak mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan warga.

Salah satu isu yang tak kalah penting adalah pengawasan anggaran. Di tengah besarnya dana yang dialokasikan untuk berbagai sektor, masih ada kekhawatiran bahwa transparansi dalam pengelolaan anggaran akan kembali menjadi masalah. Sejauh ini, sistem pengawasan yang ada belum sepenuhnya mampu mencegah adanya praktik penyalahgunaan anggaran. Padahal, pengawasan yang ketat dan transparansi adalah kunci dalam memastikan anggaran benar-benar digunakan untuk kemajuan daerah, bukan malah disalahgunakan untuk kepentingan segelintir pihak.

Dalam konteks ini, DPRD sebagai lembaga legislatif yang memiliki fungsi pengawasan perlu lebih aktif dalam memberikan penilaian kritis terhadap penggunaan anggaran. Masyarakat juga harus diberikan ruang lebih luas untuk ikut mengawasi agar anggaran yang disahkan benar-benar berpihak kepada rakyat.

Namun, tentu saja RAPBD Inhil 2026 ini juga harus dilihat dalam konteks tantangan yang dihadapi daerah. Sebagai kabupaten yang terletak di pesisir dan memiliki potensi besar dalam sektor kelautan, Inhil menghadapi masalah yang cukup rumit, mulai dari kerusakan lingkungan akibat eksploitasi alam hingga masalah infrastruktur dasar yang belum sepenuhnya merata. Untuk itu, RAPBD 2026 harus mampu menjawab masalah-masalah tersebut dengan kebijakan yang inklusif dan berbasis pada kebutuhan riil masyarakat.

Dengan potensi besar yang dimiliki, Inhil tentu memerlukan pendekatan pembangunan yang lebih visioner dan berkelanjutan. Pembangunan harus bisa mengakomodasi kebutuhan ekonomi jangka panjang tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan. Di sinilah RAPBD 2026 bisa menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam merancang masa depan yang lebih baik untuk seluruh masyarakat Inhil.

Secara keseluruhan, RAPBD Inhil 2026 memiliki ambisi besar untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah, sejauh mana anggaran tersebut dapat diimplementasikan secara efektif dan tepat sasaran? Apakah prioritas anggaran benar-benar mampu menjawab kebutuhan mendesak masyarakat atau hanya menjadi bagian dari rutinitas tahunan yang tak banyak mengubah keadaan?

Hanya dengan pengelolaan yang transparan, akuntabel, dan berbasis pada kebutuhan riil masyarakat, RAPBD 2026 Inhil bisa menjadi langkah maju menuju pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Pemerintah daerah dan legislatif harus benar-benar bekerja keras untuk memastikan bahwa anggaran yang telah ditetapkan bukan hanya sekadar angka, tetapi bisa menjadi solusi nyata bagi permasalahan yang ada di daerah ini.

Bangun Tanggul 3.800 Meter, Sambu Group Dukung Keberlanjutan Ekosistem Kelapa Inhil

Foto : Tanggul Desa Penjuru, Kecamatan Kateman, Inhil
















RIAUFAKTA.ID, KATEMAN - Sambu Group, sebagai perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang telah lama tumbuh dan berkembang di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, kembali menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Melalui anak usahanya, PT Riau Sakti United Plantations (RSUP), Sambu Group merealisasikan pembangunan tanggul sepanjang 3.800 meter di Parit Peralin Jaya, Desa Penjuru, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, yang secara resmi diserahterimakan kepada pemerintah desa dan masyarakat pada 10 Januari 2026.

Pembangunan tanggul ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap ketahanan lingkungan dan keselamatan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Parit Peralin Jaya memiliki peran penting sebagai jalur air bagi masyarakat Desa Penjuru, sehingga penguatan tanggul menjadi langkah strategis untuk mengurangi risiko banjir, abrasi, serta dampak lingkungan lainnya yang berpotensi mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi warga.

Foto : Serah Terima Tanggul Desa Penjuru, Kecamatan Kateman, Inhil

Lebih jauh, keberadaan tanggul ini memiliki fungsi penting dalam melindungi kebun kelapa masyarakat Desa Penjuru. 

Stabilitas tata air yang lebih terjaga membantu mencegah genangan berkepanjangan dan intrusi air yang dapat merusak pohon kelapa. Dengan demikian, petani kelapa di wilayah tersebut dapat menjalankan aktivitas pertanian dengan lebih aman dan produktif, sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem kelapa yang menjadi fondasi ekonomi lokal dan bagian penting dari rantai ekosistem kelapa di Indragiri Hilir.

Kepala Desa Penjuru, Salehudin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT RSUP dan Sambu Group atas kontribusi nyata yang diberikan melalui pembangunan dan serah terima tanggul tersebut. Ia menilai program ini sangat membantu masyarakat desa dalam menghadapi tantangan lingkungan yang selama ini dirasakan. 

“Pembangunan tanggul ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Penjuru. Selain membantu mengurangi risiko banjir, keberadaan tanggul juga memberikan rasa aman bagi warga yang tinggal di sekitar parit serta mendukung kelangsungan aktivitas pertanian dan ekonomi masyarakat, termasuk kebun kelapa milik petani. Kami mengapresiasi kepedulian PT RSUP dan Sambu Group yang terus berkontribusi bagi desa kami,” ujar Salehudin.

A. Ginting, selaku Humas Sambu Group, menjelaskan bahwa pembangunan dan serah terima tanggul ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan secara berkelanjutan. Menurutnya, sebagai perusahaan PMDN yang bergerak dalam industri berbasis kelapa, Sambu Group memandang keberhasilan usaha harus berjalan seiring dengan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian ekosistem kelapa. “Melalui program CSR, Sambu Group berupaya hadir memberikan solusi yang nyata dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. 

Pembangunan tanggul di Desa Penjuru yang telah diserahterimakan pada 10 Januari 2026 merupakan hasil sinergi dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat dalam menjaga lingkungan, mendukung petani kelapa, serta memastikan keberlanjutan ekosistem kelapa di Indragiri Hilir,” jelas A. Ginting.

Dengan terealisasinya pembangunan dan serah terima tanggul sepanjang 3.800 meter di Parit Peralin Jaya, diharapkan ketahanan lingkungan Desa Penjuru semakin kuat, kebun kelapa rakyat tetap terlindungi, risiko bencana dapat ditekan, serta terjalin hubungan yang harmonis dan berkelanjutan antara perusahaan dan masyarakat.

Tesso Nilo: Pelajaran Kemanusiaan dan Konservasi yang Terlambat
















RIAUFAKTA.ID – Kawasan Taman Nasional Tesso Nilo di Riau kembali menjadi sorotan publik. Konflik antara petani kecil, negara, dan habitat gajah memperlihatkan persoalan mendasar dalam tata kelola kawasan konservasi di Indonesia. Ribuan keluarga petani telah lama bermukim, berkebun, dan membangun kehidupan sosial di wilayah yang kini ditegaskan sebagai kawasan lindung. Ketika penertiban dan relokasi dilakukan, konflik pun tak terelakkan.

Dalam satu dekade terakhir, kawasan Tesso Nilo mengalami tekanan berat akibat perambahan, pembukaan kebun, dan degradasi habitat. Berbagai laporan lembaga konservasi serta pemberitaan media nasional menunjukkan bahwa habitat gajah Sumatera semakin terfragmentasi. Hilangnya ruang jelajah mendorong satwa keluar dari hutan dan berkonflik dengan manusia, terutama petani yang menggantungkan hidup dari lahan pertanian.

Namun konflik ini tidak bisa dilihat secara hitam putih. Petani kecil bukan satu-satunya pihak yang harus dipersalahkan. Banyak di antara mereka datang ketika pengawasan kawasan masih lemah, batas wilayah belum jelas, dan negara belum hadir secara konsisten. Dalam tekanan ekonomi yang tinggi, sebagian petani tergoda membuka lahan, kerap melalui bujuk rayu pihak bermodal yang memanfaatkan kerentanan dan keterbatasan informasi masyarakat.

Pertanyaan mendasar pun muncul. Mengapa penegakan hukum dan penataan kawasan baru dilakukan setelah ribuan keluarga membangun kehidupan sosial yang relatif mapan? Mengapa pencegahan sejak dini, edukasi, dan pengawasan tidak berjalan efektif sejak awal? Keterlambatan negara membaca situasi inilah yang kemudian melahirkan konflik kemanusiaan sekaligus krisis konservasi.

