-->

Wednesday, May 7, 2025

Dalam Kurun Waktu 37 Hari, Kepolisian Berhasil Ungkap Jaringan Peredaran Sabu dan Amankan 45 Tersangka, Termasuk 3 Wanita











RIAUFAKTA.ID, ROKAN HULU - Komitmen kuat Polres Rokan Hulu (Rohul) dalam memerangi peredaran narkotika kembali membuahkan hasil.

Dalam kurun waktu 37 hari, sejak 1 April hingga 7 Mei 2025, jajaran Polres berhasil mengungkap jaringan peredaran gelap narkotika dan mengamankan 45 tersangka, termasuk tiga wanita.

Hal ini diungkap Kapolres Rohul AKBP Emil Eka Putra, S.I.K., M.Si dalam konferensi pers di halaman Mapolres Rohul, Rabu (7/5/25) sore.

Dari operasi ini, aparat berhasil menyita barang bukti berupa narkotika jenis sabu seberat 537,62 gram dan ganja kering seberat 277,35 gram.

“Setiap gram narkotika yang diamankan adalah upaya menyelamatkan nyawa dan masa depan generasi kita dari kehancuran akibat ketergantungan,” tegas AKBP Emil.

Kapolres menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi personel Polres Rohul dalam menjalankan operasi yang intensif di wilayah hukum Kabupaten Rokan Hulu. Tidak hanya fokus pada penindakan, upaya pemberantasan juga menyasar peningkatan intelijen, patroli, serta kerja sama lintas sektor.

“Pemberantasan narkoba bukan sekadar angka penangkapan. Ini adalah bentuk nyata perlindungan terhadap masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Rohul AKP Repelita Ginting, S.H. menyatakan bahwa perang melawan narkoba membutuhkan dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat. “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Peran aktif warga sangat penting untuk keberhasilan jangka panjang,” katanya.

Menambahkan hal itu, IPDA Sarlin Sihotang, S.H. selaku Paur Humas menyebut bahwa selain penindakan, langkah preventif juga menjadi prioritas. Polres Rohul secara konsisten melakukan edukasi dan sosialisasi bahaya narkoba di sekolah dan lingkungan masyarakat.

Sebagai bentuk ketegasan internal, Kapolres juga menegaskan sanksi keras bagi anggota Polri yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.

"Jika ada anggota terbukti menyalahgunakan atau terlibat peredaran narkoba, maka sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) akan langsung diberlakukan tanpa kompromi,” tegas AKBP Emil.(***)

Pelaku Pemerasan Yang Kerap Meresahkan Masyarakat Berhasil diringkus Kapolres Inhil









RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN - Pelaku pemerasan yang kerap meresahkan masyarakat, inisial F (21), kembali diringkus Sat Reskrim Polres Indragiri Hilir (Inhil).

Bermodalkan senjata tajam jenis pisau, Pelaku telah melakukan pemerasan terhadap warga Kecamatan Mandah yang menginap di sebuah wisma daerah Tembilahan, pada Kamis (1/5/2025) sekitar pukul 23:00 WIB. 

Bukan hanya memeras, F bahkan melukai korbannya. 

Menurut penuturan Kapolres Inhil, AKBP Farouk Oktora, pelaku telah diamankan, pada Rabu (7/5/2025) pagi. 

"Penangkapan dan penegakan hukum pelaku kejahatan dilaksanakan oleh Satgas Penindakan dalam rangka Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Lancang Kuning 2025, pada Selasa (6/5) hingga Rabu (7/5)," ungkapnya.

Dari keterangan pihak kepolisian, pelaku diamankan di Jalan Tanjung Harapan Tembilahan (lingkungan sekitar tempat tinggal pelaku). 

"Korban bernama Bujang (47) warga Mandah. Ia sedang menginap di sebuah wisma. Pada saat duduk bersama temannya bernama Satar (44), tiba-tiba datang seorang laki-laki yang tidak dikenal dengan membawa pisau yang sudah terhunus dengan meminta uang kepada korban," ungkapnya. 

Merasa ketakutan, korban dan temannya memberikan uang masing masing Rp10 ribu. 

"Karena tidak puas dengan uang yang diberikan, pelaku meminta lagi sambil memeriksa dompet Satar dan mengambil uang sebanyak Rp200 ribu, membuat kedua korban lari dan masuk ke dalam kamar. Namun pelaku mengejar dan menendang pintu kamar berulang kali," kata Kapolres Inhil memberi keterangan. 

