-->

Saturday, May 9, 2026

Dr Rony Lesmana Hadiri Kegiatan Silaturahmi Yang digelar Kodim 0314 Inhil di Guntung




















RIAUFAKTA.ID, GUNTUNG - dr. Ronny Lesmana menghadiri kegiatan silaturahmi yang digelar Dandim 0314/Inhil, Wahib Mustofa Fathurrahman bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang LIV Dim 0314/Inhil, unsur Forkopimcam, instansi terkait, serta tokoh masyarakat Kecamatan Kateman, di Guntung, Sabtu (09/05/26).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan tersebut menjadi momentum penting mempererat hubungan antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan serta memperkuat persatuan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

Dalam sambutannya, Dandim 0314/Inhil Letkol Arm Wahib Mustofa Fathurrahman, M.Han., menegaskan bahwa silaturahmi bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian penting dalam membangun kekompakan lintas sektor demi menjaga daerah tetap aman dan kondusif.

“Silaturahmi seperti ini bukan hanya pertemuan biasa, tetapi bentuk nyata memperkuat persatuan dan kebersamaan demi menjaga daerah tetap aman, damai, dan kondusif,” tegasnya.

Kehadiran dr. Ronny Lesmana dalam kegiatan tersebut turut menjadi perhatian. Ia menilai komunikasi yang terjalin antara aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat merupakan langkah strategis dalam memperkuat rasa kebersamaan sekaligus menjaga marwah daerah.

masukkan script iklan disini

Menurutnya, daerah tidak akan mampu berkembang apabila seluruh unsur berjalan sendiri-sendiri tanpa semangat gotong royong dan kepedulian bersama.

“Silaturahmi ini bukan hanya tentang duduk bersama secara formal, tetapi tentang bagaimana seluruh elemen daerah menyatukan visi menjaga keharmonisan. Ketika TNI, pemerintah, tokoh masyarakat, dan Forkopimcam berdiri dalam satu barisan, maka daerah akan semakin kuat dan masyarakat akan merasakan hadirnya rasa aman serta keadilan,” ungkap dr. Ronny Lesmana.

Ia juga menegaskan bahwa tantangan pembangunan saat ini membutuhkan kepemimpinan yang mampu merangkul semua pihak dan menghapus ego sektoral.

“Yang dibutuhkan masyarakat hari ini adalah kekompakan, kepedulian, dan keberanian untuk saling merangkul. Saya melihat semangat persatuan itu tumbuh dalam kegiatan ini, dan itu menjadi modal besar untuk membangun Kecamatan Kateman yang lebih solid dan harmonis,” tambahnya.

Kegiatan silaturahmi tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen seluruh elemen untuk terus memperkuat komunikasi, menjaga kondusivitas wilayah, serta merawat persatuan demi masa depan Kecamatan Kateman yang aman, damai, dan bermartabat.

Friday, May 8, 2026

Mengukir Dedikasi di Bumi Lancang Kuning, Komitmen Kuat PNS Baru Bea Cukai Tembilahan untuk Negeri


RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHANSuasana khidmat dan penuh kebanggaan Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C (TMP C) Tembilahan hari ini. Sebuah momen bersejarah bagi para pegawai yang secara resmi dilantik menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui rangkaian acara pengambilan sumpah/janji dan transmisi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Acara ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan titik tolak penting yang menandai dimulainya babak baru dalam pengabdian mereka kepada negara kamis (07/05) 

Momentum pengambilan sumpah dan janji jabatan tersebut ditekankan sebagai awal dari sebuah amanah besar yang harus dipikul dengan penuh tanggung jawab. Setiap kata yang terucap di hadapan hukum dan Tuhan Yang Maha Esa menjadi ikatan batin yang kuat bagi setiap individu untuk berkomitmen menjalankan tugas negara. Hal ini menegaskan bahwa status PNS bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan gerbang masuk menuju dedikasi yang lebih luas dan mendalam bagi kemajuan institusi dan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Kantor Bea Cukai Tembilahan, Eko Budi Setiawan, dalam berbagainya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pegawai yang telah resmi diangkat. Ia menekankan bahwa menyewa ini merupakan bukti kepercayaan negara terhadap kompetensi dan karakter para pegawai. Menurut Eko, momen ini harus dijadikan refleksi diri untuk senantiasa meningkatkan kualitas kinerja dan menjaga nama baik instansi di mata publik.

“Pengambilan sumpah/janji dan pengangkatan PNS ini bukan sekedar seremoni, tapi awal dari amanah dan pengabdian yang lebih besar,” ujar Eko Budi Setiawan. Pernyataan tersebut menjadi inti dari pesan moral yang ingin disampaikan kepada seluruh jajaran staf, khususnya bagi mereka yang baru saja menyandang status PNS. Eko mengingatkan bahwa setiap langkah ke depan harus dilanda kesadaran bahwa mereka adalah ujung tombak pelayanan negara di wilayah Tembilahan dan sekitarnya.

Lebih lanjut, Kepala Kantor menjelaskan bahwa Kewenangan menjadi pilar utama yang tidak boleh goyah dalam menjalankan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara. Dalam lingkungan Bea Cukai yang bersinggungan langsung dengan regulasi kepabeanan dan cukai, godaan dan tantangan etika sering kali muncul. Oleh karena itu, Eko menghitung agar setiap pegawai menjunjung tinggi profesionalisme dan tanggung jawab, serta menolak segala bentuk praktik yang dapat mencederai kepercayaan masyarakat.

Selain aspek integritas, fokus pada kualitas pelayanan juga menjadi sorotan utama dalam arahannya. Pengangkatan sebagai PNS merupakan awal perjalanan pengabdian untuk memberikan kontribusi terbaik bagi institusi, masyarakat, dan negara. Eko berharap para pegawai dapat menghadirkan pelayanan yang berkualitas, cepat, dan transparan, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari kehadiran Bea Cukai Tembilahan sebagai fasilitator perdagangan dan pelindung masyarakat.

Dengan amanah yang diberikan, pegawai diharapkan terus bekerja secara profesional serta mengabdi sepenuh hati. Eko Budi Setiawan menambahkan bahwa dedikasi tanpa pamrih adalah kunci untuk membangun citra positif instansi. Ia mengajak seluruh pegawai, baik yang lama maupun yang baru dilantik, untuk bersinergi menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, bersih, dan berorientasi pada hasil demi kepentingan nasional yang lebih luas.

Acara ditutup dengan doa dan harapan agar para pegawai yang telah resmi diangkat menjadi PNS di lingkungan KPPBC TMP C Tembilahan dapat senantiasa amanah dan ekosistem. Selamat atas pencapaian ini, semoga setiap langkah pengabdian mereka senantiasa berkahi dan memberikan dampak positif bagi negeri. Komitmen untuk menjaga integritas dan memberikan pelayanan terbaik akan terus menjadi panduan utama dalam setiap tindakan mereka di masa depan.

Friday, May 1, 2026

Lewat Customs Visit Customer, Bea Cukai Tembilahan Perkuat Kepatuhan dan Asistensi Pengguna Jasa dalam Peningkatan Kontribusi Penerimaan Negara



















RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN – Bea Cukai Tembilahan melaksanakan kegiatan Customs Visit Customer (CVC) ke Sambu Group yang berlokasi di Guntung, Kabupaten Indragiri Hilir, pada 14–16 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan sekaligus penguatan hubungan kemitraan dengan pengguna jasa.

Kunjungan dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Bea Cukai Tembilahan beserta jajaran dengan agenda utama factory visit untuk melihat secara langsung proses bisnis perusahaan. Dalam kegiatan tersebut, tim Bea Cukai meninjau alur produksi mulai dari penerimaan bahan baku, proses pengolahan, hingga produk akhir yang siap dipasarkan ke dalam dan luar negeri.

Kepala Kantor Bea Cukai Tembilahan menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan efektivitas pelayanan dan pengawasan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memahami secara langsung proses bisnis pengguna jasa sehingga pelayanan dan pengawasan yang kami berikan dapat lebih tepat sasaran. Kami juga berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan dan asistensi guna mendukung kelancaran operasional serta meningkatkan kepatuhan di bidang kepabeanan dan cukai,” ujar Kepala Kantor Bea Cukai Tembilahan, Eko Budi Setiawan.