Di sisi lain, pelanggaran hukum dengan alasan ekonomi tetap tidak dapat dibenarkan. Pembukaan lahan di kawasan konservasi berdampak langsung pada rusaknya habitat satwa dan meningkatnya konflik manusia dan gajah. Petani kecil ke depan perlu lebih berhati-hati terhadap tawaran keuntungan instan yang mengabaikan risiko hukum dan lingkungan. Peristiwa di Tesso Nilo menunjukkan bahwa pihak yang paling diuntungkan dari praktik ilegal bukanlah petani, melainkan aktor bermodal yang kerap luput dari sanksi tegas.

Konservasi tidak dapat dijalankan dengan meniadakan kemanusiaan. Gajah membutuhkan ruang hidup yang aman dan berkelanjutan, tetapi manusia juga membutuhkan kepastian hidup, akses ekonomi, dan keadilan sosial. Pendekatan represif tanpa solusi jangka panjang hanya akan memindahkan masalah, bukan menyelesaikannya.

Dalam konteks pemulihan Tesso Nilo, Satgas PKH perlu menjalankan proses yang terbuka dan transparan. Mekanisme relokasi dan reforestasi harus diinformasikan secara jelas kepada masyarakat terdampak, termasuk keluarga yang akan menerima dampak baru atas kebijakan tersebut. Keterlibatan masyarakat sejak awal melalui persetujuan dan sosialisasi dasar kebijakan mutlak diperlukan. Bukan sebaliknya, memaksa warga menerima dan menjalankan kebijakan yang diputuskan secara tertutup. Keadilan dan keberlanjutan konservasi hanya akan tercapai bila hak masyarakat dihormati, bersamaan dengan perlindungan habitat satwa.

Tesso Nilo memberi pelajaran penting bagi kawasan konservasi lain di Indonesia. Negara harus hadir lebih awal melalui pencegahan, pengawasan, penegakan hukum yang adil, serta pemberdayaan masyarakat. Sanksi tegas semestinya diarahkan kepada aktor intelektual dan pemodal yang mendorong perambahan, bukan semata-mata kepada petani kecil. Pada saat yang sama, masyarakat perlu dilibatkan dalam pemulihan kawasan dengan skema yang adil, partisipatif, dan berkelanjutan.

Jika negara terus datang terlambat, hutan akan rusak, satwa semakin terancam, dan manusia tersingkir dari ruang hidupnya. Konservasi sejati hanya akan tercapai ketika perlindungan alam berjalan seiring dengan perlindungan kemanusiaan, bukan saling meniadakan.

Thursday, December 25, 2025

Dipercaya Pimpin PW MOI Inhil, Fitra Andriyan: Solid, Profesional dan Berintegritas


 












RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN - Pengalaman mengajarkan ketenangan, kebijaksanaan menuntun langkah, dan keramahan membuka jalan persaudaraan. 

Prinsip inilah yang melekat pada sosok Fitra Andriyan, yang kini dipercaya menahkodai Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PW MOI) Kabupaten Indragiri Hilir bersama M.Ardiansyah S.kom CEO Kilas Riau sebagai Sekretaris serta Yopi Agustriansyah Pemilik Group Riau Todays sebagai Bendahara.

Kepercayaan tersebut bukan datang tanpa alasan. Rekam jejak, dedikasi, serta pengalaman panjangnya Fitra Andriyan dalam dunia jurnalistik dinilai mampu menjadi pondasi kuat dalam membangun organisasi pers yang solid, profesional, dan berintegritas.

Dalam pernyataannya, Fitra Andriyan menegaskan bahwa PW MOI Inhil harus menjadi rumah bersama bagi wartawan, meningkatkan profesionalisme, etika jurnalistik, serta semangat kebersamaan.

Pria kelahiran tahun 1981 yang pernah mengenyam pendidikan salah satu universitas ternama di Yogyakarta ini menekankan pentingnya menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, independensi pers, serta peran media sebagai pilar demokrasi.

“PW MOI harus menjadi rumah besar bagi wartawan yang profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab dalam menyajikan informasi kepada publik. Bersama kita perangi berita hoaks untuk Indragiri Hilir Hebat,” ujarnya, saat dihubungi media, Rabu 24 Desember 2026.

Tuesday, December 16, 2025

Sinergi Sosial PT. Agrinas –Tiga Raja Mas, Kepedulian Tetap Mengalir di Sungai Akar


 














RIAUFAKTA.ID, Indragiri Hulu — Komitmen terhadap kepedulian sosial terus ditunjukkan PT. Tiga Raja Mas dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir di Desa Sungai Akar, Senin 15 Desember 2025.

Bantuan diserahkan langsung oleh pengurus PT. Tiga Raja Mas, didampingi Ketua Pemuda Dusun Kayu Kawan, dan diterima langsung oleh Kepala Desa Sungai Akar, Mustakim. S. TP, sebagai bentuk kehadiran perusahaan di tengah masyarakat meskipun saat ini aktivitas operasional terhenti akibat Penjarahan.

Diketahui, PT. Tiga Raja Mas saat ini tidak beroperasi akibat adanya gangguan keamanan dan penjarahan yang di lakukan oleh kelompok Hendri Marbun Cs, namun hal tersebut tidak menghalangi perusahaan untuk tetap menjalankan tanggung jawab sosialnya kepada masyarakat sekitar.

Kepala Desa Sungai Akar, Mustakim, menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang terus ditunjukkan perusahaan.

“Kami mengucapkan terima kasih dan sangat mengapresiasi PT. Tiga Raja Mas yang tetap hadir membantu masyarakat Desa Sungai Akar meskipun perusahaan dalam kondisi tidak beroperasi. Ini menunjukkan komitmen sosial yang nyata,” ujar Mustakim.

Sementara itu, H.M. Ali, Komisaris Utama PT. Tiga Raja Mas menegaskan bahwa, langkah tersebut merupakan bagian dari amanah yang diberikan oleh PT. Agrinas Palma Nusantara, selaku mitra kerja sama, untuk terus menjaga hubungan baik dan membantu masyarakat sekitar.

“PT. Tiga Raja Mas akan terus menjalankan amanah dari PT. Agrinas Palma Nusantara untuk tetap peduli dan membantu masyarakat di sekitar wilayah kerja. Kepedulian sosial tidak boleh terhenti hanya karena perusahaan sedang menghadapi situasi sulit,” tegasnya.

Lebih lanjut disampaikan, PT Agrinas Palma Nusantara secara konsisten menekankan pentingnya nilai kemanusiaan, tanggung jawab sosial, dan keberlanjutan hubungan dengan masyarakat dalam setiap kerja sama operasional yang dijalankan.

“PT. Agrinas Palma Nusantara selalu mendorong mitra kerjanya untuk hadir di tengah masyarakat, menjaga harmonisasi sosial, dan berkontribusi nyata bagi lingkungan sekitar, terutama saat masyarakat menghadapi musibah,” tambah H.M. Ali. 

Penyaluran bantuan berlangsung dengan tertib dan penuh kehangatan, disaksikan oleh perangkat desa serta tokoh pemuda setempat. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir serta memperkuat sinergi antara perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial PT. Tiga Raja Mas dan PT. Agrinas Palma Nusantara tetap berjalan, meskipun di tengah tantangan dan keterbatasan operasional yang sedang dihadapi.

Monday, December 15, 2025

Bea Cukai Tembilahan Musnahkan Jutaan Batang Rokok Ilegal dan Ribuan Hp Ilegal














 


RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN – Menjawab tantangan organisasi dan harapan masyarakat luas, dalam rangka menjalankan tugas dan fungsi sebagai institusi pelindung masyarakat serta penegak hukum di bidang kepabeanan dan cukai, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Tembilahan melaksanakan kegiatan pemusnahan Barang yang Menjadi Milik Negara (BMMN) hasil penindakan atas pelanggaran ketentuan kepabeanan dan cukai. Kegiatan pemusnahan berlangsung pada Selasa, bertempat di halaman kantor Bea Cukai Tembilahan. Selasa (16/12/25).

Turut hadir dalam agenda pemusnahan unsur Forkopimda, Bupati Indragiri Hilir H. Herman, Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna, Komandan Kodim 0314/Inhil Letkol Arh. Wahib Mustofa Faturrahman, Kapolres Inhil AKBP. Farouk Oktora, Kepala. Bea dan Cukai Tembilahan Setiawan Rosyidi, Kepala Kejaksaan Negeri Inhil, Sugito, SH, Pengadilan Negeri Tembilahan diwakilkan oleh Hakim Patriot PN Tembilahan Pantun Adrianus, L, G, SH, Kanwil Bea dan Cukai Riau-Sumbar Iswandono, perwakilan Instansi Pemerintahan Indragiri Hilir, serta para Ketua organisasi media dan insan media.

Barang-barang yang dimusnahkan merupakan hasil penindakan di wilayah kerja Bea Cukai Tembilahan periode Juni November 2025, mencakup Kabupaten Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, dan Kuantan Singingi. Barang hasil penindakan yang telah berstatus BMMN tersebut terdiri atas 2.118.090 batang rokok ilegal, 25.200 ml Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA), 1.094 unit handphone berbagai tipe, 30 pcs sparepart handphone, 30 pcs screenguard, dan 3 pack sparepart HP lainnya. Jumlah tersebut mencerminkan masih rawannya wilayah pesisir timur Sumatera dan perairan Indragiri terhadap upaya penyelundupan barang kena cukai dan barang impor ilegal.

Barang hasil penindakan tersebut telah ditetapkan sebagai BMMN berdasarkan ketentuan yang berlaku dan telah memperoleh persetujuan pemusnahan dari Menteri Keuangan melalui Direktur Pengelolaan Kekayaan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN). Pemusnahan dilakukan dengan metode perusakan fisik sehingga seluruh barang tidak dapat dipergunakan kembali atau dimanfaatkan untuk tujuan apa pun. 

Proses pemusnahan turut disaksikan oleh perwakilan dari Pemerintah Daerah, TNI, Kepolisian, Kejaksaan, serta instansi terkait lainnya sebagai bentuk transparansi pelaksanaan tugas. Total potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan dari penindakan ini mencapai Rp1.612,658.340 di bidang cukai serta Rp1.494.570.000 di bidang kepabeanan

Adapun terkait penindakan handphone dan aksesorisnya, kronologis penindakan bermula pada 14 Agustus 2025 ketika Tim Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Tembilahan menerima informasi intelijen terkait adanya pengeluaran handphone dari Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam tanpa memenuhi ketentuan kepabeanan. 

Barang-barang tersebut dibawa menggunakan modus barang bawaan penumpang transit rute Tanjung Pinang-Tembilahan dengan sarana angkut SB Terubuk Express. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim kemudian melakukan pemeriksaan terhadap sarana pengangkut di perairan Sungai Perak, Indragiri Hilir, dan menemukan 7 koper, 6 tas ransel, serta 5 karton berisi handphone dan aksesoris.

Kepala KPPBC TMP C Tembilahan, Setiawan Rosyidi, menjelaskan bahwa pemusnahan ini merupakan langkah penting dalam menjaga tertibnya arus barang serta melindungi masyarakat dari peredaran barang ilegal. “Tindakan ini kami lakukan untuk memastikan bahwa barang-barang yang melanggar ketentuan tidak kembali masuk ke pasar. Peredaran barang ilegal tidak hanya mengurangi penerimaan negara, tetapi juga menimbulkan persaingan usaha yang tidak sehat dan berpotensi membahayakan konsumen,” ungkapnya.

Setiawan juga menegaskan bahwa Bea Cukai Tembilahan akan terus memperkuat pengawasan, sinergi dan kolaborasi dengan instansi lain. “Kami berkomitmen meningkatkan kerja sama dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah agar upaya pemberantasan barang ilegal dapat berjalan lebih optimal. Dukungan dan informasi dari masyarakat juga sangat kami harapkan untuk memperkuat pengawasan di lapangan,” tambahnya.

Sebagai garda terdepan dalam menjaga perbatasan dan mengamankan penerimaan negara, Bea Cukai Tembilahan akan terus menjalankan pengawasan secara konsisten, mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran, serta mendukung terciptanya iklim usaha yang sehat dan adil untuk masyarakat.

Diakhir kegiatan dilakukan penandatanganan bersama berita acara pemusnahan sebagai bentuk komitmen penindakan hukum diwilayah Indragiri Hilir

Thursday, December 11, 2025

Ulang Tahun ke-58, Sambu Grup Penyerahan Hadiah Sepeda Motor Revo Fit Kepada Petani Kelapa

















RIAUFAKTA.ID, INHIL - Ulang tahun SAMBU Group yang ke-58 menjadi momen apreasiasi kepada para petani kelapa di Indragiri Hilir.

Keberhasilan SAMBU Group tak luput dari kolaborasi yang baik dari berbagai pihak, khususnya para petani yang selalu mendsitribusikan kelapa terbaik di Indragiri Hilir.

Hubungan kesalingtergantungan petani kelapa dan Perusahaan tentunya perlu terus dilestarikan guna keberlanjutan ekosistem kelapa di Indragiri Hilir, dan juga Indonesia.

Salah satu bentuk apresasi Perusahaan yang diberikan kepada petani kelapa, adalah rutin membagikan beragam door prize yang bisa digunakan untuk berkegiatan di kebun kelapa dan juga keseharian lainnya. Kegiatan ini dilakukan setiap tahun dalam rangkaian kebersamaan dan berbagi kebahagiaan HUT SAMBU Group.

“Apresiasi Petani Kelapa yang berupa Pengundian Doorprize dilaksanakan pada 24 November 2025 dan ditujukan kepada lebih dari 7 ribu petani kelapa relasi SAMBU Group. Kegiatan ini selain sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi petani kelapa, juga menjadi sebagai sarana untuk mempererat hubungan perusahaan dan petani serta menumbuhkan semangat kolaborasi,” jelas Dwianto Arif Wibowo, Corporate Communication Manager, SAMBU Group.  

Sesuai dengan tema “Menjaga Warisan, Menyatukan Nilai, Menumbuhkan Masa Depan”, apresiasi ini bukan hanya perihal berbagi kebahagiaan, melainkan juga sarana dalam meneguhkan komitmen menjaga warisan, menyatukan nilai, dan menumbuhkan masa depan ekosistem kelapa Indonesia.

Tahun ini, sebanyak 100 unit hadiah telah diundi secara serentak. Seperti pada tahun sebelumnya, hadiah utama tahun ini berupa sepeda motor Revo Fit. “Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian SAMBU Group kepada petani kelapa. Termasuk kegiatan rutinnya memberikan apresiasi door prize yang sangat berguna bagi kami”,ucap Muhamad Amin dari Pancang Sungai Perak yang telah memenangkan 1 unit Sepeda Motor Revo Fit.

“Layaknya menjaga warisan, kami sangat menghargai kerja keras dan kontribusi petani yang selama puluhan tahun telah menjadi tulang punggung rantai pasok kelapa. Terima kasih untuk para petani kelapa yang telah membersamai Perusahaan. Dan dengan terus menyatukan nilai, mari kuta bersama menumbuhkan masa depan!” tutup Dwianto Arif.

Wednesday, December 10, 2025

PGRI Pelangiran Serahkan Bantuan Sebesar Rp 25 Juta Kepada PGRI Inhil Dalam Rangka Program PGRI Peduli Sumatera
















RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Pelangiran turut serta dalam kepedulian sosialnya dengan menyerahkan bantuan sebesar Rp 25 juta kepada PGRI Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dalam rangka program “PGRI Peduli Sumatera”.

Bantuan dana ini diserahkan langsung oleh Ketua PGRI Kecamatan Pelangiran, Dewi Kurnia, S.Pd didampingi oleh jajarannya dan Koordinator Wilayah (Korwil) Pelangiran, Edizon, S.Pd.

Penyerahan bantuan ini disambut baik dan diterima langsung oleh Ketua PGRI Kabupaten Inhil, H. Fauzan Amrullah, S.E., M.Si., yang didampingi oleh Sekretaris PGRI Inhil, Dedi Surahman, S.Pd., M.Pd., di Sekretariat PGRI Inhil, Kamis(11/12).

Ketua PGRI Pelangiran, Dewi Kurnia, S.Pd., menyampaikan bahwa aksi donasi ini merupakan wujud nyata solidaritas para guru di Pelangiran untuk meringankan beban masyarakat Sumatera yang membutuhkan bantuan.

“Alhamdulillah, kami dari PGRI Pelangiran telah mengumpulkan donasi sebesar 25 juta rupiah. Semoga bantuan ini dapat disalurkan dengan tepat sasaran melalui PGRI Inhil dalam program PGRI Peduli Sumatera, dan bermanfaat bagi saudara-saudara kita,” ujar Dewi.

Sementara itu, Ketua PGRI Inhil, H. Fauzan Amrullah, S.E., M.Si., mengapresiasi tinggi inisiatif dan kepedulian dari PGRI Kecamatan Pelangiran.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pengurus dan anggota PGRI Pelangiran atas bantuan ini. PGRI Inhil akan segera menyalurkan amanah dana ini sesuai peruntukannya dalam program kemanusiaan Peduli Sumatera,”tegas Fauzan.

Monday, December 8, 2025

Peringatan Hari Ulang Tahun ke-58 Sambu Group Berlangsung Khidmat dan Sarat Makna


 












RIAUFAKTA.ID, GUNTUNG - Peringatan Hari Ulang Tahun ke-58 Sambu Group berlangsung khidmat dan sarat makna di area PT Pulau Sambu Sungai Guntung, Kecamatan Kateman, Senin (08/12/25).

Acara resmi dibuka dengan lantunan Lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan bersama sebagai simbol persatuan, kemudian dilanjutkan dengan Tari Persembahan oleh karyawan PT Pulau Sambu Sungai Guntung sebagai bentuk penghormatan sekaligus pelestarian budaya Melayu lokal.

Mengangkat tema “Menjaga Warisan, Menyatukan Nilai, Menumbuhkan Masa Depan”, perayaan ini dihadiri direksi PT Pulau Sambu Sungai Guntung, General Manager, Vice General Manager, Humas Sambu Group, hingga pengurus Yayasan Bahtera Dwipa Abadi (YBDA).

Ribuan karyawan turut memadati lokasi acara, bersama jajaran unsur Forkopimcam dan tokoh masyarakat Kecamatan Kateman.

Sejumlah tamu penting turut hadir, antara lain Plt Camat Kateman Akapriadi, SH; Kapolsek Kateman AKP Asian Sihombing, S.IK., M.IK.; Danramil 06 Kateman Kapten Inf Delmy Armansyah; Kepala KUA Kateman; Kepala Puskesmas Sungai Guntung; Direktur RSUD Raja Musa; Korwil Dishub; KSOP; Karantina Pelabuhan; Kepala Kantor Pos; para lurah dan kepala desa dari berbagai wilayah; serta tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan mitra perusahaan lainnya.

Sebagai perusahaan yang telah beroperasi sejak 1967 dan memperluas usahanya melalui PT Pulau Sambu Sungai Guntung sejak 1983, Sambu Group terus menjadi pelopor industri kelapa terpadu di Indonesia. Berbagai produk turunannya seperti santan, kelapa parut, air kelapa, hingga arang tempurung telah menjadi komoditas unggulan yang dipasarkan ke pasar nasional maupun internasional. Selama lebih dari lima dekade, perusahaan ini menjadi motor ekonomi utama bagi masyarakat, membuka lapangan kerja, dan memberi kontribusi sosial signifikan bagi pembangunan daerah.

GM PT Pulau Sambu Sungai Guntung dalam sambutannya menegaskan bahwa tema peringatan tahun ini merupakan refleksi nilai luhur yang diwariskan pendiri perusahaan.

“Menjaga warisan berarti merawat fondasi yang dibangun para perintis. Menyatukan nilai menegaskan hubungan erat antara perusahaan dan masyarakat. Menumbuhkan masa depan adalah komitmen kami menghadirkan inovasi dan manfaat berkelanjutan,” ujarnya.

Puncak acara ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh jajaran direksi bersama Forkopimcam dan tamu undangan, sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang perusahaan.

Suasana haru dan khidmat semakin terasa ketika prosesi dilanjutkan dengan pelepasan burung merpati, menandai harapan baru, semangat perdamaian, dan tekad perusahaan untuk terus melangkah maju dengan optimisme.

Plt Camat Kateman, Akapriadi, SH dalam sambutannya mengapresiasi kontribusi besar Sambu Group terhadap masyarakat Kateman, terutama dalam pembukaan lapangan kerja, penguatan ekonomi, serta dukungan terhadap kegiatan sosial dan pembangunan daerah. Ia berharap kerja sama harmonis antara pemerintah, masyarakat, dan Sambu Group dapat terus berlanjut untuk kemajuan bersama.

Perayaan HUT ke-58 ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan besar Sambu Group tidak lepas dari dukungan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan semangat warisan yang dijaga dan nilai kebersamaan yang diperkuat, Sambu Group berkomitmen terus menumbuhkan masa depan yang lebih baik bagi perusahaan dan masyarakat di sekitarnya.

PGRI Keritang Serahkan Bantuan Kepada PGRI Inhil Yang Tengah Menggalang Dana Untuk korban Bencana Yang Terjadi di Sumatera














RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN – Semangat solidaritas dan kepedulian antar sesama guru di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali membara. Kali ini, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kecamatan Keritang menunjukkan aksi nyata dengan menyerahkan bantuan kepada PGRI Kabupaten Inhil yang tengah menggalang dana untuk korban bencana alam yang terjadi di Sumatera.

Penyerahan bantuan ini tidak hanya sekadar menunjukkan kepedulian, tetapi juga membuktikan komitmen PGRI Keritang dalam mendukung gerakan kemanusiaan yang diinisiasi oleh PGRI Inhil. Bantuan ini diterima langsung oleh Ketua PGRI Kabupaten Inhil, H. Fauzan Amrullah SE, MSi, yang didampingi oleh Bendahara, Hj. Mona, di Sekretariat PGRI Inhil pada Selasa (9/12). Dengan penuh rasa syukur dan haru, mereka menyambut bantuan yang sangat berarti bagi korban bencana alam.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pengurus PGRI Keritang dan seluruh guru yang telah ikut berpartisipasi dalam menggalang donasi untuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Ini adalah bentuk kepedulian dan rasa tanggung jawab kita sebagai sesama anak bangsa,” ucap H. Fauzan dengan penuh rasa terima kasih.

Beliau juga mengapresiasi dan merasa bangga atas inisiatif PGRI Cabang Keritang. “Ini menunjukkan bahwa jiwa korsa dan rasa kepedulian sosial yang dimiliki oleh guru-guru di Inhil, khususnya di Keritang, sangat tinggi. Aksi solidaritas ini adalah bukti nyata bahwa guru-guru kita tidak hanya peduli terhadap pendidikan, tetapi juga terhadap sesama yang sedang menghadapi kesulitan,” tambah H. Fauzan.

PGRI Keritang melalui Korwil Keritang, Genfitor, SPd SD, menjelaskan bahwa bantuan yang terkumpul merupakan hasil swadaya dari seluruh anggota PGRI Keritang. “Ini adalah bentuk tanggung jawab moral kami sebagai sesama anak bangsa. Sebagai pendidik, kami ingin memberikan contoh nyata kepada peserta didik tentang pentingnya berbagi dan tolong-menolong. Kami berharap bantuan yang tidak seberapa ini bisa sedikit membantu saudara-saudara kita yang sedang berjuang memulihkan diri pascabencana,” tuturnya.

Bantuan yang disalurkan ini mencakup berbagai macam kebutuhan, mulai dari bahan pokok seperti sembako, pakaian layak pakai, hingga makanan ringan yang diharapkan bisa meringankan beban para korban. Di tengah situasi yang penuh kesulitan ini, PGRI Keritang berharap bantuan tersebut bisa memberi sedikit keringanan bagi mereka yang sedang berusaha bangkit dari bencana.

Ke depannya, PGRI Keritang berkomitmen untuk terus mendukung gerakan-gerakan kemanusiaan dan berbagi kebahagiaan dengan sesama. Aksi solidaritas seperti ini diharapkan tidak hanya meringankan beban para korban bencana, tetapi juga menjadi contoh yang baik bagi masyarakat, terutama para peserta didik, untuk senantiasa peduli dan membantu sesama yang membutuhkan.

Semoga dengan adanya bantuan ini, para korban dapat merasakan dukungan dan semangat dari sesama, dan sedikit banyak dapat mempercepat pemulihan mereka. Solidaritas yang ditunjukkan oleh PGRI Keritang menjadi bukti bahwa dalam kesulitan, kebersamaan adalah kunci untuk menghadapinya.

Thursday, December 4, 2025

Ketua PGRI Inhil Fauzan Amrullah, S.E., M.Si Takziah ke rumah Duka Almarhum Kepala SDN 031 Seberang Tembilahan

















RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), H. Fauzan Amrullah, S.E., M.Si., bersama jajaran pengurus PGRI Inhil, melakukan kunjungan takziah ke rumah duka almarhum Kepala SDN 031 Seberang Tembilahan, Abd Rauf Bin Abdul Ranu berpulang ke Rahmatullah, Kamis siang kemarin.

Kunjungan yang penuh kehangatan dan rasa duka ini dilaksanakan sebagai wujud solidaritas dan penghargaan tinggi PGRI Inhil terhadap dedikasi almarhum selama mengabdi di dunia pendidikan, khususnya di lingkungan sekolah yang dipimpinnya.

H. Fauzan Amrullah menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas nama seluruh keluarga besar PGRI Inhil. “Kami sangat kehilangan sosok Kepala Sekolah yang berdedikasi tinggi dan menjadi panutan. Almarhum telah memberikan kontribusi besar bagi kemajuan pendidikan di Inhil. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar H Fauzan dirumah duka, Jumat(5/12)

Beliau juga berpesan kepada keluarga agar tabah menghadapi musibah ini dan mari kita berdoa bersama agar almarhum tenang dan diampuni segala dosa.

Kegiatan takziah ini merupakan bagian dari komitmen PGRI Inhil untuk selalu hadir mendampingi para guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan, baik dalam suka maupun duka.

Tuesday, November 25, 2025

Bea Cukai Tembilahan Wujudkan Eco Office dan Raih Piagam Platinum Dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia

















RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN - Komitmen terhadap lingkungan bukan lagi sekadar slogan bagi Kantor Bea dan Cukai Tembilahan. Melalui penerapan program pengelolaan lingkungan kerja dengan konsep Eco Office yang konsisten dan menyeluruh, kantor ini berhasil mewujudkan lingkungan kerja yang ramah lingkungan sekaligus lebih efisien dalam penggunaan sumber daya, energi dan anggaran. 

Upaya tersebut akhirnya berbuah manis dengan diraihnya Piagam Eco Office kategori Platinum dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Penghargaan ini diberikan setelah Bea Cukai Tembilahan dinilai berhasil memenuhi seluruh indikator gedung kantor ramah lingkungan, mulai dari tata kelola sampah, efisiensi energi dan air, hingga penataan ruang kerja serta pengendalian kualitas udara.

Piagam tersebut diterima sebagai bukti keseriusan dan konsistensi dalam menjaga lingkungan. Selain itu, pelaksanaan Eco Office ini dalam rangka pemenuhan program Duta Transformasi Kantor Wilayah DJBC Riau tahun 2025.

Pengelolaan Sampah: Dari Pemilahan hingga Biopori

Upaya eco office dimulai dari hal paling mendasar : pengelolaan sampah. Bea Cukai Tembilahan menerapkan pemilahan sampah organik dan anorganik, menyediakan tempat sampah terpisah, mendaur ulang kertas dan plastik, serta membuat lubang biopori untuk mengurangi limbah organik. Langkah ini tak hanya menekan volume sampah, tetapi juga memberikan edukasi perilaku baru kepada pegawai—mengurangi barang sekali pakai dan membiasakan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Hemat Energi, Hemat Anggaran

Kebijakan penghematan energi listrik diterapkan secara bertahap namun konsisten. Lampu dan perangkat elektronik dimatikan saat tidak digunakan, lampu hemat energi dipakai di seluruh ruangan, dan pemanfaatan cahaya alami dioptimalkan. Penggunaan AC pun diatur dengan standar suhu efisien, yaitu 23 derajat Celsius, untuk menekan konsumsi energi dan emisi karbon. Prinsipnya sederhana: energi yang bijak dikelola, anggaran negara semakin efisien.

Efisiensi Penggunaan Air

Penghematan juga diterapkan pada pengelolaan air. Instalasi pipa rutin dicek untuk menghindari kebocoran, air bekas AC dimanfaatkan kembali, dan keran hemat air dipasang di berbagai titik. Pegawai diedukasi agar menggunakan air secukupnya dan menjaga ketersediaan air demi keberlanjutan lingkungan. Pola ini membentuk budaya hemat air yang diterapkan baik secara teknis maupun perilaku.

Tata Ruang Kerja yang Ergonomis

Interior kantor tak luput dari perhatian. Ruang kerja ditata rapi, bersih, dan ergonomis. Posisi meja diatur untuk mendukung pencahayaan dan sirkulasi udara, sehingga suasana kerja terasa lebih nyaman dan produktif. Penataan ini dipercaya membantu kesehatan pegawai serta meningkatkan efektivitas kerja tanpa perlu renovasi besar—cukup dengan menata ulang, dampaknya bisa sangat signifikan.

Kualitas Udara dan Tata Ruang Luar

Ventilasi ruangan dan filter udara dijaga agar tetap optimal, sementara tanaman hijau ditempatkan di sejumlah titik guna menjaga sirkulasi udara. Penggunaan bahan kimia berbau tajam dibatasi untuk menjaga kesehatan pernapasan pegawai. Di area luar, jalur pedestrian, drainase yang baik, parkir sepeda, dan ruang terbuka hijau disediakan agar lingkungan kantor tetap asri dan nyaman dikunjungi.

Buah dari Konsistensi

Penerapan eco office di Bea Cukai Tembilahan bukan sekadar pemenuhan standar, melainkan bagian dari budaya kerja baru yang terus ditanamkan. Dedikasi itu akhirnya mendapat pengakuan nasional melalui Piagam Eco Office kategori Platinum, menyatakan bahwa kantor ini telah menjadi contoh penerapan gedung ramah lingkungan di jajaran Kementerian Keuangan.

“Prestasi ini menjadi dorongan untuk terus melangkah maju. Kami berkomitmen bahwa menjaga lingkungan bukan tugas satu hari, melainkan kebiasaan yang dibangun setiap hari” tutup Setiawan Rosyidi, Kepala KPPBC TMP C Tembilahan.

Monday, November 24, 2025

Ketua PGRI Inhil H Fauzan Amrullah, SE., M.Si, Hadiri Apel Peringatan Hari HUT PGRI Ke-80
















RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN - Ketua H. Fauzan Amrullah, SE., M.Si, bersama dengan pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Indragiri Hilir, telah menghadiri Apel Peringatan Hari Ulang Tahun PGRI Ke-80 dan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025. Acara tersebut diadakan di Halaman Kantor Gubernur Provinsi Riau.

Peringatan ini menjadi momen penting bagi dunia pendidikan, khususnya bagi para guru di Indonesia, untuk merayakan dedikasi dan kontribusi mereka dalam mencerdaskan bangsa. Dalam sambutannya, Ketua H. Fauzan Amrullah mengungkapkan rasa syukur atas pelayanan dan pengabdian para guru yang telah berkontribusi banyak dalam menciptakan generasi penerus yang berkualitas.

Apel ini dihadiri oleh berbagai perwakilan organisasi pendidikan, pejabat pemerintah, dan para pendidik dari seluruh provinsi. Kegiatan ini merupakan bentuk penghargaan kepada para guru, sekaligus sebagai ajang refleksi terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia.

H. Fauzan Amrullah berharap, melalui peringatan ini, semangat guru dalam mendidik terus ditingkatkan, serta adanya sinergi antara pemerintah dan organisasi pendidikan untuk kemajuan dunia pendidikan di Indonesia.

Acara diakhiri dengan doa bersama, diharapkan dapat memberikan berkah dan kekuatan bagi seluruh pendidik dalam menjalankan tugas mulia mereka.

Thursday, November 20, 2025

Sambu Group Berhasil Menyapu Bersih Lima Penghargaan Sekaligus Untuk Kategori Ketertiban dan Kepatuhan Pelaporan Data















RIAUFAKTA.ID, INHIL - Sambu Group kembali menorehkan prestasi gemilang di penghujung tahun 2025. Dalam acara "Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 dan Focus Group Discussion (FGD) Standar Pelayanan Publik" yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indragiri Hilir, Sambu Group berhasil menyapu bersih lima penghargaan sekaligus untuk kategori ketertiban dan kepatuhan pelaporan data.

Acara yang berlangsung di Kantor Badan Pusat Statistik Kabupaten Indragiri Hilir, Tembilahan, ini dihadiri oleh perwakilan pelaku usaha, instansi pemerintah, dan tokoh masyarakat. Agenda utama kegiatan ini adalah persiapan menyongsong Sensus Ekonomi 2026 serta diskusi mendalam mengenai peningkatan standar pelayanan publik dalam penyediaan data statistik yang akurat.

Dalam momen apresiasi, Sambu Group mendominasi panggung penghargaan atas dedikasinya dalam memberikan data yang tepat waktu dan akurat. Penghargaan tersebut mencakup dua kategori utama yang krusial bagi pemetaan ekonomi daerah.

Pada kategori Pengumpulan Data Survei Perkebunan Bulanan (SKB Online) Tahun 2025, perusahaan Sambu Group berhasil meraih posisi puncak adalah Terbaik 1: PT Riau Sakti United Plantations (RSUP) dan Terbaik 2: PT Riau Sakti Trans Mandiri (RSTM). Dominasi Sambu Group semakin terlihat pada kategori Pengumpul Data Survei Industri Besar dan Sedang Tahun 2025, di mana tiga entitas bisnisnya menguasai tiga besar podium yaitu; Terbaik 1: PT Riau Sakti United Plantations (RSUP), Terbaik 2: PT Pulau Sambu di Guntung, Terbaik 3: PT Pulau Sambu di Kuala Enok

Corporate Communication Manager Sambu Group, Dwianto Arif, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada BPS Indragiri Hilir. Menurutnya, penghargaan ini merupakan bukti nyata dari integritas dan disiplin administrasi yang diterapkan oleh perusahaan. "Kami sangat berterima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh BPS Indragiri Hilir. Bagi Sambu Group, data bukan sekadar angka, melainkan fondasi bagi pembangunan ekonomi berkelanjutan. Kepatuhan kami dalam melaporkan data survei perkebunan maupun industri adalah bentuk dukungan konkret perusahaan terhadap pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang tepat sasaran, khususnya menyongsong Sensus Ekonomi 2026," ujar Dwianto Arif.

Sambu Group berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah dan nasional, tidak hanya melalui kontribusi ekonomi langsung, tetapi juga melalui tata kelola perusahaan yang baik dan transparan.

Wednesday, November 19, 2025

Prioritaskan Infrastruktur Warga, Humas Sambu Group Peninjauan Langsung ke Lokasi Rencana Pembangunan Jalan Baru
















RIAUFAKTA.ID, GUNTUNG - Komitmen PT Pulau Sambu (Guntung) dalam mendukung pembangunan wilayah kembali terlihat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang menyasar infrastruktur dasar masyarakat. Pada Kamis, 20 November 2025, Lurah Tagaraja bersama tim Humas Sambu Group melakukan peninjauan langsung ke lokasi rencana pembangunan jalan baru di Jalan Kesehatan I, Kelurahan Tagaraja, Kecamatan Kateman. Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memastikan kesiapan lokasi sebelum proses pekerjaan fisik dimulai.

Pembangunan jalan sepanjang 337 meter tersebut dialokasikan melalui program CSR PT Pulau Sambu dengan pagu anggaran Rp 674.800.000. Jalan ini merupakan akses vital yang menghubungkan pemukiman warga dengan pusat aktivitas sehari-hari, termasuk fasilitas pelayanan umum dan kawasan ekonomi masyarakat.

Peninjauan lapangan melibatkan Lurah Tagaraja, Hendri Jhon, SH, bersama Babinsa Koramil 06 Kateman, Sertu Lendi Pieter Sirimba. Dari pihak perusahaan, hadir perwakilan utama Humas Sambu Group, Ahlim Ginting, didampingi H. Kahar MZ dan Ade Barza. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen perusahaan dalam memastikan setiap langkah pembangunan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.

Lurah Hendri Jhon, SH, menyampaikan bahwa warga telah lama menantikan peningkatan akses jalan di kawasan tersebut. Ia mengapresiasi kontribusi PT Pulau Sambu yang secara berkelanjutan membantu pembangunan lingkungan sekitar. Menurutnya, kerja sama ini sangat membantu pemerintah kelurahan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang mendesak, terutama dalam hal kelancaran mobilitas warga.

Sementara itu, Ahlim Ginting selaku perwakilan Humas Sambu Group menegaskan bahwa program CSR ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar operasional perusahaan. Ia menjelaskan bahwa pembangunan jalan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan kualitas hidup warga. Peninjauan awal dilakukan untuk memastikan seluruh proses pengerjaan nantinya berjalan tepat sasaran dan menghasilkan kualitas terbaik.

Pembangunan jalan hasil CSR PT Pulau Sambu ini diharapkan mampu mempercepat aktivitas ekonomi warga, meningkatkan akses layanan umum, serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat sekitar. Sinergi antara pemerintah kelurahan, TNI, dan pihak perusahaan menunjukkan bahwa kolaborasi yang baik dapat mempercepat pembangunan yang sangat dibutuhkan warga.

Friday, November 14, 2025

Bea Cukai Tembilahan Gelar Visit Customer ke Sentra Pengolahan Gula Merah kelapa di Desa Pulau Palas
















RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN HULU - Dalam upaya mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu menembus pasar internasional, Bea Cukai Tembilahan menggelar kegiatan Visit Customer ke sentra pengolahan gula merah kelapa di Desa Pulau Palas, Kecamatan Tembilahan Hulu Kamis (13/11) 

Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Kepala Bea Cukai Tembilahan, Setiawan Rosyidi, didampingi Humas Septian Aribowo dan sejumlah staf. Turut hadir pula perwakilan dari organisasi Perpekindo, Burhan, yang bersama-sama menunjukkan komitmen mendukung kemajuan UMKM lokal.

Sentra UMKM yang dikunjungi merupakan milik Wahyudi, seorang pengusaha muda yang dikenal dengan label Petani Milenial Inhil. Di tempat inilah, kelapa dari tanah Inhil diolah menjadi gula merah berkualitas tinggi yang telah menarik perhatian hingga ke mancanegara. Dengan peralatan sederhana namun terkelola rapi, produk gula merah Wahyudi kini telah menembus pasar ekspor, bahkan sampai ke negeri jiran, Malaysia.

Kepala Bea Cukai Tembilahan, Setiawan Rosyidi, mengaku terkesan dengan semangat dan pencapaian yang diraih oleh UMKM binaan lokal ini. Ia tidak menyangka bahwa di pelosok Desa Pulau Palas telah tumbuh industri kecil yang mampu menembus pasar ekspor. “Kami sangat bangga dan terkejut, ternyata ada potensi luar biasa di sini. Ini bukti nyata bahwa produk lokal bisa bersaing di kancah internasional,” ujarnya penuh semangat.

Dalam kesempatan itu, Bea Cukai Tembilahan memberikan apresiasi dan dukungan kepada Wahyudi beserta para pelaku UMKM lainnya agar terus meningkatkan kualitas produksi dan memperluas pasar. Setiawan menegaskan bahwa pihaknya siap membantu dari sisi fasilitasi ekspor, perizinan, hingga pendampingan administrasi agar proses ekspor berjalan lancar dan sesuai ketentuan.

Sementara itu, Wahyudi, pemilik usaha, mengungkapkan rasa terima kasih atas kunjungan dan perhatian yang diberikan Bea Cukai Tembilahan. Menurutnya, dukungan dari instansi pemerintah dan organisasi seperti Perpekindo menjadi penyemangat bagi dirinya dan para pelaku UMKM lainnya untuk terus berkembang. “Kami ingin membuktikan bahwa produk dari desa juga bisa mendunia,” ujarnya penuh optimisme.

Kegiatan Visit Customer ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga bentuk nyata komitmen Bea Cukai dalam menjalankan fungsi industrial assistance—mendampingi dan memfasilitasi pelaku usaha agar mampu naik kelas dan menembus pasar ekspor. Langkah ini sejalan dengan semangat pemerintah dalam program “UMKM Go to Ekspor” yang tengah digalakkan di berbagai daerah.

Selain melihat langsung proses produksi, rombongan Bea Cukai juga berdialog dengan para pekerja dan masyarakat sekitar. Mereka membahas berbagai tantangan yang dihadapi UMKM, mulai dari permodalan, pemasaran, hingga kendala teknis ekspor. Diskusi ini menjadi ruang kolaborasi untuk mencari solusi agar produk lokal memiliki daya saing lebih tinggi di pasar global.

Melalui kegiatan seperti ini, Bea Cukai Tembilahan berharap dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Dukungan berkelanjutan diharapkan mampu melahirkan lebih banyak UMKM yang berorientasi ekspor, sehingga potensi ekonomi daerah dapat tumbuh pesat dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Indragiri Hilir.

Friday, November 7, 2025

Bea Cukai Tembilahan Kembali Menorehkan Prestasi Gemilang Sepanjang Januari hingga Oktober 2025

















RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Tembilahan kembali menorehkan prestasi gemilang sepanjang Januari hingga Oktober 2025. 

Berbagai capaian luar biasa berhasil diraih, mulai dari optimalisasi penerimaan negara, peningkatan kualitas pelayanan, hingga pengawasan ketat di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, dan Kuantan Singingi.

Kepala Kantor Bea dan Cukai Tembilahan, Setiawan Rosyidi, menyampaikan bahwa prestasi ini tidak lepas dari kerja keras seluruh jajaran pegawai dalam menjalankan tiga fungsi utama Bea Cukai: revenue collector, trade facilitator, dan community protector. Sinergi ini menciptakan kinerja yang solid di tengah tantangan ekonomi global.

Selama sepuluh bulan terakhir, Bea Cukai Tembilahan berhasil membukukan penerimaan negara sebesar Rp18,23 miliar dari sektor kepabeanan dan cukai. 

Angka tersebut menjadi bukti nyata komitmen instansi ini dalam menjaga stabilitas penerimaan negara melalui berbagai langkah strategis dan inovasi layanan.

Pada aspek pelayanan, Bea Cukai Tembilahan mencatat total 103.090 dokumen yang telah diproses sepanjang Januari–Oktober 2025. Dari jumlah tersebut, meliputi 1.987 dokumen ekspor, 45 dokumen impor, 98.770 dokumen fasilitas kepabeanan, serta 2.288 dokumen pengangkutan internasional. Seluruh layanan diberikan secara cepat, transparan, dan tanpa biaya.

Di bidang pengawasan, kinerja Bea Cukai Tembilahan juga menunjukkan hasil signifikan. Tercatat 110 kegiatan patroli dan operasi, termasuk 25 patroli laut dan 103 operasi gempur rokok ilegal. Pengawasan ini berperan penting dalam memerangi penyelundupan dan peredaran barang berbahaya yang mengancam masyarakat.

Dari penegakan hukum tersebut, sejumlah penyelundupan berhasil digagalkan, antara lain 11,3 kg sabu-sabu, 35 butir ekstasi, 30 kg sisik trenggiling, 15 ton mangga ilegal, hingga berbagai barang elektronik serta tekstil ilegal. Selain itu, petugas juga mengamankan 7 juta batang rokok ilegal dan 138.855 liter minuman mengandung etil alkohol tanpa izin.

Akumulasi penindakan tersebut menghasilkan nilai barang mencapai Rp36,38 miliar, dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan sebesar Rp7,58 miliar. Capaian ini menunjukkan keberhasilan Bea Cukai Tembilahan dalam menjaga perbatasan dan melindungi masyarakat.

Tak hanya fokus pada penerimaan dan pengawasan, Bea Cukai Tembilahan turut aktif menjalankan kegiatan sosial bertajuk “Bea Cukai Tembilahan Berbakti Untuk Negeri”. Hingga Oktober 2025, program tersebut telah menyalurkan 12 hibah ambulans air bagi daerah-daerah terpencil di Indragiri Hilir, sebagai bentuk komitmen hadir untuk masyarakat. 

Kepala Kantor Setiawan Rosyidi menegaskan bahwa seluruh capaian ini lahir dari kolaborasi erat dengan para stakeholder, serta dukungan penuh dari masyarakat.

Thursday, November 6, 2025

Menakar Langkah RUPS BRKS: Figur Irwan Nasir Dinilai Tepat Pimpin Transformasi Bank Syariah Daerah


 













RIAUFAKTA.ID, PEKANBARU — Polemik penunjukan pengurus baru Bank Riau Kepri Syariah (BRKS) pasca Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Batam terus menuai sorotan publik. Namun, di tengah pro dan kontra yang muncul, sejumlah pengamat menilai keputusan RUPS Luar Biasa (RUPS-LB) tersebut sudah berada di jalur yang tepat serta mencerminkan proses seleksi yang transparan dan profesional.

Salah satunya datang dari pengamat ekonomi dan perbankan Peri Akri Domo, yang menilai kepercayaan pemegang saham kepada Irwan Nasir untuk menduduki posisi strategis di BRKS merupakan langkah yang rasional dan berbasis pada rekam jejak.

“Penunjukan Irwan Nasir sudah sangat tepat. Ia bukan hanya berpengalaman sebagai mantan Bupati Kepulauan Meranti dua periode, tetapi juga memiliki rekam jejak panjang di dunia keuangan dan pemerintahan,” ujar Domo dalam catatan tertulisnya bertajuk “BRKS, Harus di Tangan Ahlinya”, dikutip Jumat (7/11/25).

Menurut Domo, Irwan Nasir bukan sosok baru bagi BRKS. Selama lebih dari satu dekade, ia terlibat aktif sebagai pemegang saham sekaligus figur yang kerap dipercaya Gubernur Riau pada masanya untuk memberikan supervisi kepada jajaran komisaris serta berkoordinasi langsung dengan direksi.

“Dengan latar belakang magister ekonomi pembangunan dari UGM, beliau memahami betul bagaimana mengelola lembaga keuangan daerah agar tetap tangguh, berdaya saing, dan berorientasi pada pembangunan ekonomi masyarakat,” kata Domo.

Domo menambahkan, perdebatan mengenai administrasi dan mekanisme rekrutmen komisaris BRKS—baik komisaris independen maupun komisaris utama—yang ramai diperbincangkan belakangan ini, sejatinya hanya persoalan teknis.

“Dalam struktur Perseroda dan Perseroan Terbatas memang ada perbedaan mekanisme administratif. Itu hal teknis yang bisa segera disesuaikan, tidak perlu dibesar-besarkan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya figur pemimpin yang memiliki jaringan luas di tengah kompetisi dunia perbankan yang kian ketat.

“Sebagai mantan kepala daerah dua periode, Irwan Nasir tentu punya akses yang luas, baik di tingkat daerah maupun nasional. Jaringan inilah yang bisa menjadi modal besar bagi BRKS untuk melaju sebagai lokomotif ekonomi Riau,” tambahnya.

Sementara itu, pemerhati komunikasi dan keuangan A. Suhendra, S.Ikom, menegaskan bahwa proses seleksi calon pengurus BRKS telah melalui tahapan panjang dan transparan, melibatkan lembaga profesional dan sejumlah akademisi.

“Prosesnya dimulai dari pengumuman terbuka ke publik, lalu dilanjutkan dengan seleksi administrasi, ujian kompetensi, dan wawancara yang dilaksanakan oleh LPPI Jakarta sebagai lembaga resmi pelaksana teknis,” jelas Suhendra.

Menurut dia, peserta seleksi juga diwajibkan mengikuti ujian tulis dan mempresentasikan makalah di hadapan tim panitia seleksi (pansel) yang terdiri dari tokoh masyarakat dan akademisi di bidang ekonomi dan keuangan. Dari tahapan tersebut, jumlah peserta kemudian mengerucut menjadi 50 orang yang dinyatakan lolos untuk tahap berikutnya.

“Hasil akhir seleksi ini kemudian dibawa ke forum RUPS-LB, di mana seluruh 21 kepala daerah pemegang saham BRKS melakukan pembahasan bersama untuk menentukan nama-nama calon pengurus yang akan diajukan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” katanya.

Suhendra juga menanggapi munculnya berbagai tudingan di ruang publik yang menyebut proses seleksi BRKS sarat dengan unsur kedekatan atau kepentingan politik.

“Kalau melihat tahapan dan mekanisme yang dijalankan, sangat sulit kalau dikatakan ada unsur balas budi atau kedekatan. Filter-nya ketat dan transparan, semua diuji oleh lembaga profesional. Jadi tidak benar jika dikaitkan dengan istilah-istilah seperti ‘jatah preman’ atau kepentingan pribadi,” tegasnya.

Ia menilai, publik seharusnya menunggu hasil akhir proses fit and proper test oleh OJK, karena dari sana akan terlihat siapa saja calon pengurus yang benar-benar memenuhi kualifikasi dan akan disetujui untuk ditetapkan dalam RUPS-LB berikutnya.

“Jadi, mari kita lihat proses ini secara objektif. BRKS adalah lembaga keuangan daerah yang kini telah bertransformasi menjadi bank syariah, tentu membutuhkan manajemen yang kuat dan berintegritas,” tambah Suhendra.

Dengan beragam pandangan dan perhatian publik yang mengiringi proses ini, para pengamat berharap BRKS dapat terus menjaga transparansi dan profesionalisme dalam setiap tahapannya.

Domo menilai, BRKS kini memiliki momentum besar untuk memperkuat perannya sebagai motor penggerak ekonomi daerah. “Kuncinya adalah pada kepemimpinan yang profesional, berintegritas, dan memiliki visi jelas terhadap pembangunan ekonomi syariah di Riau dan Kepri,” katanya.

Jika proses seleksi berjalan sesuai koridor dan hasilnya mendapat legitimasi OJK, BRKS diharapkan dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu bank daerah syariah terkemuka di Indonesia.

Monday, November 3, 2025

Diduga Travel Umrah Tak Berizin Marak di Inhil





















RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN - Saat ini di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi Riau marak menawarkan dan mempromosikan jasa travel umrah kepada masyarakat dengan iming-iming biaya dibawah standar Kementerian Agama (Kemenag).

Maraknya penawaran biaya travel umrah murah tersebut menimbulkan kekhawatiran dan pertanyaan besar berbagai pihak. Kuat dugaan adanya praktek bisnis tanpa izin Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

Salah seorang warga Tembilahan yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, travel umrah tak berizin merupakan masalah serius yang harus ditindaklanjuti oleh pihak berwenang sebelum menimbulkan korban penipuan.

"Inikan banyak yang menawarkan travel umrah, entah biro dari mana. Tentu dikhawatirkan melibatkan pelaku penipuan, dengan modus seperti penawaran harga terlalu murah dengan promosi menggiurkan," katanya kepada ke awak media, Senin (3/11/25).

Dikatakannya lagi, biro perjalanan umrah wajib mengantongi izin PPIU. Izin resmi dari Kemenag ini bukan sekedar formalitas, melainkan jaminan legalitas bahwa travel tersebut memenuhi standar hukum, administrasi, dan pelayanan jamaah.

"Biro perjalanan umrah bisa dipidana jika tidak mengantongi izin PPIU. Karena mereka mengumpulkan uang dari masyarakat. Tidak boleh mengumpulkan uang atas dalih perjalan umroh, terkecuali ada izin PPIU," terangnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, setiap biro perjalanan umrah yang mengumpulkan uang dari jemaah, maksimal tiga bulan setelah pelunasan wajib diberangkatkan. Jangan sampai jamaah yang sudah setor uang gagal berangkat dikarenakan adanya permasalahan izin.

"Setiap mengumpulkan uang dari jemaah, tiga bulan setelah pelunasan wajib diberangkatkan. Jangan sampai ada permasalahan administrasi yang bisa merugikan jamaah," sambungnya.

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah menegaskan bahwa hanya PPIU yang memiliki izin resmi dari Kemenag yang berwenang menyelenggarakan perjalanan ibadah umrah. Sedangkan yang tidak memiliki izin bisa dipidana.

"Pasal 115 melarang pihak yang tidak memiliki izin sebagai PPIU untuk mengumpulkan dan/atau memberangkatkan jamaah umrah. Pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat dikenai sanksi pidana penjara hingga 6 tahun atau denda hingga Rp6 miliar,” tegasnya.

Namun kenyataannya masih banyak travel yang nekat beroperasi tanpa izin PPIU. Alasannya macam, ada yang ingin cepat membuka usaha, menganggap proses perizinan terlalu rumit, atau tidak memahami aturan. Padahal resiko menjalankan travel tanpa izin jauh lebih besar.

Calon jemaah dapat melindungi diri dengan cara memeriksa legalitas travel di situs Kemenag RI, mewaspadai tawaran harga yang tidak masuk akal, menghindari pembayaran ke rekening pribadi, serta memastikan adanya kantor fisik dan perjanjian tertulis. 

"Jika menjadi korban, laporkan ke kepolisian atau Kementerian Agama." Tutupnya.

Untuk diketahui, hingga berita ini diterbitkan, awak media belum mengkonfirmasi pihak Kemenag Inhil untuk meminta data berapa jumlah travel umrah yang sudah memiliki/mengantongi izin PPIU. Dan akan mendesak pihak terkait untuk menertibkan biro perjalanan umrah tanpa izin resmi.

Saturday, November 1, 2025

Persatuan Guru PGRI Inhil Gelar Lomba Foto Guru 2025 Berseragam PGRI

















RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengapresiasi profesi guru dengan mengadakan Lomba Foto Guru Tahun 2025. Mengusung tema yang sederhana namun bermakna, "Pakai Baju PGRI", lomba ini mengajak para guru dan kepala sekolah untuk mengeksplorasi kreativitas visual di tempat tugas masing-masing.

Ketua Panitia Lomba Foto, Diedy Warsono selaku Direktur Utama pada Badan Kepengurusan Organisasi PGRI Inhil menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan semangat kebanggaan terhadap seragam dan profesi guru. "Melalui lensa kamera, kami ingin melihat bagaimana para guru dan kepala sekolah memadukan identitas PGRI dengan keunikan lingkungan tugas mereka. Ini juga sebagai ajang untuk mengabadikan momen-momen berharga dalam keseharian sebagai pendidik," ujarnya.

Pelajari Lebih Lomba ini dikhususkan bagi Guru dan Kepala Sekolah yang terdata aktif sebagai anggota PGRI di Inhil, dibuktikan dengan melampirkan kartu anggota. Setiap Cabang/Kecamatan PGRI berhak mengirimkan maksimal dua karya foto sebagai perwakilan.

Para peserta diwajibkan mengambil foto dengan mengenakan seragam PGRI dan berlokasi di tempat tugas. Meskipun diperbolehkan menggunakan kamera profesional atau smartphone, karya yang dikirim harus merupakan hasil pemotretan sendiri. Peserta diizinkan melakukan basic editing seperti cropping dan sharpening asalkan tidak mengubah konten foto secara substansial.

Batas akhir pengumpulan cetak foto ukuran 10 RS berbingkai hitam polos adalah 20 November 2025, di Sekretariat PGRI Inhil, Jalan Keritang, Kecamatan Tembilahan. Selain itu, file foto berformat JPEG juga wajib dikirimkan ke kontak WA panitia. Dengan ketentuan Kriteria penilaian akan fokus pada tiga aspek utama yakni Kesesuaian dengan Tema (30%), Kreativitas dan Keaslian Karya (30%) dan Kemampuan Teknis, Keaslian Ide, dan Pemanfaatan Momen (40%).

Foto-foto terbaik akan memperebutkan gelar Juara I, II, dan III yang masing-masing berhak mendapatkan Uang Pembinaan, Trofi, dan Piagam Penghargaan. Selain itu, akan ada Juara Favorit yang ditentukan berdasarkan jumlah like terbanyak setelah foto diunggah di akun resmi Instagram dan Facebook @PGRI Kabupaten Indragiri Hilir.

"Kami berharap lomba ini menjadi wadah bagi guru-guru untuk mengekspresikan diri dan melihat keindahan profesi mereka dari sudut pandang yang berbeda. Keputusan juri adalah mutlak, dan kami mengundang seluruh anggota PGRI Inhil untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Seluruh karya yang terkumpul nantinya akan dipamerkan saat kegiatan Bazar PGRI," tegas Diedy.

Panitia juga mengingatkan bahwa semua karya foto yang dikumpulkan akan menjadi milik panitia, namun hak cipta tetap dimiliki oleh peserta. Panitia berhak mempublikasikan foto tersebut untuk kepentingan organisasi. Informasi lebih lanjut dan pendaftaran dapat dilakukan melalui google form yang disediakan atau melalui Cabang PGRI masing-masing.

© Copyright 2019 Riaufakta.id | All Right Reserved