RIAUAKTA.ID, TEMBILAHAN - Pasukan Pengibar
Bendera Pusaka (Paskibraka) bukan sekadar tugas seremonial setiap tanggal 17
Agustus, melainkan sebuah tanggung jawab besar sebagai simbol integritas,
keteladanan dan agen perubahan bangsa.
Demikian disampaikan Kesbangpol Kabupaten
Indragiri Hilir (Inhil), Kamaluddin
saat memberikan pembekalan kepada para calon anggota Paskibraka Inhil di salah satu hotel di
Tembilahan, Rabu (6/8/2025).
"Kalian adalah generasi terpilih.
Tidak semua pelajar bisa berdiri di titik ini. Di balik baju seragam dan
barisan rapih, ada beban sejarah dan masa depan yang harus kalian pikul. Kalian
harus kuat secara fisik, tapi jauh lebih penting kuat karakter dan nilai,"
tegasnya kepada calon Paskibraka.
Kamaluddin juga menyoroti bahaya yang
mengintai generasi muda hari ini, mulai dari penyalahgunaan narkoba, maraknya
judi online (judol), penyimpangan media sosial, hingga krisis etika dan budaya
instan.
"Banyak anak muda tumbang bukan
karena peluru, tapi karena gagal menahan godaan di genggamannya sendiri. HP-mu
bisa jadi jendela ilmu, tapi juga bisa jadi jurang kehancuran,"ujar
Kamaluddin.
Ia juga mengingatkan agar para siswa
mewaspadai radikalisme, polarisasi politik, dan hoaks yang membanjiri ruang
digital.
"Kalian harus cerdas secara
digital, bukan sekadar aktif. Di era seperti ini, nasionalisme bukan hanya di
lapangan upacara tapi juga di ruang komentar dan pencarian
Google,"ingatnya.
Secara khusus, Kamaluddin mengangkat isu
lingkungan dan krisis iklim sebagai persoalan yang kerap diabaikan, namun
dampaknya nyata dan mengancam masa depan generasi muda, terutama di Kabupaten
Indragiri Hilir.
"Kita sering bicara tentang masa
depan, tapi lupa satu kenyataan yang terjadi di depan mata, kerusakan
lingkungan, di Inhil, kebun kelapa bukan sekadar ladang melainkan jantung ekonomi
rakyat. Tapi hari ini, jantung itu sedang sekarat,"keluhnya.
Dia juga menjelaskan bahwa alih fungsi
lahan, kebakaran gambut, dan rusaknya ekosistem menyebabkan air asin meresap ke
darat, tanah mengering, kelapa mati, dan hama menyerang. Suhu bumi kian panas,
musim tak menentu. Semua ini berdampak langsung pada ekonomi rakyat dan
stabilitas sosial.
"Ini bukan lagi isu global. Ini
adalah soal dapur keluarga kita, sekolah kita, masa depan kita. Mencintai tanah
air bukan hanya soal bendera, tapi juga soal tanah dan air itu sendiri,"
tandasnya.
FOLLOW THE Riaufakta.id AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow Riaufakta.id on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram