-->

Friday, May 8, 2026

Mengukir Dedikasi di Bumi Lancang Kuning, Komitmen Kuat PNS Baru Bea Cukai Tembilahan untuk Negeri


RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHANSuasana khidmat dan penuh kebanggaan Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C (TMP C) Tembilahan hari ini. Sebuah momen bersejarah bagi para pegawai yang secara resmi dilantik menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui rangkaian acara pengambilan sumpah/janji dan transmisi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Acara ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan titik tolak penting yang menandai dimulainya babak baru dalam pengabdian mereka kepada negara kamis (07/05) 

Momentum pengambilan sumpah dan janji jabatan tersebut ditekankan sebagai awal dari sebuah amanah besar yang harus dipikul dengan penuh tanggung jawab. Setiap kata yang terucap di hadapan hukum dan Tuhan Yang Maha Esa menjadi ikatan batin yang kuat bagi setiap individu untuk berkomitmen menjalankan tugas negara. Hal ini menegaskan bahwa status PNS bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan gerbang masuk menuju dedikasi yang lebih luas dan mendalam bagi kemajuan institusi dan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Kantor Bea Cukai Tembilahan, Eko Budi Setiawan, dalam berbagainya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pegawai yang telah resmi diangkat. Ia menekankan bahwa menyewa ini merupakan bukti kepercayaan negara terhadap kompetensi dan karakter para pegawai. Menurut Eko, momen ini harus dijadikan refleksi diri untuk senantiasa meningkatkan kualitas kinerja dan menjaga nama baik instansi di mata publik.

“Pengambilan sumpah/janji dan pengangkatan PNS ini bukan sekedar seremoni, tapi awal dari amanah dan pengabdian yang lebih besar,” ujar Eko Budi Setiawan. Pernyataan tersebut menjadi inti dari pesan moral yang ingin disampaikan kepada seluruh jajaran staf, khususnya bagi mereka yang baru saja menyandang status PNS. Eko mengingatkan bahwa setiap langkah ke depan harus dilanda kesadaran bahwa mereka adalah ujung tombak pelayanan negara di wilayah Tembilahan dan sekitarnya.

Lebih lanjut, Kepala Kantor menjelaskan bahwa Kewenangan menjadi pilar utama yang tidak boleh goyah dalam menjalankan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara. Dalam lingkungan Bea Cukai yang bersinggungan langsung dengan regulasi kepabeanan dan cukai, godaan dan tantangan etika sering kali muncul. Oleh karena itu, Eko menghitung agar setiap pegawai menjunjung tinggi profesionalisme dan tanggung jawab, serta menolak segala bentuk praktik yang dapat mencederai kepercayaan masyarakat.

Selain aspek integritas, fokus pada kualitas pelayanan juga menjadi sorotan utama dalam arahannya. Pengangkatan sebagai PNS merupakan awal perjalanan pengabdian untuk memberikan kontribusi terbaik bagi institusi, masyarakat, dan negara. Eko berharap para pegawai dapat menghadirkan pelayanan yang berkualitas, cepat, dan transparan, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari kehadiran Bea Cukai Tembilahan sebagai fasilitator perdagangan dan pelindung masyarakat.

Dengan amanah yang diberikan, pegawai diharapkan terus bekerja secara profesional serta mengabdi sepenuh hati. Eko Budi Setiawan menambahkan bahwa dedikasi tanpa pamrih adalah kunci untuk membangun citra positif instansi. Ia mengajak seluruh pegawai, baik yang lama maupun yang baru dilantik, untuk bersinergi menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, bersih, dan berorientasi pada hasil demi kepentingan nasional yang lebih luas.

Acara ditutup dengan doa dan harapan agar para pegawai yang telah resmi diangkat menjadi PNS di lingkungan KPPBC TMP C Tembilahan dapat senantiasa amanah dan ekosistem. Selamat atas pencapaian ini, semoga setiap langkah pengabdian mereka senantiasa berkahi dan memberikan dampak positif bagi negeri. Komitmen untuk menjaga integritas dan memberikan pelayanan terbaik akan terus menjadi panduan utama dalam setiap tindakan mereka di masa depan.