Melalui kunjungan ini, Bea Cukai memperoleh gambaran menyeluruh mengenai proses bisnis industri pengolahan berbasis kelapa yang dijalankan oleh Sambu Group. Pemahaman tersebut menjadi landasan penting dalam memberikan pelayanan, asistensi, dan pengawasan yang adaptif terhadap kebutuhan industri.

Sambu Group sendiri merupakan kelompok usaha yang terdiri dari PT Pulau Sambu (Guntung), PT Pulau Sambu (Kuala Enok), dan PT Riau Sakti United Plantation, yang bergerak di sektor pengolahan kelapa terpadu dari hulu hingga hilir.

Menyoroti peran strategis perusahaan, Kepala Kantor Bea Cukai Tembilahan juga menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi Sambu Group.

“Sambu Group memiliki peran penting dalam mendorong perekonomian daerah, khususnya di Indragiri Hilir, melalui penyerapan tenaga kerja dan pengembangan industri hilirisasi kelapa. Di tingkat nasional, kontribusi perusahaan dalam kegiatan ekspor juga turut mendukung peningkatan devisa negara,” tambah Eko BS.

Sebagai salah satu pelaku industri pengolahan kelapa terkemuka, Sambu Group telah berkontribusi dalam meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah sekaligus memperluas jangkauan pasar ekspor Indonesia ke berbagai negara.

Kontribusi Sambu Group juga tercermin dari capaian penerimaan negara di bidang kepabeanan. Tercatat, total realisasi penerimaan Bea Masuk dari seluruh entitas Sambu Group mencapai Rp4,57 miliar atau berkontribusi sekitar 25,8% dari total target penerimaan Bea Masuk KPPBC TMP C Tembilahan yang sebesar Rp17,76 miliar.

Pelaksanaan CVC ini juga menjadi sarana komunikasi langsung antara Bea Cukai dan pelaku usaha, khususnya dalam memberikan pendampingan terkait ketentuan kepabeanan dan cukai, termasuk pemanfaatan fasilitas Kawasan Berikat Mandiri yang mendukung kelancaran kegiatan ekspor.

Ke depan, Bea Cukai Tembilahan berharap kegiatan Customs Visit Customer dapat terus memperkuat sinergi dengan dunia usaha, meningkatkan kepatuhan, serta mendorong optimalisasi pelayanan demi mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

Hari Buruh Internasional, PT Pulau Sambu Grup Laksanakan Penanaman Bibit Pohon


















 


RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN - Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) tahun 2026, buruh bersama manajemen PT Pulau Sambu Group melaksanakan kegiatan penanaman bibit pohon di Parit 10, Desa Air Tawar, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, Jumat (1/5/26) sore.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 14.30 WIB ini berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Penanaman pohon tersebut menjadi simbol sinergi antara pekerja dan perusahaan dalam menjaga kelestarian alam sekaligus memperingati momentum May Day secara positif.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Kateman Akapriadi, SH, Kapolsek Kateman Kompol Bachtiar, S.H., M.H, perwakilan Danramil 06 Kateman Sertu Edi Dzalukhu, Kepala Desa Air Tawar Khalilullah Almuharram, perwakilan Humas PT Pulau Sambu Group Ade Barza, Ketua SPTP PT PSG Deni Sianipar, Ketua STI PT STI E. Nainggolan, serta sekitar 60 orang karyawan PT Sambu Group.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan doa, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua SPTP PT PSG, Humas Sambu Group, serta Camat Kateman. 

Kapolsek Kateman KOMPOL Bachtiar S.H, M.H mengatakan  bahwa kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan sekaligus mempererat hubungan antara buruh, manajemen, dan pemerintah.serta TNI /Polri Ucapnya. 

Selanjutnya dilakukan penyerahan bibit pohon secara simbolis oleh Forkopimcam Kateman kepada pihak manajemen dan perwakilan buruh dari Persatuan Serikat Buruh PT Sambu Group serta Persatuan Buruh Serikat Independen PT STI.

Kegiatan inti berupa penanaman  bibit pohon dipimpin langsung oleh Forkopimcam bersama manajemen dan karyawan. Adapun jenis pohon yang ditanam meliputi kelapa, mangga, rambutan, dan kelengkeng.

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 16.00 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan sekaligus menjadi contoh peringatan May Day yang produktif dan berdampak positif bagi masyarakat.

Wednesday, April 22, 2026

Energi Positif dan Dialog Terbuka, Bea Cukai Tembilahan Perkuat Kebersamaan





















RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN - Mengawali hari kerja dengan semangat baru, seluruh pegawai Bea Cukai Tembilahan melaksanakan kegiatan senam bersama pada Senin (13/04). Aktivitas ini bukan sekadar rutinitas olahraga, melainkan wadah untuk membangun semangat kebersamaan sekaligus menjaga kebugaran fisik.

Kegiatan fisik ini menjadi langkah strategis dalam mendukung terciptanya lingkungan kerja yang sehat, harmonis, dan produktif. Gerakan-gerakan senam yang dilakukan bersama-sama berhasil memecahkan kebekuan dan memunculkan energi positif yang menyelimuti seluruh area kantor sejak pagi buta.

Kebersamaan yang terbangun melalui aktivitas fisik tersebut kemudian dilanjutkan ke dalam suasana yang lebih substansial. Suasana akrab tersebut menjadi jembatan yang baik untuk memasuki sesi berikutnya, yaitu kegiatan bertajuk "Pimpinan Mendengar".

Program ini merupakan wujud nyata dari komitmen pimpinan untuk membuka ruang komunikasi dua arah yang seluas-luasnya. Dalam forum ini, seluruh staf diberikan kesempatan yang sama untuk menyampaikan aspirasi, masukan, maupun gagasan inovatif secara langsung dan terbuka kepada atasan.

Kepala Bea Cukai Tembilahan, Eko Budi Setiawan, dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya interaksi yang hangat dan profesional. Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk menghapus sekat-sekat yang tidak perlu antara pimpinan dan bawahan demi terciptanya kerja sama tim yang solid.

"Melalui senam bersama dan dialog terbuka ini, kita tidak hanya menjaga kesehatan tubuh, tetapi juga mempererat ikatan emosional dan profesional. Komunikasi yang lancar adalah kunci untuk memahami setiap permasalahan dan mencari solusi terbaik bersama-sama," ujar Eko Budi Setiawan.

Lebih lanjut dijelaskan, setiap aspirasi dan masukan yang disampaikan dalam kegiatan ini akan menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan penting dalam merumuskan kebijakan serta langkah strategis ke depan. Hal ini dilakukan guna memastikan arah organisasi selalu tepat dan diterima dengan baik oleh seluruh elemen.

Dengan sinergi yang semakin kuat dan komunikasi yang konstruktif, Bea Cukai Tembilahan optimis dapat terus meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Upaya ini merupakan bagian dari kontribusi nyata untuk mewujudkan visi #BeaCukaiMakinBaik.

Kantor Bea Cukai Tembilahan Merayakan Capaian Kinerja Triwulan I 2026




















RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN - Kantor Bea Cukai Tembilahan menutup kinerja awal tahun 2026 dengan torehan prestasi yang sangat membanggakan.

Berdasarkan laporan capaian kinerja hingga 31 Maret 2026, instansi ini berhasil melampaui target penerimaan negara yang ditetapkan untuk Triwulan I.

Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan penuh dan kepercayaan seluruh stakeholders yang telah bersinergi bersama Bea Cukai Tembilahan dalam menjalankan tugas dan fungsi kepabeanan serta cukai di wilayah kerjanya.

Secara total, realisasi penerimaan negara mencapai angka Rp9.993.881.000, jauh melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp6.922.255.512. 

