-->

Tuesday, March 3, 2026

Kebakaran Hebat Melanda Pemukiman Warga di Concong Luar, 26 Rumah Termasuk Kantor Polsek dan Pos Babinsa




















RIAUFAKTA.ID, CONCON LUAR - Musibah kebakaran hebat melanda pemukiman warga di Kelurahan Concong Luar, Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir, Selasa (3/3/26) pagi.

"Telah terjadi musibah kebakaran pemukiman di Kelurahan Concong Luar, Kecamatan Concong. Api mulai sekitar pukul 06.30 WIB dan berhasil dipadamkan kurang lebih pukul 11.30 WIB,”ungkap Camat Concong Ahmad Bahrin ketika dihubungi wartawan, Selasa (3/3/26).

Adapun bangunan yang terbakar mayoritas merupakan bangunan berbahan dasar kayu, sehingga api dengan cepat menyebar ke bangunan lainnya.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Indragiri Hilir melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ari Surya menjelaskan dalam musibah tersebut, sebanyak 26 unit rumah dilaporkan terbakar. 

"Termasuk Kantor Polsek dan Pos Babinsa setempat. Selain itu, 7 unit gudang turut hangus dilalap api, serta 3 unit rumah terpaksa dirubuhkan," jelasnya. 

Beruntung, dalam musibah ini tidak terdapat korban luka maupun korban jiwa. Sementara itu, kerugian dan penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Indragiri Hilir langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemadaman serta mendata para korban terdampak kebakaran.

Pihak BPBD mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kebakaran, terutama pada kawasan permukiman yang didominasi bangunan kayu.

Monday, February 23, 2026

Peristiwa, Puluhan Rumah Hangus Terbakar dilalap Si Jago Merah di Simpang Gaung


















RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN - Kebakaran hebat kembali terjadi disaat semua umat muslim menjalankan ibadah puasa bulan Ramadhan 1447 Hijriyah, kali ini peristiwa itu menimpa warga Desa Simpang Gaung, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

Dari informasi yang berhasil awak media dapatkan sementara, diperkirakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 5.30 wib, Selasa pagi (24/02/2026), Di Dusun Pasar Lama, Desa Simpang Gaung.

Akibatnya, puluhan rumah hangus terbakar dilalap si jago merah dengan cepat, pasalnya lokasi kejadian tersebut tepat didekat Sungai Gaung yang apabila ada hembusan angin maka api semakin cepat melalap rumah-rumah tersebut.

Belum diketahui secara pasti apa penyebabnya dan darimana api berasal pertama kali, dugaan sementara warga setempat menyebut adanya korsleting listrik atau akibat arus pendek.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media belum mendapatkan laporan resmi dari Kepolisian Setempat maupun Pemerintah Desa Simpang Gaung terkait apakah ada korban jiwa ataupun tidak.

Ketua Himpunan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Kecamatan Gaung (HPPMKG-TEMBILAHAN), Aditya Ramadhan, saat dihubungi awak media terkait kebakaran tersebut, ia terkejut dan baru saja mendapatkan informasi.

“Inalillahi wa innailaihi raji’un, kita baru dapat informasi pagi ini. Kita akan upayakan cari informasi lebih jauh berapa jumlah warga yang menjadi korban, nanti kita diskusikan bagaimana dan apa yang bisa kita bantu secepatnya,” ujarnya.

Friday, January 30, 2026

Si Jago Merah Hanguskan Salah Satu Kafe Serta Rumah Warga di Jalan Gunung Daek Tembilahan

















RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN - Warga Jalan Gunung Daek, Gang Sulaiman, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, dikejutkan oleh peristiwa kebakaran hebat yang terjadi pada Jumat malam, pukul 7:00 wib, (30/1/26).

Kebakaran tersebut menghanguskan bangunan permainan milik salah satu Kafe Talk serta sebuah rumah warga yang Masih direnovasi.

Peristiwa kebakaran terjadi pada malam hari. Kobaran api yang tiba-tiba membesar dengan cepat menyebar dan melahap bangunan di sekitarnya, sehingga menimbulkan kepanikan warga. Sejumlah warga tampak berupaya menyelamatkan barang-barang berharga yang masih bisa dijangkau sambil menunggu petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Beberapa unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Namun, proses pemadaman tidak berjalan mudah. Petugas mengalami kendala serius akibat keterbatasan pasokan air di sekitar lokasi kejadian. Kondisi tersebut membuat petugas harus bekerja ekstra keras dan membutuhkan waktu lebih lama untuk menjinakkan “si jago merah”.

“Sulitnya air membuat pemadaman agak terhambat, tapi petugas tetap berupaya maksimal agar api tidak merembet ke bangunan warga lainnya,” ujar salah seorang warga yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.

Setelah berjibaku selama beberapa waktu, api akhirnya berhasil dipadamkan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kebakaran menyebabkan kerusakan parah pada bangunan kafe dan rumah warga, sehingga kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Aparat juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan padat penduduk.


Friday, December 26, 2025

Warga Kecamatan Gaung dihebohkan Dengan Penemuan Sesosok Jasad Wanita di Perairan















RIAUFAKTA.ID, GAUNG - Seorang perempuan bernama Asmah Laili alias Semah (50), warga Desa Lahang Hulu, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, ditemukan meninggal dunia di perairan Sungai Parit Burung, Desa Lahang Tengah, Jumat (26/12/25) pagi.

Kapolsek Gaung melaporkan, jasad korban ditemukan sekitar pukul 07.00 WIB oleh warga yang melintas menggunakan perahu bermotor di aliran sungai tersebut. Penemuan itu selanjutnya dilaporkan kepada aparat kepolisian setempat.

Korban diketahui sebelumnya meninggalkan rumahnya di Parit Mesjid, Desa Lahang Hulu, pada Rabu malam (24/12/25) sekitar pukul 22.00 WIB, dan sejak saat itu tidak diketahui keberadaannya.

Berdasarkan keterangan saksi, saat melintas di Sungai Parit Burung, salah seorang warga melihat bagian tubuh manusia muncul di permukaan air. Setelah memastikan temuan tersebut, saksi kemudian menghubungi warga lain dan melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.

Menerima laporan tersebut, aparat kepolisian bersama petugas medis dari Puskesmas setempat mendatangi lokasi penemuan. Proses penanganan di lapangan turut dihadiri anggota Polsek gaung, Bhabinkamtibmas Desa Lahang Hulu, Aiptu Heriyanto, Danposramil Gaung, Serma Tota Simbolon. Selanjutnya, jenazah dievakuasi dan dibawa ke rumah duka di Parit Mempelam, Desa Lahang Hulu, untuk dilakukan pemeriksaan medis.

Dari keterangan keluarga, sebelum meninggalkan rumah korban diketahui sedang menjalani perawatan medis akibat penyakit tekanan darah tinggi dan masih terpasang infus. Kepergian korban tidak diketahui anggota keluarga karena suami korban sedang beristirahat, sementara anaknya berada di luar rumah.

Hasil visum et repertum yang dilakukan petugas medis menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak medis memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar 24 jam sebelum ditemukan.

Keluarga korban menyatakan menolak dilakukan autopsi dan telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Dalam penanganan peristiwa ini, kepolisian telah melakukan sejumlah langkah, di antaranya mendatangi tempat kejadian perkara, memeriksa saksi-saksi, melakukan visum et repertum, serta menyelesaikan administrasi penolakan autopsi dan serah terima jenazah kepada keluarga.

Friday, October 31, 2025

Ngeri, Buaya Ukuran Besar Masuk Parit di Desa Sungai Undan














RIAUFAKTA.ID, RETEH - Seekor buaya berukuran besar sepanjang sekitar 7 meter masuk kedalam parit menghebohkan warga Desa Sungai Undan, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir.

Hewan liar dengan berat diperkirakan mencapai 1 tom itu sempat membuat warga resah itu ditemukan pada Jumat, 31 Oktober 2025 sekitar pukul 11.00 WIB.

Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora melalui Kapolsek Reteh, AKP Sahril menjelaskan bahwa buaya tersebut awalnya terlihat oleh warga saat masuk ke aliran parit di sekitar pemukiman warga.

"Buaya itu membuat warga khawatir karena berpotensi membahayakan keselamatan penduduk maupun hewan ternak," kata AKP Sahril, Jumat (30/10/25).

Awalnya buaya ini muncul di aliran sungai dan masuk kedalam parit. Setelah muncul dipermukaan, buaya itu tidak bisa keluar lagi dan sempat menjadi tontonan warga setempat.

Dari pengakuan Zulkifli warga Desa Sungai Undan yang pertama kali melihat buaya tersebut segera mengajak sekitar 20 orang warga lainnya untuk membantu melakukan penangkapan.

"Dari beberapa warga yang bergotong royong itu dan setelah proses 20 warga mengevakuasi buaya berukuran besar itu akhirnya berhasil diamankan menggunakan tali besar," ujarnya.

Petugas dari Polsek Reteh yang menerima laporan langsung turun ke lokasi untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali.

"Setelah berkoordinasi dengan pihak pemerintah serta BKSDA untuk proses penanganan dan evakuasi satwa yang dilindungi tersebut. Besok pagi, buaya ini akan dibawa menggunakan mobil ke Tembilahan untuk dievakuasi lebih lanjut.” jelasnya

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai maupun parit, serta tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri atau satwa liar. 

Kejadian ini menjadi perhatian besar masyarakat karena ukuran buaya yang sangat besar, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian satwa dilindungi di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir.

Wednesday, October 15, 2025

Nelayan Temukan Mayat Mr X di Perairan Desa Kuala Selat Kecamatan Kateman
















RIAUFAKTA.ID, KATEMAN – Warga Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir, digemparkan dengan penemuan sesosok mayat tanpa identitas (Mr. X).

Penemuan mayat tersebut tepatnya di perairan Sungai Belanak Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman pada Rabu (15/10/2025) sekira pukul 12.30 WIB.

"Mayat pertama kali ditemukan sejumlah nelayan setempat yang sedang dalam perjalanan pulang dari melaut," kata Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora melalui Kapolsek Kateman, AKP Asian Sihombing, Kamis (16/10/25).

Para saksi, yakni Sajar (44), Haikal (20), Super Hartono (64), dan Awang (41), melihat sesosok tubuh terapung di perairan dan segera melaporkannya kepada Kepala Desa Kuala Selat, Nurjaya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Desa kemudian meneruskan informasi kepada Kapolsek Kateman, AKP Asian Sihombing. 

Sekitar pukul 14.00 WIB, tim gabungan dari Polsek Kateman, Sat Polair, dan Pemerintah Desa Kuala Selat yang dipimpin Kanit Samapta AKP Jumri melakukan evakuasi jenazah ke daratan.

Jenazah kemudian dimasukkan ke dalam kantong mayat dan dibawa ke RSUD Raja Musa Sungai Guntung untuk dilakukan pemeriksaan visum et repertum (VER) oleh tim medis yang dipimpin dr Bayu pada pukul 17.00 WIB.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan, mayat tersebut berjenis kelamin laki-laki dengan perkiraan usia sekitar 40 tahun dan tinggi badan 160 cm," terangnya. 

Saat ditemukan, korban mengenakan kaos berwarna merah dan celana dalam hitam, serta memakai jam tangan hitam merek Lasika yang mirip jam Casio. 

Kondisi tubuh korban sudah tidak utuh dan diduga telah meninggal sekitar empat hari sebelum ditemukan. 

"Beberapa bagian tubuh seperti tangan, kaki, dan wajah mengalami kerusakan parah akibat dimakan hewan laut," ungkapnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum menerima laporan kehilangan anggota keluarga dari warga Kecamatan Kateman maupun sekitarnya.

Barang bukti yang ditemukan di lokasi antara lain baju kaos merah, celana dalam warna hitam, jam tangan hitam merek Lasika..

Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora saat dikonfirmasi, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban dan penyebab kematian.

"Kami masih menunggu hasil lengkap visum dan berharap masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga segera melapor ke Polsek Kateman,” ujar AKP Asian Sihombing.

Hingga berita ini diturunkan, jenazah Mr X masih berada di Kamar Jenazah RSUD Raja Musa Sungai Guntung untuk proses identifikasi lanjutan.

© Copyright 2019 Riaufakta.id | All Right Reserved