Friday, May 1, 2026

Lewat Customs Visit Customer, Bea Cukai Tembilahan Perkuat Kepatuhan dan Asistensi Pengguna Jasa dalam Peningkatan Kontribusi Penerimaan Negara



















RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN – Bea Cukai Tembilahan melaksanakan kegiatan Customs Visit Customer (CVC) ke Sambu Group yang berlokasi di Guntung, Kabupaten Indragiri Hilir, pada 14–16 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan sekaligus penguatan hubungan kemitraan dengan pengguna jasa.

Kunjungan dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Bea Cukai Tembilahan beserta jajaran dengan agenda utama factory visit untuk melihat secara langsung proses bisnis perusahaan. Dalam kegiatan tersebut, tim Bea Cukai meninjau alur produksi mulai dari penerimaan bahan baku, proses pengolahan, hingga produk akhir yang siap dipasarkan ke dalam dan luar negeri.

Kepala Kantor Bea Cukai Tembilahan menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan efektivitas pelayanan dan pengawasan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memahami secara langsung proses bisnis pengguna jasa sehingga pelayanan dan pengawasan yang kami berikan dapat lebih tepat sasaran. Kami juga berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan dan asistensi guna mendukung kelancaran operasional serta meningkatkan kepatuhan di bidang kepabeanan dan cukai,” ujar Kepala Kantor Bea Cukai Tembilahan, Eko Budi Setiawan.

Melalui kunjungan ini, Bea Cukai memperoleh gambaran menyeluruh mengenai proses bisnis industri pengolahan berbasis kelapa yang dijalankan oleh Sambu Group. Pemahaman tersebut menjadi landasan penting dalam memberikan pelayanan, asistensi, dan pengawasan yang adaptif terhadap kebutuhan industri.

Sambu Group sendiri merupakan kelompok usaha yang terdiri dari PT Pulau Sambu (Guntung), PT Pulau Sambu (Kuala Enok), dan PT Riau Sakti United Plantation, yang bergerak di sektor pengolahan kelapa terpadu dari hulu hingga hilir.

Menyoroti peran strategis perusahaan, Kepala Kantor Bea Cukai Tembilahan juga menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi Sambu Group.

“Sambu Group memiliki peran penting dalam mendorong perekonomian daerah, khususnya di Indragiri Hilir, melalui penyerapan tenaga kerja dan pengembangan industri hilirisasi kelapa. Di tingkat nasional, kontribusi perusahaan dalam kegiatan ekspor juga turut mendukung peningkatan devisa negara,” tambah Eko BS.

Sebagai salah satu pelaku industri pengolahan kelapa terkemuka, Sambu Group telah berkontribusi dalam meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah sekaligus memperluas jangkauan pasar ekspor Indonesia ke berbagai negara.

Kontribusi Sambu Group juga tercermin dari capaian penerimaan negara di bidang kepabeanan. Tercatat, total realisasi penerimaan Bea Masuk dari seluruh entitas Sambu Group mencapai Rp4,57 miliar atau berkontribusi sekitar 25,8% dari total target penerimaan Bea Masuk KPPBC TMP C Tembilahan yang sebesar Rp17,76 miliar.

Pelaksanaan CVC ini juga menjadi sarana komunikasi langsung antara Bea Cukai dan pelaku usaha, khususnya dalam memberikan pendampingan terkait ketentuan kepabeanan dan cukai, termasuk pemanfaatan fasilitas Kawasan Berikat Mandiri yang mendukung kelancaran kegiatan ekspor.

Ke depan, Bea Cukai Tembilahan berharap kegiatan Customs Visit Customer dapat terus memperkuat sinergi dengan dunia usaha, meningkatkan kepatuhan, serta mendorong optimalisasi pelayanan demi mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

Hari Buruh Internasional, PT Pulau Sambu Grup Laksanakan Penanaman Bibit Pohon


















 


RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN - Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) tahun 2026, buruh bersama manajemen PT Pulau Sambu Group melaksanakan kegiatan penanaman bibit pohon di Parit 10, Desa Air Tawar, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, Jumat (1/5/26) sore.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 14.30 WIB ini berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Penanaman pohon tersebut menjadi simbol sinergi antara pekerja dan perusahaan dalam menjaga kelestarian alam sekaligus memperingati momentum May Day secara positif.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Kateman Akapriadi, SH, Kapolsek Kateman Kompol Bachtiar, S.H., M.H, perwakilan Danramil 06 Kateman Sertu Edi Dzalukhu, Kepala Desa Air Tawar Khalilullah Almuharram, perwakilan Humas PT Pulau Sambu Group Ade Barza, Ketua SPTP PT PSG Deni Sianipar, Ketua STI PT STI E. Nainggolan, serta sekitar 60 orang karyawan PT Sambu Group.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan doa, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua SPTP PT PSG, Humas Sambu Group, serta Camat Kateman. 

Kapolsek Kateman KOMPOL Bachtiar S.H, M.H mengatakan  bahwa kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan sekaligus mempererat hubungan antara buruh, manajemen, dan pemerintah.serta TNI /Polri Ucapnya. 

Selanjutnya dilakukan penyerahan bibit pohon secara simbolis oleh Forkopimcam Kateman kepada pihak manajemen dan perwakilan buruh dari Persatuan Serikat Buruh PT Sambu Group serta Persatuan Buruh Serikat Independen PT STI.

Kegiatan inti berupa penanaman  bibit pohon dipimpin langsung oleh Forkopimcam bersama manajemen dan karyawan. Adapun jenis pohon yang ditanam meliputi kelapa, mangga, rambutan, dan kelengkeng.

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 16.00 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan sekaligus menjadi contoh peringatan May Day yang produktif dan berdampak positif bagi masyarakat.

Wednesday, April 22, 2026

Energi Positif dan Dialog Terbuka, Bea Cukai Tembilahan Perkuat Kebersamaan





















RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN - Mengawali hari kerja dengan semangat baru, seluruh pegawai Bea Cukai Tembilahan melaksanakan kegiatan senam bersama pada Senin (13/04). Aktivitas ini bukan sekadar rutinitas olahraga, melainkan wadah untuk membangun semangat kebersamaan sekaligus menjaga kebugaran fisik.

Kegiatan fisik ini menjadi langkah strategis dalam mendukung terciptanya lingkungan kerja yang sehat, harmonis, dan produktif. Gerakan-gerakan senam yang dilakukan bersama-sama berhasil memecahkan kebekuan dan memunculkan energi positif yang menyelimuti seluruh area kantor sejak pagi buta.

Kebersamaan yang terbangun melalui aktivitas fisik tersebut kemudian dilanjutkan ke dalam suasana yang lebih substansial. Suasana akrab tersebut menjadi jembatan yang baik untuk memasuki sesi berikutnya, yaitu kegiatan bertajuk "Pimpinan Mendengar".

Program ini merupakan wujud nyata dari komitmen pimpinan untuk membuka ruang komunikasi dua arah yang seluas-luasnya. Dalam forum ini, seluruh staf diberikan kesempatan yang sama untuk menyampaikan aspirasi, masukan, maupun gagasan inovatif secara langsung dan terbuka kepada atasan.

Kepala Bea Cukai Tembilahan, Eko Budi Setiawan, dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya interaksi yang hangat dan profesional. Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk menghapus sekat-sekat yang tidak perlu antara pimpinan dan bawahan demi terciptanya kerja sama tim yang solid.

"Melalui senam bersama dan dialog terbuka ini, kita tidak hanya menjaga kesehatan tubuh, tetapi juga mempererat ikatan emosional dan profesional. Komunikasi yang lancar adalah kunci untuk memahami setiap permasalahan dan mencari solusi terbaik bersama-sama," ujar Eko Budi Setiawan.

Lebih lanjut dijelaskan, setiap aspirasi dan masukan yang disampaikan dalam kegiatan ini akan menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan penting dalam merumuskan kebijakan serta langkah strategis ke depan. Hal ini dilakukan guna memastikan arah organisasi selalu tepat dan diterima dengan baik oleh seluruh elemen.

Dengan sinergi yang semakin kuat dan komunikasi yang konstruktif, Bea Cukai Tembilahan optimis dapat terus meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Upaya ini merupakan bagian dari kontribusi nyata untuk mewujudkan visi #BeaCukaiMakinBaik.

Kantor Bea Cukai Tembilahan Merayakan Capaian Kinerja Triwulan I 2026




















RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN - Kantor Bea Cukai Tembilahan menutup kinerja awal tahun 2026 dengan torehan prestasi yang sangat membanggakan.

Berdasarkan laporan capaian kinerja hingga 31 Maret 2026, instansi ini berhasil melampaui target penerimaan negara yang ditetapkan untuk Triwulan I.

Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan penuh dan kepercayaan seluruh stakeholders yang telah bersinergi bersama Bea Cukai Tembilahan dalam menjalankan tugas dan fungsi kepabeanan serta cukai di wilayah kerjanya.

Secara total, realisasi penerimaan negara mencapai angka Rp9.993.881.000, jauh melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp6.922.255.512. 

Capaian ini setara dengan persentase keberhasilan sebesar 144,4%. Kontribusi penerimaan tersebut berasal dari berbagai pos pendapatan, meliputi Bea Masuk sebesar Rp5.503.046.000, Bea Keluar sebesar Rp4.149.652.000, serta penerimaan dari sektor Cukai sebesar Rp267.086.000 dan Denda administrasi sebesar Rp272.124.000. 

Angka positif ini menjadi indikator kuat bagi kesehatan perdagangan dan kepatuhan pelaku usaha di wilayah Indragiri Hilir.

Di sisi pengawasan, Bea Cukai Tembilahan juga menunjukkan ketegasan dalam melindungi masyarakat dan negara dari arus barang ilegal. 

Selama periode Januari hingga Maret 2026, petugas berhasil menggagalkan penyelundupan rokok ilegal sebanyak 795.680 batang dan Minyak Mentah Eceran (MME) ilegal sebanyak 1.105,46 liter.

Selain itu, petugas juga mengamankan barang elektronik sebanyak 24 Pieces dan berbagai barang lainnya sebanyak 21 Pieces yang masuk secara tidak sah melalui jalur-jalur rawan penyelundupan.

Upaya penindakan tegas terhadap barang ilegal ini memberikan dampak signifikan bagi keuangan negara. Total nilai barang hasil penindakan mencapai Rp1.334.236.800. 

Lebih importantly, tindakan preventif dan represif ini berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara yang diperkirakan mencapai Rp644.540.155. 

Keberhasilan ini membuktikan bahwa strategi pengawasan yang diterapkan, baik melalui intelijen maupun patroli rutin, berjalan efektif dalam membentangi pintu-pintu masuk ilegal di wilayah pesisir Tembilahan.

Tidak hanya berfokus pada aspek penerimaan dan pengawasan, Bea Cukai Tembilahan juga terus mengoptimalkan peranannya dalam memfasilitasi perdagangan (trade facilitation).

Hingga akhir Triwulan I, nilai devisa yang tercatat mencapai Rp355.493.502.640, yang mencerminkan tingginya aktivitas ekspor-impor di wilayah tersebut.

Fasilitas kepabeanan juga diberikan secara maksimal untuk mendukung iklim usaha, berupa penangguhan Bea Masuk Modal (MM) sebesar Rp18.332.667.710 dan Bea Masuk Atas Dasar Averaging (BMAD) sebesar Rp2.753.899.066.

Dukungan terhadap likuiditas perusahaan juga diwujudkan melalui fasilitas perpajakan yang tidak dipungut saat impor. 

Tercatat, Pajak Penghasilan (PPh) yang tidak dipungut mencapai Rp9.463.154.989, sedangkan Pajak Pertambahan Nilai (PPn) yang tidak dipungut mencapai angka signifikan sebesar Rp41.424.677.820.

Fasilitas-fasilitas ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan mengurangi beban biaya logistik dan modal bagi para importir dan industri di kawasan Tembilahan.

Menanggapi capaian luar biasa ini, Kepala Kantor Bea Cukai Tembilahan, Eko Budi Setiawan, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak.

"Hasil kinerja Triwulan I tahun 2026 ini menjadi motivasi besar bagi kami. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan seluruh stakeholders. 

Sinergi yang terbangun baik dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, maupun pelaku usaha adalah kunci utama dari keberhasilan ini," ujar Eko Budi Setiawan. Ia menegaskan bahwa angka 144,4% bukan titik akhir, melainkan pemicu untuk bekerja lebih keras.

Bea Cukai Tembilahan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat sistem pengawasan secara berkelanjutan.

Eko Budi Setiawan menambahkan, "Kami akan senantiasa mengoptimalkan penerimaan dan pemberian fasilitas kepabeanan demi mewujudkan pelayanan yang semakin prima. 

Target kami adalah menciptakan ekosistem kepabeanan yang bersih, efisien, dan mampu mendukung perekonomian daerah sekaligus menjaga kedaulatan negara dari ancaman barang ilegal.

" Dengan semangat baru ini, Bea Cukai Tembilahan siap menghadapi tantangan di triwulan-triwulan berikutnya untuk mencetak kinerja yang lebih baik lagi.

Saturday, April 11, 2026

Ketua PJID Riau JB Gian B Marbun Silaturahmi Bersama Awak Media dan Pemuda Guntung

















RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN - Suasana penuh keakraban terlihat dalam pertemuan Ketua PJID Provinsi Riau, JB Gian B Marbun, bersama awak media dan tokoh pemuda Guntung yang berlangsung santai sambil ngopi bersama.

Kegiatan tersebut digelar di Kedai Kopi Mahkota, Jalan Lingkar Tembilahan, dan dihadiri oleh sejumlah jurnalis dari berbagai media. Dalam suasana santai namun penuh makna, para peserta berdiskusi ringan terkait berbagai isu pembangunan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang diskusi terbuka. Para awak media dan tokoh pemuda saling bertukar pikiran, menyampaikan pandangan, serta memberikan masukan demi kemajuan daerah ke depan.

Ketua PJID Riau, JB Gian B Marbun, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa sinergi antara media dan masyarakat, khususnya kalangan pemuda, sangat penting dalam mengawal pembangunan yang berkelanjutan dan transparan.

Sementara itu, Borkat Siregar selaku tokoh pemuda Guntung menilai kegiatan tersebut membawa dampak positif. Ia menegaskan pentingnya peran pemuda dalam mendukung pembangunan daerah serta menjaga komunikasi yang baik dengan insan pers.

Pertemuan ini sangat baik dan membawa nilai positif. Kita bisa saling bertukar pikiran demi kemajuan Indragiri Hilir ke depan, ujarnya.

Diharapkan, melalui kegiatan seperti ini, hubungan antara media, tokoh masyarakat, dan pemuda semakin solid, sehingga mampu berkontribusi nyata dalam mendorong pembangunan yang lebih baik di Kabupaten Indragiri Hilir.

Wednesday, April 8, 2026

KKSS Inhil Hibahkan Lahan untuk Pembangunan Batalyon Infanteri Yonif TP














RIAUFAKTA.ID, KEMPAS - Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Indragiri Hilir menghibahkan lahan seluas 75 hektare untuk pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 953/Harimau Rawa TNI Angkatan Darat di Riau.

Lahan tersebut diserahkan oleh Ketua BPD KKSS Inhil, H. M. Haris, dalam seremoni di Kelurahan Harapan Tani Kecamatan Kempas. Acara dihadiri perwakilan Kementerian Pertahanan, Bupati Inhil Herman, serta jajaran TNI dan pengurus KKSS.

Haris menegaskan hibah itu bukan semata atas nama pribadi, melainkan juga atas nama organisasi. “Ini kontribusi kami, baik secara pribadi maupun sebagai bagian dari organisasi KKSS,” ujarnya.

Penggunaan lahan untuk fasilitas militer—seperti markas, pos keamanan, dan sarana latihan—dapat dikategorikan sebagai kemaslahatan publik. 

Kehadiran satuan TNI dinilai berkaitan langsung dengan aspek keamanan masyarakat, yang dalam konteks tertentu masuk dalam kepentingan umum.

Karena itu, hibah tersebut dapat dimaknai sebagai sedekah jariyah—amal yang pahalanya terus mengalir selama manfaatnya dirasakan. 

Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan, amal yang tidak terputus setelah seseorang wafat salah satunya adalah sedekah jariyah.

Menariknya, hibah ini tidak sepenuhnya bersifat personal. 

Pernyataan Haris yang menyebut keterlibatan organisasi membuka tafsir bahwa kontribusi tersebut merupakan amaliyah kolektif. Artinya, nilai kebaikan dari hibah itu berpotensi tidak hanya dinisbatkan kepada individu, tetapi juga kepada komunitas yang terlibat di dalamnya.

Meski demikian, di luar dimensi religius, pembangunan satuan teritorial baru tetap menyisakan sejumlah pertanyaan. 

Pemerintah dan Kementerian Pertahanan belum memaparkan secara rinci urgensi strategis pembentukan batalyon di wilayah tersebut, termasuk kajian dampak sosial, lingkungan, dan tata ruang.

Klaim bahwa kehadiran Yonif akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan keamanan daerah juga masih membutuhkan pembuktian melalui perencanaan yang transparan dan partisipatif.

Di satu sisi, hibah ini dipandang sebagai kontribusi besar bagi negara dan masyarakat. 

Di sisi lain, implementasinya akan menjadi ujian apakah proyek pertahanan dapat berjalan selaras dengan kepentingan publik yang lebih luas—baik secara sosial, ekologis, maupun tata kelola.

Tuesday, March 24, 2026

LAMR Inhil Angkat Bicara Terkait Aktivitas di Pantai Solop dan dinilai Telah Melanggar Norma Adab Serta Nilai-Nilai Adat Istiadat Melayu



















RIAUFAKTA.ID, TENMBILAHAN - Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) dan Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) angkat bicara terkait aktivitas keramaian yang terjadi di Pantai Solop dan dinilai telah melanggar norma adab, kesopanan, serta nilai-nilai adat istiadat Melayu.

Ketua DPH LAMR Inhil, Datuk Seri Asmadi, SH, menegaskan bahwa setiap ruang publik di daerah Melayu harus tetap berlandaskan pada nilai budaya, agama, dan kearifan lokal yang telah lama dijunjung tinggi oleh masyarakat.

“Kami sangat menyayangkan apabila ada kegiatan atau perilaku di ruang publik yang tidak mencerminkan adab dan kesopanan sesuai dengan nilai-nilai Melayu. Negeri ini dikenal dengan marwahnya sebagai negeri beradat dan beragama,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MKA LAMR Inhil, Datuk Seri Muammar Khadafi, menilai bahwa fenomena tersebut harus menjadi perhatian serius dan ditindaklanjuti secara konkret oleh seluruh pihak terkait.

“Adat Melayu sangat menjunjung tinggi nilai kesantunan, etika, dan norma sosial. Jika hal-hal yang melanggar itu dibiarkan, maka dikhawatirkan akan merusak tatanan nilai yang selama ini kita jaga bersama,” tegasnya.

Ia juga menambahkan pentingnya langkah tegas dari pemerintah dan penyelenggara kegiatan.

“Kami meminta adanya evaluasi dan pengawasan secara menyeluruh terhadap penyelenggaraan kegiatan ini. Jangan sampai kejadian serupa terulang kembali di kemudian hari,” tambah Datuk Seri Muammar Khadafi.

LAMR Inhil juga meminta kepada pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera melakukan pembenahan, pengawasan, serta penertiban terhadap aktivitas di lokasi wisata, agar tetap berjalan sesuai dengan norma yang berlaku.

“Kami mendorong adanya langkah konkret, baik berupa regulasi, pengawasan lapangan, maupun pembinaan kepada masyarakat dan pelaku kegiatan. Ini penting agar kejadian serupa tidak terulang,” tambah Datuk Seri Asmadi.

Selain itu, LAMR Inhil mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga marwah daerah dengan tetap menjunjung tinggi nilai adat, budaya, dan agama dalam setiap aktivitas, khususnya di ruang publik.

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga negeri ini tetap beradab. Mari kita rawat bersama nilai-nilai luhur Melayu sebagai jati diri daerah,” tutup Datuk Seri Muammar Khadafi.

© Copyright 2019 Riaufakta.id | All Right Reserved