Capaian ini setara dengan persentase keberhasilan sebesar 144,4%. Kontribusi penerimaan tersebut berasal dari berbagai pos pendapatan, meliputi Bea Masuk sebesar Rp5.503.046.000, Bea Keluar sebesar Rp4.149.652.000, serta penerimaan dari sektor Cukai sebesar Rp267.086.000 dan Denda administrasi sebesar Rp272.124.000. 

Angka positif ini menjadi indikator kuat bagi kesehatan perdagangan dan kepatuhan pelaku usaha di wilayah Indragiri Hilir.

Di sisi pengawasan, Bea Cukai Tembilahan juga menunjukkan ketegasan dalam melindungi masyarakat dan negara dari arus barang ilegal. 

Selama periode Januari hingga Maret 2026, petugas berhasil menggagalkan penyelundupan rokok ilegal sebanyak 795.680 batang dan Minyak Mentah Eceran (MME) ilegal sebanyak 1.105,46 liter.

Selain itu, petugas juga mengamankan barang elektronik sebanyak 24 Pieces dan berbagai barang lainnya sebanyak 21 Pieces yang masuk secara tidak sah melalui jalur-jalur rawan penyelundupan.

Upaya penindakan tegas terhadap barang ilegal ini memberikan dampak signifikan bagi keuangan negara. Total nilai barang hasil penindakan mencapai Rp1.334.236.800. 

Lebih importantly, tindakan preventif dan represif ini berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara yang diperkirakan mencapai Rp644.540.155. 

Keberhasilan ini membuktikan bahwa strategi pengawasan yang diterapkan, baik melalui intelijen maupun patroli rutin, berjalan efektif dalam membentangi pintu-pintu masuk ilegal di wilayah pesisir Tembilahan.

Tidak hanya berfokus pada aspek penerimaan dan pengawasan, Bea Cukai Tembilahan juga terus mengoptimalkan peranannya dalam memfasilitasi perdagangan (trade facilitation).

Hingga akhir Triwulan I, nilai devisa yang tercatat mencapai Rp355.493.502.640, yang mencerminkan tingginya aktivitas ekspor-impor di wilayah tersebut.

Fasilitas kepabeanan juga diberikan secara maksimal untuk mendukung iklim usaha, berupa penangguhan Bea Masuk Modal (MM) sebesar Rp18.332.667.710 dan Bea Masuk Atas Dasar Averaging (BMAD) sebesar Rp2.753.899.066.

Dukungan terhadap likuiditas perusahaan juga diwujudkan melalui fasilitas perpajakan yang tidak dipungut saat impor. 

Tercatat, Pajak Penghasilan (PPh) yang tidak dipungut mencapai Rp9.463.154.989, sedangkan Pajak Pertambahan Nilai (PPn) yang tidak dipungut mencapai angka signifikan sebesar Rp41.424.677.820.

Fasilitas-fasilitas ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan mengurangi beban biaya logistik dan modal bagi para importir dan industri di kawasan Tembilahan.

Menanggapi capaian luar biasa ini, Kepala Kantor Bea Cukai Tembilahan, Eko Budi Setiawan, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak.

"Hasil kinerja Triwulan I tahun 2026 ini menjadi motivasi besar bagi kami. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan seluruh stakeholders. 

Sinergi yang terbangun baik dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, maupun pelaku usaha adalah kunci utama dari keberhasilan ini," ujar Eko Budi Setiawan. Ia menegaskan bahwa angka 144,4% bukan titik akhir, melainkan pemicu untuk bekerja lebih keras.

Bea Cukai Tembilahan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat sistem pengawasan secara berkelanjutan.

Eko Budi Setiawan menambahkan, "Kami akan senantiasa mengoptimalkan penerimaan dan pemberian fasilitas kepabeanan demi mewujudkan pelayanan yang semakin prima. 

Target kami adalah menciptakan ekosistem kepabeanan yang bersih, efisien, dan mampu mendukung perekonomian daerah sekaligus menjaga kedaulatan negara dari ancaman barang ilegal.

" Dengan semangat baru ini, Bea Cukai Tembilahan siap menghadapi tantangan di triwulan-triwulan berikutnya untuk mencetak kinerja yang lebih baik lagi.

Saturday, April 11, 2026

Ketua PJID Riau JB Gian B Marbun Silaturahmi Bersama Awak Media dan Pemuda Guntung

















RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN - Suasana penuh keakraban terlihat dalam pertemuan Ketua PJID Provinsi Riau, JB Gian B Marbun, bersama awak media dan tokoh pemuda Guntung yang berlangsung santai sambil ngopi bersama.

Kegiatan tersebut digelar di Kedai Kopi Mahkota, Jalan Lingkar Tembilahan, dan dihadiri oleh sejumlah jurnalis dari berbagai media. Dalam suasana santai namun penuh makna, para peserta berdiskusi ringan terkait berbagai isu pembangunan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang diskusi terbuka. Para awak media dan tokoh pemuda saling bertukar pikiran, menyampaikan pandangan, serta memberikan masukan demi kemajuan daerah ke depan.

Ketua PJID Riau, JB Gian B Marbun, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa sinergi antara media dan masyarakat, khususnya kalangan pemuda, sangat penting dalam mengawal pembangunan yang berkelanjutan dan transparan.

Sementara itu, Borkat Siregar selaku tokoh pemuda Guntung menilai kegiatan tersebut membawa dampak positif. Ia menegaskan pentingnya peran pemuda dalam mendukung pembangunan daerah serta menjaga komunikasi yang baik dengan insan pers.

Pertemuan ini sangat baik dan membawa nilai positif. Kita bisa saling bertukar pikiran demi kemajuan Indragiri Hilir ke depan, ujarnya.

Diharapkan, melalui kegiatan seperti ini, hubungan antara media, tokoh masyarakat, dan pemuda semakin solid, sehingga mampu berkontribusi nyata dalam mendorong pembangunan yang lebih baik di Kabupaten Indragiri Hilir.

Wednesday, April 8, 2026

KKSS Inhil Hibahkan Lahan untuk Pembangunan Batalyon Infanteri Yonif TP














RIAUFAKTA.ID, KEMPAS - Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Indragiri Hilir menghibahkan lahan seluas 75 hektare untuk pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 953/Harimau Rawa TNI Angkatan Darat di Riau.

Lahan tersebut diserahkan oleh Ketua BPD KKSS Inhil, H. M. Haris, dalam seremoni di Kelurahan Harapan Tani Kecamatan Kempas. Acara dihadiri perwakilan Kementerian Pertahanan, Bupati Inhil Herman, serta jajaran TNI dan pengurus KKSS.

Haris menegaskan hibah itu bukan semata atas nama pribadi, melainkan juga atas nama organisasi. “Ini kontribusi kami, baik secara pribadi maupun sebagai bagian dari organisasi KKSS,” ujarnya.

Penggunaan lahan untuk fasilitas militer—seperti markas, pos keamanan, dan sarana latihan—dapat dikategorikan sebagai kemaslahatan publik. 

Kehadiran satuan TNI dinilai berkaitan langsung dengan aspek keamanan masyarakat, yang dalam konteks tertentu masuk dalam kepentingan umum.

Karena itu, hibah tersebut dapat dimaknai sebagai sedekah jariyah—amal yang pahalanya terus mengalir selama manfaatnya dirasakan. 

Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan, amal yang tidak terputus setelah seseorang wafat salah satunya adalah sedekah jariyah.

Menariknya, hibah ini tidak sepenuhnya bersifat personal. 

Pernyataan Haris yang menyebut keterlibatan organisasi membuka tafsir bahwa kontribusi tersebut merupakan amaliyah kolektif. Artinya, nilai kebaikan dari hibah itu berpotensi tidak hanya dinisbatkan kepada individu, tetapi juga kepada komunitas yang terlibat di dalamnya.

Meski demikian, di luar dimensi religius, pembangunan satuan teritorial baru tetap menyisakan sejumlah pertanyaan. 

Pemerintah dan Kementerian Pertahanan belum memaparkan secara rinci urgensi strategis pembentukan batalyon di wilayah tersebut, termasuk kajian dampak sosial, lingkungan, dan tata ruang.

Klaim bahwa kehadiran Yonif akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan keamanan daerah juga masih membutuhkan pembuktian melalui perencanaan yang transparan dan partisipatif.

Di satu sisi, hibah ini dipandang sebagai kontribusi besar bagi negara dan masyarakat. 

Di sisi lain, implementasinya akan menjadi ujian apakah proyek pertahanan dapat berjalan selaras dengan kepentingan publik yang lebih luas—baik secara sosial, ekologis, maupun tata kelola.

Tuesday, March 24, 2026

LAMR Inhil Angkat Bicara Terkait Aktivitas di Pantai Solop dan dinilai Telah Melanggar Norma Adab Serta Nilai-Nilai Adat Istiadat Melayu



















RIAUFAKTA.ID, TENMBILAHAN - Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) dan Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) angkat bicara terkait aktivitas keramaian yang terjadi di Pantai Solop dan dinilai telah melanggar norma adab, kesopanan, serta nilai-nilai adat istiadat Melayu.

Ketua DPH LAMR Inhil, Datuk Seri Asmadi, SH, menegaskan bahwa setiap ruang publik di daerah Melayu harus tetap berlandaskan pada nilai budaya, agama, dan kearifan lokal yang telah lama dijunjung tinggi oleh masyarakat.

“Kami sangat menyayangkan apabila ada kegiatan atau perilaku di ruang publik yang tidak mencerminkan adab dan kesopanan sesuai dengan nilai-nilai Melayu. Negeri ini dikenal dengan marwahnya sebagai negeri beradat dan beragama,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MKA LAMR Inhil, Datuk Seri Muammar Khadafi, menilai bahwa fenomena tersebut harus menjadi perhatian serius dan ditindaklanjuti secara konkret oleh seluruh pihak terkait.

“Adat Melayu sangat menjunjung tinggi nilai kesantunan, etika, dan norma sosial. Jika hal-hal yang melanggar itu dibiarkan, maka dikhawatirkan akan merusak tatanan nilai yang selama ini kita jaga bersama,” tegasnya.

Ia juga menambahkan pentingnya langkah tegas dari pemerintah dan penyelenggara kegiatan.

“Kami meminta adanya evaluasi dan pengawasan secara menyeluruh terhadap penyelenggaraan kegiatan ini. Jangan sampai kejadian serupa terulang kembali di kemudian hari,” tambah Datuk Seri Muammar Khadafi.

LAMR Inhil juga meminta kepada pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera melakukan pembenahan, pengawasan, serta penertiban terhadap aktivitas di lokasi wisata, agar tetap berjalan sesuai dengan norma yang berlaku.

“Kami mendorong adanya langkah konkret, baik berupa regulasi, pengawasan lapangan, maupun pembinaan kepada masyarakat dan pelaku kegiatan. Ini penting agar kejadian serupa tidak terulang,” tambah Datuk Seri Asmadi.

Selain itu, LAMR Inhil mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga marwah daerah dengan tetap menjunjung tinggi nilai adat, budaya, dan agama dalam setiap aktivitas, khususnya di ruang publik.

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga negeri ini tetap beradab. Mari kita rawat bersama nilai-nilai luhur Melayu sebagai jati diri daerah,” tutup Datuk Seri Muammar Khadafi.

Wednesday, March 11, 2026

IKA SMANSA Tembilahan Gelar Buka Puasa Bersama Majelis Guru Dan Serta Silaturahmi Antar Pengurus Alumni



















RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN - Ikatan Alumni SMA Negeri 1 (IKA SMANSA) Tembilahan menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dirangkai dengan pembagian takjil, temu kangen bersama majelis guru, serta silaturahmi antar pengurus alumni, Rabu (11/3/26) di Elite Hotel Tembilahan.

Kegiatan yang dimulai pukul 17.30 WIB tersebut menjadi momentum mempererat hubungan antara para alumni SMA Negeri 1 Tembilahan dengan para guru serta sesama pengurus IKA SMANSA Tembilahan di bulan suci Ramadan.

Ketua IKA SMANSA Tembilahan, Elda Suhanura, SH, MH, mengatakan kegiatan buka puasa bersama ini tidak hanya sekadar agenda seremonial, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan keluarga besar alumni SMA Negeri 1 Tembilahan.

Menurutnya, momentum Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan di antara para alumni lintas angkatan.

“Melalui kegiatan ini kita ingin memperkuat tali silaturahmi antara pengurus IKA SMANSA, para alumni, serta majelis guru yang selama ini telah berjasa mendidik kita. Ramadan adalah momen yang sangat baik untuk mempertemukan kembali keluarga besar SMANSA,” ujar Elda.

Buka Bersama kali ini juga dihadiri Ketua Dewan Penasehat SMANSA Tembilahan, Drs. H. Tantawi Jauhari, MP. Dalam kesempatan ini, Tantawi memberikan wejangan kepada seluruh Pengurus IKA SMANSA Tembilahan agar selalu menghormati guru dan menjaga soliditas sesama alumni. 

“Jadikan momentum buka bersama ini untuk selalu menjaga silaturrahmi sesama alumni. “hormatilah guru yang sudah mendidik kita selama dibangku sekolah. Jasa mereka sangat besar, “ pungkas Tantawi yang juga nSekretaris Daerah Kabupaten Indragiri Hilir.

Sementara itu, Ketua Panitia Buka Bersama IKA SMANSA Tembilahan, Robby Kaduhup, menjelaskan bahwa kegiatan ini diawali dengan pembagian takjil kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan Ramadan.

Setelah kegiatan berbagi takjil, acara dilanjutkan dengan kajian Islami dan tausiyah, kemudian buka puasa bersama seluruh pengurus dan tamu undangan.

“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga memiliki nilai sosial dan spiritual. Karena itu kami memulai dengan berbagi takjil kepada masyarakat,” kata Robby.

Ia juga menambahkan bahwa panitia mengundang majelis guru SMA Negeri 1 Tembilahan agar kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi lintas generasi antara alumni dan para pendidik.

“Yang paling penting dari kegiatan ini adalah mempererat hubungan antar pengurus dan alumni, sekaligus menjadi ajang temu kangen dengan majelis guru. Semoga kebersamaan ini terus terjaga dan membawa manfaat bagi organisasi maupun masyarakat,” ujarnya.

Wednesday, March 4, 2026

Bersama Menjaga Negeri, Melayani Sepenuh Hati dan Selamat Datang Bapak Eko Budi Setiawan Kepala Bea Cukai Tembilahan
















RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN - Pergantian kepemimpinan di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai merupakan bagian dari dinamika organisasi yang sehat dan berkelanjutan. Momentum tersebut kini hadir di KPPBC TMP C Tembilahan dengan hadirnya Bapak Eko Budi Setiawan sebagai Kepala Kantor yang baru. Momen ini bukan sekadar serah terima jabatan, melainkan titik awal penguatan komitmen dalam menjaga marwah institusi serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan pengguna jasa.

Sebagai institusi yang memegang peran strategis di wilayah perbatasan dan perdagangan, Bea Cukai Tembilahan dituntut untuk senantiasa adaptif terhadap perubahan. Tantangan globalisasi, perkembangan teknologi, serta dinamika arus barang menuntut seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kapasitas dan profesionalisme. Kepemimpinan baru diharapkan membawa semangat pembaruan yang konstruktif dan progresif.

Kegiatan perkenalan dan dialog yang dilakukan Kepala Kantor kepada seluruh pegawai menjadi langkah awal membangun komunikasi yang terbuka dan produktif. Forum tersebut bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga ruang menyamakan persepsi, memperkuat integritas, serta meneguhkan komitmen kolektif dalam menjalankan amanah institusi. Pondasi organisasi yang kokoh lahir dari kepercayaan dan sinergi di antara seluruh jajaran.

Semangat kepabeanan diterjemahkan melalui pelaksanaan empat fungsi utama Bea Cukai. Pertama, sebagai Community Protector, Bea Cukai berperan melindungi masyarakat dari peredaran barang ilegal dan berbahaya yang dapat merugikan kesehatan, keamanan, dan perekonomian nasional. Pengawasan yang optimal menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan ekonomi bangsa.