Pelaku akhirnya membuka pintu karena takut, sehingga pelaku dapat masuk ke dalam kamar dan menyita handphone korban, ketika korban ingin merebut kembali handphone miliknya, pelaku mengayunkan pisau ke arah perut, sehingga perut dan jari tangan korban terluka. 

"Korban dan temannya melarikan diri melompat dari jendela kamar mendatangi Mapolres Inhil untuk melaporkan peristiwa itu," terangnya.

Tim Resmob Sat Reskrim Polres Inhil yang sedang melakukan operasi pekat langsung melakukan penyelidikan terhadap pelaku. 

"Dari hasil penyelidikan, pelaku berinisial F, dan berhasil diamankan beserta barang bukti sebilah pisau. Pelaku di bawa ke Polres Inhil untuk proses penyidikan," ungkap AKBP Farouk.

Dari hasil penyidikan, pelaku merupakan residivis perkara pemerasan dan baru keluar dari Lapas Tembilahan pada bulan Februari 2025.

"Pelaku dikenai pasal 365 KUHP dan 368 KUHP dengan ancaman penjara 12 tahun. Modus pelaku dengan sengaja mendatangi penginapan atau wisma yang pengunjungnya orang dari daerah (kecamatan di luar Tembilahan) yang kemudian diperas oleh pelaku," tutup Kapolres Inhil

Wakil Bupati Inhil Yuliantini Lepas Jamaah Calon Haji 2025










RIAUFAKTA.ID, ADV – Wakil Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Yuliantini, secara langsung melepas keberangkatan jamaah calon haji untuk musim haji tahun 1446 H/2025 M. 

Acara pelepasan yang penuh khidmat ini dilaksanakan sebanyak tiga kali, yakni pada 7 Mei sebanyak 428 jamaah, 11 Mei sebanyak 5 jamaah, dan terakhir 16 Mei dengan 8 jamaah.

Dalam sambutannya, Yuliantini menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya pelepasan ini. 

Ia mengingatkan para jamaah untuk menjaga kesehatan, mematuhi aturan selama berada di tanah suci, serta fokus beribadah dengan niat yang tulus semata-mata karena Allah SWT. 

“Insya Allah, ibadah haji ini akan menjadi amalan yang bernilai dan diterima apabila diniatkan dengan ikhlas,” tegasnya.

Wakil Bupati juga mendorong jamaah untuk mempererat kebersamaan selama di tanah suci dan saling membantu antar sesama. 

“Saya harap Bapak/Ibu menjaga kekompakan dan selalu saling mengingatkan dalam kebaikan,” ujarnya.

Yuliantini mengajak seluruh jamaah untuk memanfaatkan momen haji ini sebagai upaya meningkatkan iman dan takwa. 

Ia menegaskan bahwa salah satu tanda haji mabrur adalah ketika sepulangnya jamaah mampu menunjukkan perubahan sikap yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, Yuliantini mengimbau jamaah agar tidak lupa mendoakan keluarga, saudara, pemimpin, serta daerah dan bangsa agar selalu dalam lindungan Allah SWT, dijauhkan dari segala bencana, dan terus maju serta sejahtera.

438 Jamaah Haji Inhil Diberangkatkan Menuju Batam, Bupati Inhil: Ini Adalah Awal Perjalanan Suci








RIAUFAKTA.ID, ADV – Sebanyak 441 orang Jamaah Haji asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berkumpul di Masjid Agung Al-Huda Tembilahan persiapan keberangkatan menuju embarkasi Batam. 

Prosesi pelepasan Jemaah yang tergabung dalam kloter BTH 07 resmi diberangkatkan berlangsung khidmat dengan iringan doa dan harapan terbaik dari keluarga serta masyarakat yang mengantar, 

Bupati Inhil, Haji Herman, yang tengah berada di Jakarta, menyampaikan doa dan pesan khusus bagi seluruh jamaah. Ia mengajak masyarakat untuk turut mengiringi keberangkatan ini dengan doa terbaik.

"Mari kita beri iringan doa, ini adalah awal dari perjalanan panjang menuju tanah suci. Semoga Allah Jallaa Jalaaluhu memberikan keselamatan, kesehatan, berkah umur, serta kekuatan lahir dan batin kepada seluruh jamaah dan keluarga yang ditinggal," ujar Haji Herman dalam pernyataannya dari Jakarta, Rabu (7/5).

Ia menambahkan bahwa ibadah haji adalah sebuah perjalanan spiritual yang penuh makna, dijalankan dengan harapan meraih ridha Ilahi.

