-->

Saturday, October 24, 2026

HUT Ke - 59 Tahun Sambu Group, Karyawan PT RSUP Gelar kegiatan Sumbangan Sosial di Panti Bhakti Lansia


RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-59 Sambu Group, karyawan PT Riau Sakti United Plantations (RSUP), Divisi Perkebunan Pulau Burung, menggelar kegiatan sumbangan sosial di Panti Bhakti Lansia, Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sosial keluarga besar perusahaan terhadap masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan perhatian dan dukungan. Aksi sosial tersebut juga sejalan dengan semangat HUT ke-59 Sambu Group yang mengusung tema “Tangguh Beradaptasi, Tumbuh Bersama untuk Bangsa.”

Manager PT Riau Sakti United Plantations Divisi Perkebunan Pulau Burung, Amiruddin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kepedulian sosial dalam menyambut hari jadi perusahaan yang diperingati setiap 5 Desember.

Menurutnya, kegiatan berbagi bukan semata-mata berasal dari manajemen perusahaan, melainkan juga tumbuh dari inisiatif dan kepedulian seluruh keluarga besar karyawan.

“Peringatan hari jadi perusahaan selalu menjadi momentum bagi kami untuk berbagi dan mempererat silaturahmi dengan masyarakat. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama seluruh keluarga besar karyawan, sekaligus ungkapan rasa syukur atas perjalanan perusahaan hingga saat ini,” ujar Amiruddin.

Ia menjelaskan, keluarga besar perusahaan memiliki sekitar 15.800 karyawan yang beraktivitas di kawasan seluas lebih dari 2.200 hektare, belum termasuk anggota keluarga karyawan.

Dengan jumlah tersebut, Amiruddin menilai semangat kebersamaan dan kepedulian sosial perlu terus dipelihara agar keberadaan perusahaan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Ada filosofi yang selalu kami tanamkan kepada rekan-rekan di lapangan. Ketika kita merasa kesulitan, ingatlah bahwa masih ada saudara kita yang menghadapi kesulitan lebih besar. Karena itu, kita harus senantiasa bersyukur dan berbagi dengan sesama, sekecil apa pun yang kita miliki,” tuturnya.

Ia menegaskan, perubahan kondisi ekonomi maupun naik turunnya harga hasil perkebunan tidak seharusnya mengurangi semangat untuk membantu sesama.

“Harga hasil kebun bisa naik dan turun, tetapi semangat berbagi jangan sampai ikut turun. Mudah-mudahan bantuan yang kami berikan hari ini membawa manfaat dan menjadi keberkahan bagi semua pihak,” tambahnya.

Amiruddin juga menyampaikan apresiasi kepada pengelola Panti Bhakti Lansia yang telah menerima kunjungan keluarga besar perusahaan. Ia berharap kegiatan sosial serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Pembina Panti Bhakti Lansia, Hj. Katerina Susanti, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh karyawan PT RSUP Divisi Perkebunan Pulau Burung.

Ia berharap hubungan baik antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dapat terus diperkuat, tidak hanya melalui kegiatan sosial, tetapi juga lewat kolaborasi dalam mendukung pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kedatangan, perhatian, dan bantuan yang diberikan hari ini. Semoga silaturahmi dan kerja sama yang baik ini terus berlanjut serta memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir, khususnya di Kecamatan Pulau Burung dan wilayah sekitarnya,” ujar Katerina.

Dalam kesempatan tersebut, Katerina juga mendorong terbukanya peluang kerja sama di bidang kesehatan masyarakat, terutama untuk memperluas akses vaksinasi HPV bagi perempuan, penanganan stunting, serta dukungan bagi anak-anak dengan penyakit bawaan yang membutuhkan pengobatan rutin.

Ia berharap perusahaan dapat menjajaki kemitraan bersama pemerintah kecamatan dan TP PKK untuk mencari solusi yang dapat membantu masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang layak.

Menurutnya, sinergi berbagai pihak sangat dibutuhkan agar program sosial tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Bea Cukai Tembilahan Gelar Sri Gemilang Customs Award 2026, Apresiasi Sinergi Mitra dan Kontribusi Pengguna Jasa


RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN — Bea Cukai Tembilahan menggelar Malam Anugerah Sri Gemilang Customs Award Tahun 2026 pada Rabu (21/10), bertempat di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Tembilahan, Jalan Jenderal Sudirman No. 48, Tembilahan Kota, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

Kegiatan berkonsep malam penganugerahan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada mitra kerja dan pengguna jasa yang telah berkontribusi dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Bea Cukai Tembilahan.

Selain mempererat sinergi antarpemangku kepentingan, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung penerimaan negara, pengawasan, pelayanan, serta perekonomian daerah.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi vertikal, mitra kerja, dan pengguna jasa. Dalam sambutannya, Kepala KPPBC TMP C Tembilahan, Eko Budi Setiawan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh mitra kerja serta pengguna jasa atas kepercayaan, dukungan, dan kolaborasi yang telah terjalin dengan Bea Cukai Tembilahan.

“Penghargaan ini bukan semata-mata tentang siapa yang menerima piala atau siapa yang namanya disebut di atas panggung. Lebih dari itu, penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan bahwa kemajuan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh apa yang dikerjakannya sendiri, tetapi juga oleh kualitas kemitraan yang dibangunnya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Eko Budi Setiawan juga memaparkan capaian kinerja Bea Cukai Tembilahan hingga Triwulan III Tahun 2026. Realisasi penerimaan mencapai Rp32,29 miliar dari target sebesar Rp28,38 miliar atau 113,78 persen. Pada fungsi pengawasan, Bea Cukai Tembilahan telah melakukan penindakan terhadap 3,59 juta batang rokok ilegal, sekitar 3,17 kilogram sabu, dan 1.118 liter minuman mengandung etil alkohol (MMEA) ilegal, serta berbagai barang ilegal lainnya.

Nilai barang hasil penindakan tersebut mencapai Rp10,84 miliar, dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan sebesar Rp4,53 miliar. Di bidang fasilitasi kepabeanan, nilai devisa yang difasilitasi tercatat sebesar Rp1,42 triliun. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya Bea Cukai Tembilahan dalam menjalankan fungsi pelayanan, pengawasan, dan fasilitasi secara berimbang untuk mendukung kepentingan negara dan perekonomian.

Pada kesempatan tersebut, Bea Cukai Tembilahan memberikan apresiasi kepada mitra kerja dari unsur pemerintah daerah, aparat penegak hukum, instansi vertikal, dan mitra pelayanan kepelabuhanan. Apresiasi diberikan antara lain atas dukungan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi kantor, sinergi penindakan narkotika dan barang kena cukai, koordinasi penyelesaian kewajiban kepabeanan atas entitas sitaan, pendampingan dalam pelaksanaan tugas kepabeanan dan cukai, serta dukungan terhadap pengawasan obat dan makanan impor dan kekarantinaan.

Apresiasi juga diberikan atas kontribusi dalam pengelolaan anggaran, aset negara, penerimaan negara, edukasi perpajakan, analisis sarana pengangkut laut, serta koordinasi pelayanan kepelabuhanan yang aman, sehat, dan optimal. Para penerima apresiasi meliputi Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, DPRD Kabupaten Indragiri Hilir, Polres Indragiri Hilir, Polres Indragiri Hulu, Kejaksaan Negeri Indragiri Hilir, Kodim 0314/Indragiri Hilir, Sub Detasemen Polisi Militer 1/3-2 Tembilahan, Balai Pengawas Obat dan Makanan Indragiri Hulu, Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Tembilahan, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan melalui Satuan Pelayanan Pelabuhan Laut Tembilahan, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Rengat, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Pekanbaru, Kantor Pelayanan Pajak Pratama Rengat, Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan Tembilahan, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Tembilahan, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Cabang Tembilahan, serta Polsek Kawasan Pelabuhan Tembilahan.

Selain apresiasi kepada mitra kerja, penghargaan juga diberikan kepada pengguna jasa atas kontribusi terhadap penerimaan negara, aktivitas ekspor, kepatuhan, dan pelaksanaan kegiatan kepabeanan.

Kategori penghargaan mencakup importir penyumbang Bea Masuk terbesar, pengusaha Kawasan Berikat penyumbang Bea Masuk terbesar, eksportir penyumbang Bea Keluar terbesar, eksportir dengan nilai devisa ekspor terbesar, pengangkut terbaik, pengusaha Kawasan Berikat terpatuh dan terbaik, Liaison Officer (LO) terbaik, eksportir teraktif, eksportir pendatang baru, eksportir dengan kepatuhan izin muat terbaik, serta penghargaan bagi pelaku usaha dengan kontribusi terbaik dalam kegiatan ekspor UMKM.

Penerima penghargaan pengguna jasa antara lain PT Sumatera Timurindonesia, PT Pulau Sambu (Guntung), CV Andi Jaya Mandiri, PT Lompo Battang Group, PT Pulau Sambu (Kuala Enok), Samsuri Hadinata dari PT Pulau Sambu Guntung, PT Riau Sakti United Plantations, CV Lompo Harapan, PT Indoma Lestari Mandiri, CV Solop Lestari, PT Bekawan Agro Mandiri, dan CV Harapan Prima Lestari. Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas kontribusi dan kepatuhan pengguna jasa dalam mendukung kegiatan kepabeanan dan cukai di wilayah kerja Bea Cukai Tembilahan.

Tidak hanya menjadi malam apresiasi, kegiatan ini juga menghadirkan pertunjukan Gambus dan partisipasi komunitas musisi Indragiri Hilir. Kehadiran seni dan musik daerah tersebut menjadi wujud dukungan terhadap pelestarian budaya serta ruang bagi kreativitas masyarakat lokal untuk berkembang dan dikenal lebih luas.

Melalui penyelenggaraan Sri Gemilang Customs Award Tahun 2026, Bea Cukai Tembilahan berharap hubungan kemitraan yang telah terbangun dapat semakin erat dan berkembang menjadi kolaborasi yang berkelanjutan.

Sinergi tersebut diharapkan mampu mendukung pelayanan yang berkualitas, pengawasan yang bertanggung jawab, peningkatan kepatuhan, serta pertumbuhan ekonomi di wilayah Indragiri Hilir dan sekitarnya.

Sebagaimana disampaikan Kepala Kantor dalam sambutannya, penghargaan yang paling bermakna bukan hanya yang diterima pada malam penganugerahan, melainkan kepercayaan yang terus dijaga dan manfaat yang dapat dihadirkan setelah acara berakhir.

Thursday, October 15, 2026

Triwulan III 2026 Melejit, Bea Cukai Tembilahan Catat Penerimaan Rp 32 Miliar dan Selamatkan Negara dari Kerugian Rp 10,8 Miliar


RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) C Tembilahan kembali menorehkan prestasi gemilang pada kinerja Triwulan III Tahun 2026. Hingga akhir September 2026, realisasi penerimaan negara di wilayah kerjanya tercatat mencapai Rp 32.291.916.000. Angka ini melampaui target yang telah ditetapkan sebesar Rp 28.380.317.000, atau mencatatkan persentase capaian yang impresif sebesar 113,78 persen.

Kepala KPPBC TMP C Tembilahan, Eko Budi Setiawan, menegaskan bahwa pencapaian ini bukan sekadar angka, melainkan bukti komitmen nyata instansi dalam mengawal perekonomian negeri. "Capaian Triwulan III ini adalah hasil dari kerja keras seluruh jajaran serta sinergi yang luar biasa. Kami terus mengoptimalkan penerimaan negara melalui sektor Bea Masuk, Bea Keluar, serta Cukai, sembari tetap menjaga iklim investasi daerah melalui kemudahan fasilitas," ujar Eko dalam keterangan resminya, Selasa (13/10/2026).

Dari sisi rincian penerimaan, kontribusi terbesar disumbang oleh sektor perdagangan luar negeri. Bea Masuk tercatat merealisasikan Rp 17.103.456.000, sementara Bea Keluar menyumbang Rp 13.480.144.000. Di sisi lain, penerimaan dari Cukai mencapai Rp 1.426.192.000 dan denda sebesar Rp 282.124.000. Kombinasi optimalisasi ini menunjukkan bahwa aktivitas ekspor dan impor di wilayah Indragiri Hilir dan sekitarnya terus bergerak dinamis.

Tak hanya unggul dalam penerimaan, Bea Cukai Tembilahan juga menunjukkan taringnya dalam fungsi pengawasan dan penindakan. Sepanjang Triwulan III, kantor ini berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara sebesar Rp 10.843.306.800 dari peredaran barang ilegal. Salah satu sorotan utama adalah penindakan rokok ilegal sebanyak 3.586.080 batang, serta minuman etil alkohol (MMEA) ilegal sebanyak 1.118,23 liter yang berpotensi membahayakan masyarakat.

Eko Budi Setiawan juga menyoroti keberagaman barang ilegal yang berhasil diamankan, yang mencerminkan ancaman lintas sektor yang dihadapi Bea Cukai. "Penindakan kami tidak hanya pada barang dagangan, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Kami mengamankan Narkotika Psikotropika dan Prekursor (NPP) jenis Diazepam dan Sabu, serta barang langka seperti Sirip Hiu seberat ± 5,87 KG, dan berbagai obat ilegal," jelasnya.

Di sisi lain, fungsi asistensi dan fasilitas kepabeanan terus digencarkan untuk mendukung kemudahan berusaha. Hingga Triwulan III, nilai devisa yang difasilitasi mencapai Rp 1.418.092.669.717. Selain itu, Bea Cukai Tembilahan memberikan insentif berupa Penangguhan Bea Masuk sebesar Rp 52.069.240.575, Penangguhan BMAD Rp 7.968.251.262, serta fasilitas PPh Tidak Dipungut dan PPN Tidak Dipungut yang masing-masing bernilai miliaran rupiah untuk menjaga *cash flow* pelaku usaha.

Komitmen pelayanan ini juga dituangkan secara langsung melalui kegiatan Forum Konsultasi Publik (FKP) yang digelar pada 1 Oktober 2026 lalu. Dengan tema optimalisasi kinerja pelayanan, forum ini menjadi wadah strategis bagi Bea Cukai Tembilahan untuk menyerap aspirasi pengguna jasa dan menyamakan persepsi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif.

Menutup paparannya, Eko Budi Setiawan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh *stakeholder* dan masyarakat. "Terima kasih atas kolaborasi yang telah terbangun. Kami menyadari pencapaian ini tidak lepas dari peran serta masyarakat yang semakin peduli. Ke depan, Bea Cukai Tembilahan akan terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pengawasan demi wujudkan Bea Cukai yang makin baik dan berkelanjutan," pungkas Eko.

Sunday, October 11, 2026

Hari HUT Sambu Group Ke 59 Tahun, Turnamen Bola Voli Resmi dibuka


RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Sambu Group ke-59, turnamen bola voli resmi dibuka pada Sabtu, 10 Oktober 2026. 

Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di dua lokasi berbeda, dengan laga final dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 18 Oktober 2026. Turnamen bola voli putra dilaksanakan di Desa Air Tawar, Sungai Guntung, Kateman, sedangkan turnamen bola voli putri digelar di Kecamatan Pulau Burung.

Kegiatan olahraga berskala daerah ini diikuti oleh 32 tim putra dan 16 tim putri yang memperebutkan total hadiah uang tunai sebesar Rp75 juta.

Acara pembukaan turnamen berlangsung meriah dan dihadiri oleh jajaran manajemen perwakilan perusahaan serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pulau Burung dan Kecamatan Kateman. Di lokasi Pulau Burung, pihak perusahaan diwakili oleh Humas PT Riau Sakti United Plantations (RSUP) Divisi Industri, Andi Ferial. 

Turut hadir perwakilan Forkopimcam, antara lain perwakilan Kapolsek Pulau Burung, Yanser Lase; perwakilan Danramil Pulau Burung, Siswanto; Camat Pulau Burung, Razali, S.E.; serta Kepala Desa Pulau Burung, Riswan Khaidir.

Saturday, October 10, 2026

Amankan Triliunan Rupiah Barang Ilegal, Bea Cukai Tembilahan Benteng Wilayah Pesisir Riau


   

RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN — Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) terus memperketat pengawasan di seluruh penjuru tanah air demi mengantisipasi maraknya peredaran barang ilegal serta tindak pidana penyelundupan. Langkah tegas ini terbukti dari masifnya hasil penindakan yang dicatat oleh jajaran Bea Cukai di tingkat nasional maupun daerah.

Berdasarkan data penindakan nasional pada periode 28 September hingga 4 Oktober 2026, Bea Cukai berhasil mencatatkan 263 penindakan dengan total nilai barang tangkapan mencapai Rp25,48 miliar. Adapun secara akumulatif sejak awal tahun 2026 hingga 4 Oktober 2026, jajaran kepabeanan telah melakukan 24.569 penindakan dengan nilai barang illegal yang berhasil diamankan menembus angka Rp14,67 triliun.

Fokus pengawasan mingguan Bea Cukai menyasar beragam jenis komoditas rawan yang kerap diselundupkan. Ragam komoditas tersebut meliputi rokok ilegal, narkotika, psikotropika, dan prekursor (NPP), obat-obatan tertentu tanpa izin, pembawaan uang tunai melebihi batas, hingga perak ilegal.

Pengawasan terhadap bahaya peredaran gelap narkotika juga menjadi prioritas utama penegakan hukum. Hingga 4 Oktober 2026, Bea Cukai secara akumulatif telah berhasil menggagalkan 1.284 kasus NPP dengan menyita barang bukti seberat 11,27 ton, sebuah capaian vital yang diperkirakan mampu menyelamatkan lebih dari 24,37 juta jiwa generasi muda Indonesia dari ancaman narkoba.

Menanggapi capaian penindakan nasional tersebut, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Tembilahan menegaskan komitmennya untuk terus mengawal wilayah perairan Kabupaten Indragiri Hilir dan sekitarnya dari ancaman masuknya barang-barang ilegal.

Kepala Bea Cukai Tembilahan, Eko Budi Setiawan, menyampaikan bahwa sebagai salah satu benteng pengawasan di perbatasan perairan Riau, pihak KPPBC Tembilahan rutin meningkatkan sinergi lintas instansi dan memperketat patroli laut. Hal ini dilakukan demi mengantisipasi pemanfaatan jalur-jalur tikus oleh para pelaku kejahatan.

Eko Budi Setiawan menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap komoditas unggulan penindakan seperti rokok ilegal dan narkotika yang kerap memanfaatkan geografis wilayah pesisir. Penindakan terukur yang dilakukan jajaran Bea Cukai Tembilahan tidak hanya bertujuan mengamankan penerimaan negara, tetapi juga melindungi masyarakat serta industri dalam negeri dari persaingan usaha yang tidak sehat.

Bea Cukai Tembilahan mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk turut berperan aktif dengan melaporkan setiap indikasi pelanggaran kepabeanan dan cukai di lingkungan sekitar. Dengan kerja sama masyarakat dan pengawasan terpadu, keamanan wilayah perbatasan dari ancaman komoditas ilegal dapat terus terjaga secara optimal.

Tuesday, August 18, 2026

Semarak Kemerdekaan, KSOP Kelas IV Tembilahan Perkuat Kekompakan dan Semangat Pengabdian



RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN - Kemeriahan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa semarak di lingkungan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Tembilahan. Beragam perlombaan digelar dengan penuh antusiasme dan keceriaan, menghadirkan suasana berbeda di tengah rutinitas pelayanan dan tugas kedinasan.

Kegiatan tersebut diikuti jajaran pegawai KSOP Kelas IV Tembilahan dengan semangat kebersamaan. Adu ketangkasan, kekompakan, hingga aksi-aksi kocak para peserta sukses mengundang gelak tawa dan menciptakan suasana penuh keakraban di lingkungan kantor.

Kepala KSOP Kelas IV Tembilahan, Feriland Saragih, menyampaikan bahwa peringatan HUT Kemerdekaan tidak semata-mata dimaknai sebagai kegiatan perlombaan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan membangun kekompakan seluruh jajaran.

Menurut Feriland, semangat kebersamaan yang tercipta melalui kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas sehari-hari. Kekompakan antarpersonel, kata dia, diperlukan agar seluruh jajaran mampu bekerja secara solid dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan pengguna jasa transportasi laut.

“Semangat kemerdekaan harus kita implementasikan dalam pekerjaan, salah satunya melalui kekompakan, kedisiplinan, dan semangat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kegiatan seperti ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan seluruh keluarga besar KSOP Kelas IV Tembilahan,” ujar Feriland.

Ia menambahkan, semangat perjuangan para pahlawan hendaknya menjadi inspirasi bagi insan perhubungan untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara. Khususnya dalam bidang transportasi laut, KSOP Kelas IV Tembilahan berkomitmen menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab demi mendukung konektivitas dan kelancaran aktivitas transportasi maritim.

Bagi keluarga besar KSOP Kelas IV Tembilahan, kemeriahan perayaan kemerdekaan menjadi pengingat bahwa keberhasilan dalam menjalankan tugas tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kerja sama dan semangat kolektif. Dari suasana penuh tawa dan kebersamaan, tumbuh energi positif untuk kembali menjalankan tugas dengan lebih solid dan profesional.

Dengan semangat HUT ke-81 Republik Indonesia, keluarga besar KSOP Kelas IV Tembilahan meneguhkan komitmen untuk terus melaju, meningkatkan kualitas pelayanan, serta berkontribusi bagi kemajuan sektor transportasi maritim Indonesia. Nusantara Baru, Indonesia Maju. Merdeka! ????????

© Copyright 2019 Riaufakta.id | All Right Reserved