Kedua, sebagai Revenue Collector, Bea Cukai bertanggung jawab mengamankan penerimaan negara dari sektor kepabeanan dan cukai. Penerimaan tersebut menjadi salah satu pilar pembiayaan pembangunan nasional. Oleh karena itu, integritas dan akuntabilitas merupakan harga mati dalam setiap pelaksanaan tugas.

Ketiga, sebagai Trade Facilitator, Bea Cukai berkomitmen memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan transparan guna memperlancar arus perdagangan. Kemudahan layanan dan kepastian prosedur menjadi faktor penting dalam mendukung iklim usaha yang kondusif dan berdaya saing.

Keempat, sebagai Industrial Assistance, Bea Cukai turut mendorong pertumbuhan industri dalam negeri melalui berbagai fasilitas dan kemudahan kepabeanan. Dukungan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk nasional serta memperkuat struktur ekonomi daerah dan nasional.

Bersama kepemimpinan baru, Bea Cukai Tembilahan mempertegas komitmen untuk terus memperkuat integritas, meningkatkan kinerja, serta memperluas sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. Dengan semangat “Bersama Menjaga Negeri, Melayani Sepenuh Hati”, kami optimistis dapat mewujudkan pelayanan yang semakin unggul demi terwujudnya Bea Cukai Makin Baik. Bea Cukai Tembilahan, berbakti untuk negeri.

Saturday, February 14, 2026

Lapas Tembilahan Laksanakan Razia Rutin Kamar Hunian Sebagai Langkah Deteksi Dini Gangguan keamanan dan ketertiban


















RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tembilahan kembali melaksanakan razia rutin kamar hunian sebagai langkah deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban, Jumat (13/02/26).

Kegiatan yang menyasar kamar 07, 10, dan 11 Blok Mahoni ini dilaksanakan mulai pukul 08.00 hingga 09.00 WIB, diawali dengan briefing kepada seluruh tim pengamanan. Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan serta regulasi terkait tata tertib dan pengamanan Lapas dan Rutan.

Razia dilakukan dengan mengeluarkan seluruh warga binaan dari kamar hunian untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan badan oleh petugas.

Tim kemudian memeriksa seluruh bagian kamar secara menyeluruh dan teliti guna memastikan tidak terdapat barang terlarang.

Sementara itu, warga binaan dikumpulkan di lapangan untuk diberikan pengarahan terkait pentingnya menjaga ketertiban dan mematuhi aturan yang berlaku di dalam Lapas.

Dari hasil pemeriksaan, petugas mengamankan sejumlah barang yang tidak seharusnya berada di dalam kamar hunian, yakni 6 sendok besi, 1 kipas angin, 8 paku, 7 botol kaca, 2 gunting kuku, dan 1 cermin kaca. Selanjutnya, Kepala Lapas Kelas IIA Tembilahan, Prayitno, bersama Kasi Administrasi Kamtib dan jajaran keamanan memberikan pengarahan kepada warga binaan. 

Dalam arahannya, Kalapas menegaskan agar tidak ada pelanggaran, terutama terkait narkotika,Handpone ilegal dan minuman keras,serta menekankan bahwa pelanggaran berat akan dikenakan sanksi disiplin sesuai ketentuan.

Kegiatan razia dan pengarahan berlangsung aman dan kondusif. Hasil kegiatan telah dilaporkan kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau sebagai bentuk pertanggungjawaban dan tindak lanjut. 

Lapas Tembilahan berkomitmen untuk terus melaksanakan razia rutin secara berkala sebagai upaya menjaga stabilitas keamanan serta mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang tertib dan kondusif.

Tuesday, January 20, 2026

Kupas RAPBD Inhil 2026: Sejauh Mana Anggaran Mampu Menjawab Tantangan Pembangunan Daerah


















RIAUFAKTA.ID - Indragiri Hilir, 21 Januari 2026 — Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) telah menetapkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2026. Seperti tahun-tahun sebelumnya, RAPBD ini diharapkan menjadi instrumen yang bisa mendorong kesejahteraan masyarakat dan mempercepat pembangunan daerah. Namun, sebagaimana biasanya, ada banyak pertanyaan yang muncul terkait keefektifan dan prioritas alokasi dana yang ada.

Salah satu hal yang menarik perhatian publik adalah alokasi anggaran untuk sektor-sektor strategis, seperti infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi. Meski anggaran untuk sektor infrastruktur tercatat cukup besar, apakah itu sudah cukup untuk menanggulangi tantangan utama yang dihadapi masyarakat Inhil, seperti akses jalan yang masih banyak rusak di beberapa kawasan, atau pelayanan kesehatan yang belum merata?

Peningkatan alokasi anggaran untuk sektor pendidikan, misalnya, bisa dipandang sebagai langkah positif. Namun, perlu dilihat lebih jauh, apakah dana tersebut akan benar-benar digunakan untuk memperbaiki kualitas pengajaran, membangun sarana dan prasarana yang memadai, ataukah hanya sekadar untuk menutup kekurangan yang bersifat administratif? Terlebih, kualitas pendidikan di daerah yang mayoritas masih bertumpu pada sektor pertanian dan kelautan harus bisa mendukung pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dalam sektor-sektor tersebut.

Di sisi lain, sektor ekonomi yang menjadi salah satu andalan dalam RAPBD 2026 juga tidak lepas dari sorotan. Dengan sektor unggulan seperti kelapa sawit dan perikanan, pemerintah daerah diharapkan bisa menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi pelaku ekonomi lokal. Namun, investasi yang terkonsentrasi pada sektor ini justru berisiko menambah ketimpangan sosial-ekonomi, di mana masyarakat yang tidak terlibat langsung dengan industri besar akan semakin tertinggal. Program-program pemberdayaan ekonomi mikro dan kecil harus benar-benar dioptimalkan agar roda ekonomi masyarakat Inhil dapat berputar lebih merata.

Sementara itu, program-program yang berfokus pada pengentasan kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah. Alokasi anggaran untuk bantuan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan UMKM memang mendapatkan perhatian khusus, tetapi efektivitasnya sering kali dipertanyakan. Dalam laporan sebelumnya, beberapa program pemberdayaan masyarakat justru dinilai kurang tepat sasaran dan tidak mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan warga.

Salah satu isu yang tak kalah penting adalah pengawasan anggaran. Di tengah besarnya dana yang dialokasikan untuk berbagai sektor, masih ada kekhawatiran bahwa transparansi dalam pengelolaan anggaran akan kembali menjadi masalah. Sejauh ini, sistem pengawasan yang ada belum sepenuhnya mampu mencegah adanya praktik penyalahgunaan anggaran. Padahal, pengawasan yang ketat dan transparansi adalah kunci dalam memastikan anggaran benar-benar digunakan untuk kemajuan daerah, bukan malah disalahgunakan untuk kepentingan segelintir pihak.

Dalam konteks ini, DPRD sebagai lembaga legislatif yang memiliki fungsi pengawasan perlu lebih aktif dalam memberikan penilaian kritis terhadap penggunaan anggaran. Masyarakat juga harus diberikan ruang lebih luas untuk ikut mengawasi agar anggaran yang disahkan benar-benar berpihak kepada rakyat.

Namun, tentu saja RAPBD Inhil 2026 ini juga harus dilihat dalam konteks tantangan yang dihadapi daerah. Sebagai kabupaten yang terletak di pesisir dan memiliki potensi besar dalam sektor kelautan, Inhil menghadapi masalah yang cukup rumit, mulai dari kerusakan lingkungan akibat eksploitasi alam hingga masalah infrastruktur dasar yang belum sepenuhnya merata. Untuk itu, RAPBD 2026 harus mampu menjawab masalah-masalah tersebut dengan kebijakan yang inklusif dan berbasis pada kebutuhan riil masyarakat.