"Sungguh ini adalah ibadah yang agung dalam naungan rahmat dan kasih sayang Allah yang tiada terhitung," 

"Semoga seluruh jamaah dapat menunaikan ibadah dengan khusyuk dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur," tambahnya.

Ratusan jamaah haji asal Inhil tersebut dijadwalkan menjalani sejumlah tahapan sebelum akhirnya bertolak ke Tanah Suci untuk menunaikan rukun Islam kelima.

Aksi Keji Seorang Pemuda Berakhir di Tangan Polisi Hanya Tiga Jam Setelah Melancarkan Rudapaksa Terhadap Seorang IRT









RIAUFAKTA.ID, INHU — Aksi keji seorang pemuda pengangguran di Kelurahan Pematang Reba, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, berakhir di tangan polisi hanya tiga jam setelah melancarkan rudapaksa terhadap seorang ibu rumah tangga (IRT) di rumah korban, Senin (5/5/25).

Kasi Humas Polres Inhu Aiptu Misran, membenarkan bahwa pelaku berhasil diringkus tak lama setelah korban melapor ke Polsek Rengat Barat.

"Korban berinisial MM (32) mendatangi Polsek Rengat Barat sekitar pukul 10.00 WIB dan melaporkan bahwa dirinya telah diperkosa oleh seorang pria tidak dikenal di rumahnya, saat berada di rumah bersama anaknya yang masih berusia 3,5 tahun," ungkap Aiptu Misran kepada media, Senin sore.

Menurut keterangan korban, pelaku masuk ke rumah melalui jendela belakang, lalu mengancam korban dengan pisau dan memaksanya masuk ke kamar untuk melancarkan aksi bejatnya.

Pelaku juga merampas sebuah ponsel Oppo A31 milik korban yang saat itu sedang dipegang oleh anaknya.   

Berdasarkan penyelidikan cepat, polisi mengidentifikasi dan menangkap pelaku berinisial JAP alias Putra (28), warga Jalan Teuku Umar, Kelurahan Pematang Reba.

Ia diringkus sekitar pukul 12.00 WIB saat berada di sebuah warung di Jalan Pematang Reba–Rengat.

"Pelaku ditangkap tanpa perlawanan dan langsung mengakui perbuatannya. Dari tangan pelaku, kami menyita barang bukti berupa satu unit ponsel milik korban. Pisau yang digunakan untuk mengancam korban juga berhasil ditemukan setelah pelaku menunjukkan lokasi ia membuangnya," jelas Aiptu Misran.

Saat ini, pelaku telah diamankan di Mapolsek Rengat Barat untuk proses hukum lebih lanjut. Ia dijerat dengan Pasal 285 KUHP tentang tindak pidana pemerkosaan, yang ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara.

Polres Inhu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap lingkungan sekitar dan memastikan keamanan rumah, terutama bagi perempuan yang sering berada di rumah seorang diri.

"Kami juga mengajak warga agar tidak ragu melapor jika melihat hal-hal mencurigakan di lingkungan mereka. Respons cepat dapat mencegah kejahatan lebih lanjut," tutup Aiptu Misran. 

Sumber : https://riauaktual.com/news/detail/105940/perkosa-irt-pemuda-di-inhu-ditangkap-polisi

Tuesday, May 6, 2025

Diduga Sambar Petir, Seorang Ibu dan Anak ditemukan Minggal Dunia di Atas Pompong di Parit 23 Tembilahan


 












RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN - Seorang ibu dan anak ditemukan meninggal dunia di atas pompong yang terapung di Sungai Indragiri, Parit 23 Tembilahan, Senin malam (5/5/2025) sekitar pukul 23.30 WIB. 

Kedua korban diketahui bernama Ridwan (43) dan ibunya, Rukayah (58), warga Desa Bekawan, Kecamatan Mandah.

Penemuan jasad bermula dari kecurigaan seorang warga bernama Umar (55), yang saat itu tengah melintas dan melihat pompong korban mengapung dalam kondisi mencurigakan.

“Saya lihat pompong teman saya malam-malam. Saya senter karena saya pikir mesinnya macet. Tapi Ridwan duduk seperti mengemudi, matanya sudah putih. Ibunya sudah jatuh telungkup. Saya langsung dekati, ternyata mereka sudah tidak bernyawa,” ungkap Umar.

Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung turun ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara. 

Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora, SH., S.I.K., melalui Kasat Reskrim AKP Budi Winarko, ST., MH., membenarkan peristiwa tersebut dan mengatakan korban diduga kuat meninggal akibat tersambar petir saat hujan lebat.

“Peristiwa ini benar adanya. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda kekerasan atau dugaan kriminal. Barang-barang seperti sembako, handphone, uang, dan televisi milik korban masih lengkap di dalam pompong,” jelas AKP Budi Winarko.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil VER (sementara) RSUD Puri Husada Tembilahan, ditemukan luka lecet dan bagian tubuh korban yang menghitam yang umumnya menjadi indikasi korban tersambar petir. Kejadian itu juga bertepatan dengan cuaca ekstrem di wilayah Tembilahan pada siang hari, sekitar pukul 12.00 WIB.

Jenazah keduanya telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Monday, May 5, 2025

Bupati Inhil Temui Sekjen Kementan Bahas Penguatan Sektor Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan











RIAUFAKTA.ID, ADV – Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Haji Herman, melakukan kunjungan kerja ke Jakarta dalam rangka membahas sejumlah isu strategis dan usulan program pembangunan.

Salah satu agenda penting adalah pertemuan bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Republik Indonesia mengenai sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan. 

"Alhamdulillah, meskipun di tengah padatnya agenda hari ini, kami telah selesai berdiskusi dengan Sekjen Kementerian Pertanian, setelah sebelumnya juga bertemu dengan pihak Bappenas dan Kementerian Investasi," ujar Haji Herman, Senin, 5 Mei 2025.

Dalam pertemuan tersebut, Haji Herman menyampaikan berbagai permasalahan dan kebutuhan prioritas di Kabupaten Inhil. Salah satu isu utama adalah optimalisasi lahan pertanian. 

Tahun ini, Inhil mendapatkan alokasi pengolahan lahan (oplah) untuk penanaman padi seluas 9.000 hektare. Hingga saat ini, tahap pertama program tersebut telah terealisasi lebih dari 87 persen.

"Semoga tahap kedua segera dimulai. Kami juga mengusulkan perbaikan infrastruktur pendukung sektor pertanian, seperti pengadaan bibit unggul padi, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pembangunan jalan usaha tani," ungkapnya.

Terkait benih padi, Bupati menyoroti penggunaan bibit lama yang sudah menurun kualitasnya. Pemerintah daerah berupaya menjalin kerja sama dengan lembaga penelitian untuk mengembangkan varietas baru yang lebih cepat panen—dari 5-6 bulan menjadi hanya 4 bulan. 

Hal ini ditujukan agar petani bisa menanam 2-3 kali dalam setahun, bukan hanya sekali.

Bupati Herman juga menekankan pentingnya pembangunan jalan produksi di sentra-sentra pertanian. Banyak wilayah di Inhil yang kesulitan mengangkut hasil panen karena akses jalan yang buruk. 

Pembangunan jalan ini diharapkan dapat menekan biaya angkut dan meningkatkan daya saing harga gabah petani.

Sementara itu, sektor perkebunan juga menjadi perhatian serius. Dari total lebih dari 400 ribu hektare lahan perkebunan di Inhil, sekitar 80 ribu hektare mengalami kerusakan, terutama akibat sistem irigasi dan tanggul yang rusak.

"Kami mengusulkan pembangunan tanggul sepanjang 2.000 km serta normalisasi parit-parit masyarakat untuk memperbaiki lahan yang rusak,"

"Termasuk pula usulan penangkaran bibit kelapa unggul guna mendukung program peremajaan kebun rakyat," jelasnya.

Dalam pertemuan sebelumnya dengan Kementerian Investasi, Bupati Herman juga menyampaikan bahwa permintaan ekspor kelapa dari Tiongkok sangat tinggi. 

Oleh karena itu, perbaikan kebun kelapa rakyat menjadi hal mendesak agar produksi mampu memenuhi permintaan global dengan kualitas dan harga yang bersaing.

Tak hanya itu, sektor peternakan juga masuk dalam agenda pembahasan. Inhil mengusulkan pembangunan tiga unit kandang ayam lengkap dengan ayam dan pakan, sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan daerah. 

Usulan ini diharapkan dapat terealisasi pada tahun anggaran 2026.

"InsyaAllah tahun depan akan mulai dibantu, dan kami juga telah menyerahkan proposal untuk kelanjutan program ini. Kami berharap Menteri Pertanian nantinya bisa hadir langsung dalam panen perdana di Inhil.," Tutupnya.

© Copyright 2019 Riaufakta.id | All Right Reserved