Dengan potensi besar yang dimiliki, Inhil tentu memerlukan pendekatan pembangunan yang lebih visioner dan berkelanjutan. Pembangunan harus bisa mengakomodasi kebutuhan ekonomi jangka panjang tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan. Di sinilah RAPBD 2026 bisa menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam merancang masa depan yang lebih baik untuk seluruh masyarakat Inhil.

Secara keseluruhan, RAPBD Inhil 2026 memiliki ambisi besar untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah, sejauh mana anggaran tersebut dapat diimplementasikan secara efektif dan tepat sasaran? Apakah prioritas anggaran benar-benar mampu menjawab kebutuhan mendesak masyarakat atau hanya menjadi bagian dari rutinitas tahunan yang tak banyak mengubah keadaan?

Hanya dengan pengelolaan yang transparan, akuntabel, dan berbasis pada kebutuhan riil masyarakat, RAPBD 2026 Inhil bisa menjadi langkah maju menuju pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Pemerintah daerah dan legislatif harus benar-benar bekerja keras untuk memastikan bahwa anggaran yang telah ditetapkan bukan hanya sekadar angka, tetapi bisa menjadi solusi nyata bagi permasalahan yang ada di daerah ini.

Bangun Tanggul 3.800 Meter, Sambu Group Dukung Keberlanjutan Ekosistem Kelapa Inhil

Foto : Tanggul Desa Penjuru, Kecamatan Kateman, Inhil
















RIAUFAKTA.ID, KATEMAN - Sambu Group, sebagai perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang telah lama tumbuh dan berkembang di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, kembali menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Melalui anak usahanya, PT Riau Sakti United Plantations (RSUP), Sambu Group merealisasikan pembangunan tanggul sepanjang 3.800 meter di Parit Peralin Jaya, Desa Penjuru, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, yang secara resmi diserahterimakan kepada pemerintah desa dan masyarakat pada 10 Januari 2026.

Pembangunan tanggul ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap ketahanan lingkungan dan keselamatan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Parit Peralin Jaya memiliki peran penting sebagai jalur air bagi masyarakat Desa Penjuru, sehingga penguatan tanggul menjadi langkah strategis untuk mengurangi risiko banjir, abrasi, serta dampak lingkungan lainnya yang berpotensi mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi warga.

Foto : Serah Terima Tanggul Desa Penjuru, Kecamatan Kateman, Inhil

Lebih jauh, keberadaan tanggul ini memiliki fungsi penting dalam melindungi kebun kelapa masyarakat Desa Penjuru. 

Stabilitas tata air yang lebih terjaga membantu mencegah genangan berkepanjangan dan intrusi air yang dapat merusak pohon kelapa. Dengan demikian, petani kelapa di wilayah tersebut dapat menjalankan aktivitas pertanian dengan lebih aman dan produktif, sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem kelapa yang menjadi fondasi ekonomi lokal dan bagian penting dari rantai ekosistem kelapa di Indragiri Hilir.

Kepala Desa Penjuru, Salehudin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT RSUP dan Sambu Group atas kontribusi nyata yang diberikan melalui pembangunan dan serah terima tanggul tersebut. Ia menilai program ini sangat membantu masyarakat desa dalam menghadapi tantangan lingkungan yang selama ini dirasakan. 

“Pembangunan tanggul ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Penjuru. Selain membantu mengurangi risiko banjir, keberadaan tanggul juga memberikan rasa aman bagi warga yang tinggal di sekitar parit serta mendukung kelangsungan aktivitas pertanian dan ekonomi masyarakat, termasuk kebun kelapa milik petani. Kami mengapresiasi kepedulian PT RSUP dan Sambu Group yang terus berkontribusi bagi desa kami,” ujar Salehudin.

A. Ginting, selaku Humas Sambu Group, menjelaskan bahwa pembangunan dan serah terima tanggul ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan secara berkelanjutan. Menurutnya, sebagai perusahaan PMDN yang bergerak dalam industri berbasis kelapa, Sambu Group memandang keberhasilan usaha harus berjalan seiring dengan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian ekosistem kelapa. “Melalui program CSR, Sambu Group berupaya hadir memberikan solusi yang nyata dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. 

Pembangunan tanggul di Desa Penjuru yang telah diserahterimakan pada 10 Januari 2026 merupakan hasil sinergi dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat dalam menjaga lingkungan, mendukung petani kelapa, serta memastikan keberlanjutan ekosistem kelapa di Indragiri Hilir,” jelas A. Ginting.

Dengan terealisasinya pembangunan dan serah terima tanggul sepanjang 3.800 meter di Parit Peralin Jaya, diharapkan ketahanan lingkungan Desa Penjuru semakin kuat, kebun kelapa rakyat tetap terlindungi, risiko bencana dapat ditekan, serta terjalin hubungan yang harmonis dan berkelanjutan antara perusahaan dan masyarakat.

Tesso Nilo: Pelajaran Kemanusiaan dan Konservasi yang Terlambat
















RIAUFAKTA.ID – Kawasan Taman Nasional Tesso Nilo di Riau kembali menjadi sorotan publik. Konflik antara petani kecil, negara, dan habitat gajah memperlihatkan persoalan mendasar dalam tata kelola kawasan konservasi di Indonesia. Ribuan keluarga petani telah lama bermukim, berkebun, dan membangun kehidupan sosial di wilayah yang kini ditegaskan sebagai kawasan lindung. Ketika penertiban dan relokasi dilakukan, konflik pun tak terelakkan.

Dalam satu dekade terakhir, kawasan Tesso Nilo mengalami tekanan berat akibat perambahan, pembukaan kebun, dan degradasi habitat. Berbagai laporan lembaga konservasi serta pemberitaan media nasional menunjukkan bahwa habitat gajah Sumatera semakin terfragmentasi. Hilangnya ruang jelajah mendorong satwa keluar dari hutan dan berkonflik dengan manusia, terutama petani yang menggantungkan hidup dari lahan pertanian.

Namun konflik ini tidak bisa dilihat secara hitam putih. Petani kecil bukan satu-satunya pihak yang harus dipersalahkan. Banyak di antara mereka datang ketika pengawasan kawasan masih lemah, batas wilayah belum jelas, dan negara belum hadir secara konsisten. Dalam tekanan ekonomi yang tinggi, sebagian petani tergoda membuka lahan, kerap melalui bujuk rayu pihak bermodal yang memanfaatkan kerentanan dan keterbatasan informasi masyarakat.

Pertanyaan mendasar pun muncul. Mengapa penegakan hukum dan penataan kawasan baru dilakukan setelah ribuan keluarga membangun kehidupan sosial yang relatif mapan? Mengapa pencegahan sejak dini, edukasi, dan pengawasan tidak berjalan efektif sejak awal? Keterlambatan negara membaca situasi inilah yang kemudian melahirkan konflik kemanusiaan sekaligus krisis konservasi.

Di sisi lain, pelanggaran hukum dengan alasan ekonomi tetap tidak dapat dibenarkan. Pembukaan lahan di kawasan konservasi berdampak langsung pada rusaknya habitat satwa dan meningkatnya konflik manusia dan gajah. Petani kecil ke depan perlu lebih berhati-hati terhadap tawaran keuntungan instan yang mengabaikan risiko hukum dan lingkungan. Peristiwa di Tesso Nilo menunjukkan bahwa pihak yang paling diuntungkan dari praktik ilegal bukanlah petani, melainkan aktor bermodal yang kerap luput dari sanksi tegas.

Konservasi tidak dapat dijalankan dengan meniadakan kemanusiaan. Gajah membutuhkan ruang hidup yang aman dan berkelanjutan, tetapi manusia juga membutuhkan kepastian hidup, akses ekonomi, dan keadilan sosial. Pendekatan represif tanpa solusi jangka panjang hanya akan memindahkan masalah, bukan menyelesaikannya.

Dalam konteks pemulihan Tesso Nilo, Satgas PKH perlu menjalankan proses yang terbuka dan transparan. Mekanisme relokasi dan reforestasi harus diinformasikan secara jelas kepada masyarakat terdampak, termasuk keluarga yang akan menerima dampak baru atas kebijakan tersebut. Keterlibatan masyarakat sejak awal melalui persetujuan dan sosialisasi dasar kebijakan mutlak diperlukan. Bukan sebaliknya, memaksa warga menerima dan menjalankan kebijakan yang diputuskan secara tertutup. Keadilan dan keberlanjutan konservasi hanya akan tercapai bila hak masyarakat dihormati, bersamaan dengan perlindungan habitat satwa.

Tesso Nilo memberi pelajaran penting bagi kawasan konservasi lain di Indonesia. Negara harus hadir lebih awal melalui pencegahan, pengawasan, penegakan hukum yang adil, serta pemberdayaan masyarakat. Sanksi tegas semestinya diarahkan kepada aktor intelektual dan pemodal yang mendorong perambahan, bukan semata-mata kepada petani kecil. Pada saat yang sama, masyarakat perlu dilibatkan dalam pemulihan kawasan dengan skema yang adil, partisipatif, dan berkelanjutan.

Jika negara terus datang terlambat, hutan akan rusak, satwa semakin terancam, dan manusia tersingkir dari ruang hidupnya. Konservasi sejati hanya akan tercapai ketika perlindungan alam berjalan seiring dengan perlindungan kemanusiaan, bukan saling meniadakan.

Thursday, December 25, 2025

Dipercaya Pimpin PW MOI Inhil, Fitra Andriyan: Solid, Profesional dan Berintegritas


 












RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN - Pengalaman mengajarkan ketenangan, kebijaksanaan menuntun langkah, dan keramahan membuka jalan persaudaraan. 

Prinsip inilah yang melekat pada sosok Fitra Andriyan, yang kini dipercaya menahkodai Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PW MOI) Kabupaten Indragiri Hilir bersama M.Ardiansyah S.kom CEO Kilas Riau sebagai Sekretaris serta Yopi Agustriansyah Pemilik Group Riau Todays sebagai Bendahara.

Kepercayaan tersebut bukan datang tanpa alasan. Rekam jejak, dedikasi, serta pengalaman panjangnya Fitra Andriyan dalam dunia jurnalistik dinilai mampu menjadi pondasi kuat dalam membangun organisasi pers yang solid, profesional, dan berintegritas.

Dalam pernyataannya, Fitra Andriyan menegaskan bahwa PW MOI Inhil harus menjadi rumah bersama bagi wartawan, meningkatkan profesionalisme, etika jurnalistik, serta semangat kebersamaan.

Pria kelahiran tahun 1981 yang pernah mengenyam pendidikan salah satu universitas ternama di Yogyakarta ini menekankan pentingnya menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, independensi pers, serta peran media sebagai pilar demokrasi.

“PW MOI harus menjadi rumah besar bagi wartawan yang profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab dalam menyajikan informasi kepada publik. Bersama kita perangi berita hoaks untuk Indragiri Hilir Hebat,” ujarnya, saat dihubungi media, Rabu 24 Desember 2026.

Tuesday, December 16, 2025

Sinergi Sosial PT. Agrinas –Tiga Raja Mas, Kepedulian Tetap Mengalir di Sungai Akar


 














RIAUFAKTA.ID, Indragiri Hulu — Komitmen terhadap kepedulian sosial terus ditunjukkan PT. Tiga Raja Mas dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir di Desa Sungai Akar, Senin 15 Desember 2025.

Bantuan diserahkan langsung oleh pengurus PT. Tiga Raja Mas, didampingi Ketua Pemuda Dusun Kayu Kawan, dan diterima langsung oleh Kepala Desa Sungai Akar, Mustakim. S. TP, sebagai bentuk kehadiran perusahaan di tengah masyarakat meskipun saat ini aktivitas operasional terhenti akibat Penjarahan.

Diketahui, PT. Tiga Raja Mas saat ini tidak beroperasi akibat adanya gangguan keamanan dan penjarahan yang di lakukan oleh kelompok Hendri Marbun Cs, namun hal tersebut tidak menghalangi perusahaan untuk tetap menjalankan tanggung jawab sosialnya kepada masyarakat sekitar.

Kepala Desa Sungai Akar, Mustakim, menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang terus ditunjukkan perusahaan.

“Kami mengucapkan terima kasih dan sangat mengapresiasi PT. Tiga Raja Mas yang tetap hadir membantu masyarakat Desa Sungai Akar meskipun perusahaan dalam kondisi tidak beroperasi. Ini menunjukkan komitmen sosial yang nyata,” ujar Mustakim.

Sementara itu, H.M. Ali, Komisaris Utama PT. Tiga Raja Mas menegaskan bahwa, langkah tersebut merupakan bagian dari amanah yang diberikan oleh PT. Agrinas Palma Nusantara, selaku mitra kerja sama, untuk terus menjaga hubungan baik dan membantu masyarakat sekitar.

“PT. Tiga Raja Mas akan terus menjalankan amanah dari PT. Agrinas Palma Nusantara untuk tetap peduli dan membantu masyarakat di sekitar wilayah kerja. Kepedulian sosial tidak boleh terhenti hanya karena perusahaan sedang menghadapi situasi sulit,” tegasnya.

Lebih lanjut disampaikan, PT Agrinas Palma Nusantara secara konsisten menekankan pentingnya nilai kemanusiaan, tanggung jawab sosial, dan keberlanjutan hubungan dengan masyarakat dalam setiap kerja sama operasional yang dijalankan.

“PT. Agrinas Palma Nusantara selalu mendorong mitra kerjanya untuk hadir di tengah masyarakat, menjaga harmonisasi sosial, dan berkontribusi nyata bagi lingkungan sekitar, terutama saat masyarakat menghadapi musibah,” tambah H.M. Ali. 

Penyaluran bantuan berlangsung dengan tertib dan penuh kehangatan, disaksikan oleh perangkat desa serta tokoh pemuda setempat. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir serta memperkuat sinergi antara perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial PT. Tiga Raja Mas dan PT. Agrinas Palma Nusantara tetap berjalan, meskipun di tengah tantangan dan keterbatasan operasional yang sedang dihadapi.

Monday, December 15, 2025

Bea Cukai Tembilahan Musnahkan Jutaan Batang Rokok Ilegal dan Ribuan Hp Ilegal














 


RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN – Menjawab tantangan organisasi dan harapan masyarakat luas, dalam rangka menjalankan tugas dan fungsi sebagai institusi pelindung masyarakat serta penegak hukum di bidang kepabeanan dan cukai, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Tembilahan melaksanakan kegiatan pemusnahan Barang yang Menjadi Milik Negara (BMMN) hasil penindakan atas pelanggaran ketentuan kepabeanan dan cukai. Kegiatan pemusnahan berlangsung pada Selasa, bertempat di halaman kantor Bea Cukai Tembilahan. Selasa (16/12/25).

Turut hadir dalam agenda pemusnahan unsur Forkopimda, Bupati Indragiri Hilir H. Herman, Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna, Komandan Kodim 0314/Inhil Letkol Arh. Wahib Mustofa Faturrahman, Kapolres Inhil AKBP. Farouk Oktora, Kepala. Bea dan Cukai Tembilahan Setiawan Rosyidi, Kepala Kejaksaan Negeri Inhil, Sugito, SH, Pengadilan Negeri Tembilahan diwakilkan oleh Hakim Patriot PN Tembilahan Pantun Adrianus, L, G, SH, Kanwil Bea dan Cukai Riau-Sumbar Iswandono, perwakilan Instansi Pemerintahan Indragiri Hilir, serta para Ketua organisasi media dan insan media.

Barang-barang yang dimusnahkan merupakan hasil penindakan di wilayah kerja Bea Cukai Tembilahan periode Juni November 2025, mencakup Kabupaten Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, dan Kuantan Singingi. Barang hasil penindakan yang telah berstatus BMMN tersebut terdiri atas 2.118.090 batang rokok ilegal, 25.200 ml Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA), 1.094 unit handphone berbagai tipe, 30 pcs sparepart handphone, 30 pcs screenguard, dan 3 pack sparepart HP lainnya. Jumlah tersebut mencerminkan masih rawannya wilayah pesisir timur Sumatera dan perairan Indragiri terhadap upaya penyelundupan barang kena cukai dan barang impor ilegal.

Barang hasil penindakan tersebut telah ditetapkan sebagai BMMN berdasarkan ketentuan yang berlaku dan telah memperoleh persetujuan pemusnahan dari Menteri Keuangan melalui Direktur Pengelolaan Kekayaan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN). Pemusnahan dilakukan dengan metode perusakan fisik sehingga seluruh barang tidak dapat dipergunakan kembali atau dimanfaatkan untuk tujuan apa pun. 

Proses pemusnahan turut disaksikan oleh perwakilan dari Pemerintah Daerah, TNI, Kepolisian, Kejaksaan, serta instansi terkait lainnya sebagai bentuk transparansi pelaksanaan tugas. Total potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan dari penindakan ini mencapai Rp1.612,658.340 di bidang cukai serta Rp1.494.570.000 di bidang kepabeanan

Adapun terkait penindakan handphone dan aksesorisnya, kronologis penindakan bermula pada 14 Agustus 2025 ketika Tim Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Tembilahan menerima informasi intelijen terkait adanya pengeluaran handphone dari Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam tanpa memenuhi ketentuan kepabeanan. 

Barang-barang tersebut dibawa menggunakan modus barang bawaan penumpang transit rute Tanjung Pinang-Tembilahan dengan sarana angkut SB Terubuk Express. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim kemudian melakukan pemeriksaan terhadap sarana pengangkut di perairan Sungai Perak, Indragiri Hilir, dan menemukan 7 koper, 6 tas ransel, serta 5 karton berisi handphone dan aksesoris.

Kepala KPPBC TMP C Tembilahan, Setiawan Rosyidi, menjelaskan bahwa pemusnahan ini merupakan langkah penting dalam menjaga tertibnya arus barang serta melindungi masyarakat dari peredaran barang ilegal. “Tindakan ini kami lakukan untuk memastikan bahwa barang-barang yang melanggar ketentuan tidak kembali masuk ke pasar. Peredaran barang ilegal tidak hanya mengurangi penerimaan negara, tetapi juga menimbulkan persaingan usaha yang tidak sehat dan berpotensi membahayakan konsumen,” ungkapnya.

Setiawan juga menegaskan bahwa Bea Cukai Tembilahan akan terus memperkuat pengawasan, sinergi dan kolaborasi dengan instansi lain. “Kami berkomitmen meningkatkan kerja sama dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah agar upaya pemberantasan barang ilegal dapat berjalan lebih optimal. Dukungan dan informasi dari masyarakat juga sangat kami harapkan untuk memperkuat pengawasan di lapangan,” tambahnya.

Sebagai garda terdepan dalam menjaga perbatasan dan mengamankan penerimaan negara, Bea Cukai Tembilahan akan terus menjalankan pengawasan secara konsisten, mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran, serta mendukung terciptanya iklim usaha yang sehat dan adil untuk masyarakat.

Diakhir kegiatan dilakukan penandatanganan bersama berita acara pemusnahan sebagai bentuk komitmen penindakan hukum diwilayah Indragiri Hilir

Thursday, December 11, 2025

Ulang Tahun ke-58, Sambu Grup Penyerahan Hadiah Sepeda Motor Revo Fit Kepada Petani Kelapa

















RIAUFAKTA.ID, INHIL - Ulang tahun SAMBU Group yang ke-58 menjadi momen apreasiasi kepada para petani kelapa di Indragiri Hilir.

Keberhasilan SAMBU Group tak luput dari kolaborasi yang baik dari berbagai pihak, khususnya para petani yang selalu mendsitribusikan kelapa terbaik di Indragiri Hilir.

Hubungan kesalingtergantungan petani kelapa dan Perusahaan tentunya perlu terus dilestarikan guna keberlanjutan ekosistem kelapa di Indragiri Hilir, dan juga Indonesia.

Salah satu bentuk apresasi Perusahaan yang diberikan kepada petani kelapa, adalah rutin membagikan beragam door prize yang bisa digunakan untuk berkegiatan di kebun kelapa dan juga keseharian lainnya. Kegiatan ini dilakukan setiap tahun dalam rangkaian kebersamaan dan berbagi kebahagiaan HUT SAMBU Group.

“Apresiasi Petani Kelapa yang berupa Pengundian Doorprize dilaksanakan pada 24 November 2025 dan ditujukan kepada lebih dari 7 ribu petani kelapa relasi SAMBU Group. Kegiatan ini selain sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi petani kelapa, juga menjadi sebagai sarana untuk mempererat hubungan perusahaan dan petani serta menumbuhkan semangat kolaborasi,” jelas Dwianto Arif Wibowo, Corporate Communication Manager, SAMBU Group.  

Sesuai dengan tema “Menjaga Warisan, Menyatukan Nilai, Menumbuhkan Masa Depan”, apresiasi ini bukan hanya perihal berbagi kebahagiaan, melainkan juga sarana dalam meneguhkan komitmen menjaga warisan, menyatukan nilai, dan menumbuhkan masa depan ekosistem kelapa Indonesia.

Tahun ini, sebanyak 100 unit hadiah telah diundi secara serentak. Seperti pada tahun sebelumnya, hadiah utama tahun ini berupa sepeda motor Revo Fit. “Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian SAMBU Group kepada petani kelapa. Termasuk kegiatan rutinnya memberikan apresiasi door prize yang sangat berguna bagi kami”,ucap Muhamad Amin dari Pancang Sungai Perak yang telah memenangkan 1 unit Sepeda Motor Revo Fit.

“Layaknya menjaga warisan, kami sangat menghargai kerja keras dan kontribusi petani yang selama puluhan tahun telah menjadi tulang punggung rantai pasok kelapa. Terima kasih untuk para petani kelapa yang telah membersamai Perusahaan. Dan dengan terus menyatukan nilai, mari kuta bersama menumbuhkan masa depan!” tutup Dwianto Arif.

Wednesday, December 10, 2025

PGRI Pelangiran Serahkan Bantuan Sebesar Rp 25 Juta Kepada PGRI Inhil Dalam Rangka Program PGRI Peduli Sumatera
















RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Pelangiran turut serta dalam kepedulian sosialnya dengan menyerahkan bantuan sebesar Rp 25 juta kepada PGRI Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dalam rangka program “PGRI Peduli Sumatera”.

Bantuan dana ini diserahkan langsung oleh Ketua PGRI Kecamatan Pelangiran, Dewi Kurnia, S.Pd didampingi oleh jajarannya dan Koordinator Wilayah (Korwil) Pelangiran, Edizon, S.Pd.

Penyerahan bantuan ini disambut baik dan diterima langsung oleh Ketua PGRI Kabupaten Inhil, H. Fauzan Amrullah, S.E., M.Si., yang didampingi oleh Sekretaris PGRI Inhil, Dedi Surahman, S.Pd., M.Pd., di Sekretariat PGRI Inhil, Kamis(11/12).

Ketua PGRI Pelangiran, Dewi Kurnia, S.Pd., menyampaikan bahwa aksi donasi ini merupakan wujud nyata solidaritas para guru di Pelangiran untuk meringankan beban masyarakat Sumatera yang membutuhkan bantuan.

“Alhamdulillah, kami dari PGRI Pelangiran telah mengumpulkan donasi sebesar 25 juta rupiah. Semoga bantuan ini dapat disalurkan dengan tepat sasaran melalui PGRI Inhil dalam program PGRI Peduli Sumatera, dan bermanfaat bagi saudara-saudara kita,” ujar Dewi.

Sementara itu, Ketua PGRI Inhil, H. Fauzan Amrullah, S.E., M.Si., mengapresiasi tinggi inisiatif dan kepedulian dari PGRI Kecamatan Pelangiran.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pengurus dan anggota PGRI Pelangiran atas bantuan ini. PGRI Inhil akan segera menyalurkan amanah dana ini sesuai peruntukannya dalam program kemanusiaan Peduli Sumatera,”tegas Fauzan.

© Copyright 2019 Riaufakta.id | All Right Reserved