RIAUAKTA.ID, TEMBILAHAN - Plt Kaban badan kesbangpol Kabupaten
Indragiri Hilir, Kamaluddin, memberikan pembekalan khusus kepada calon anggota
Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Indragiri Hilir tahun
2025.
Kegiatan
yang berlangsung di Aula Tembilahan Pratama pada Senin, 5 Agustus 2025 ini
dihadiri oleh pengurus PPI Inhil, pembina, pengasuh, serta para peserta calon
Paskibraka yang akan bertugas pada upacara HUT ke-80
Kamaluddin menyampaikan bahwa menjadi bagian dari
Paskibraka bukanlah sebuah kehormatan biasa, melainkan tanggung jawab besar
untuk menjadi simbol keteladanan, integritas, dan kepeloporan generasi muda.
“Kalian bukan sekadar pengibar bendera. Kalian
adalah pengibar harapan bangsa. Kalian adalah generasi terpilih, bukan hasil
kebetulan. Di pundak kalian ada masa depan,” tegas kamaluddin di hadapan para peserta.
Kamaluddin
memberikan penekanan serius terhadap tantangan nyata yang dihadapi generasi
muda saat ini, termasuk penyalahgunaan narkoba, maraknya judi online (judol),
serta dampak negatif media sosial. Menurutnya, banyak anak muda kehilangan arah
bukan karena kekurangan peluang, tetapi karena terjebak dalam godaan yang
mereka ciptakan sendiri.
“Banyak anak
muda hari ini tumbang bukan karena peluru, tapi karena gagal mengendalikan
jempolnya. HP bisa menjadi jendela masa depan, tapi juga bisa menjadi jurang
kehancuran jika disalahgunakan,” ujarnya.
Ia
mengingatkan peserta agar menjadi generasi yang cerdas secara digital—bukan
hanya sekadar aktif, tetapi bijak dalam menggunakan teknologi informasi.
“Nasionalisme
hari ini bukan hanya di lapangan upacara, tapi juga di ruang komentar,
pencarian Google, dan unggahan media sosial. Kalian harus bisa menampilkan jati
diri kebangsaan bahkan di dunia maya,” sambungnya.
Selain persoalan
moral dan digital, Kamaluddin juga
menyoroti ancaman krisis iklim yang kini nyata terasa, terutama di wilayah
pesisir seperti Indragiri Hilir. Ia menilai bahwa kerusakan lingkungan bukan
lagi isu global semata, tetapi telah berdampak langsung terhadap kondisi
ekonomi masyarakat setempat.
“Lihatlah
kebun kelapa kita—dulu jantung ekonomi Inhil, hari ini banyak yang sekarat.
Lahan rusak, air asin masuk, tanah mengering, dan hama menyerang. Ini adalah
tanda bahaya,” jelasnya.
Menurutnya,
pemuda harus menjadi bagian dari solusi, tidak hanya dalam kampanye lingkungan,
tetapi juga dalam menjaga kedaulatan pangan dan ekonomi lokal melalui kesadaran
ekologis.
“Cinta tanah
air bukan hanya soal mengibarkan bendera. Tapi juga menjaga tanah dan air itu
sendiri. Kalau alam rusak, bangsa juga ikut rapuh,” tegasnya lagi.
Dalam pembekalan
tersebut, Kamaluddin juga membahas peluang besar yang dimiliki Indonesia saat
ini melalui bonus demografi. Ia menilai bahwa banyaknya penduduk usia produktif
hanya akan menjadi berkah apabila mereka dibekali karakter, kecakapan digital,
dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman.
Kamaluddin juga mendorong para peserta untuk tidak takut
terhadap kemajuan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), melainkan
menjadikannya sebagai alat untuk meningkatkan kapasitas diri.
“AI itu
bukan musuh, asal kita tahu cara memanfaatkannya. Tapi kalau kalian berhenti
belajar, teknologi akan meninggalkan kalian. Kalian harus jadi pembelajar
seumur hidup,” ucapnya.
Kamaluddin
menegaskan bahwa menjadi Paskibraka bukan hanya tugas sehari di tanggal 17
Agustus. Setelah menjalankan tugas pengibaran, para peserta akan tergabung
dalam keluarga besar Purna Paskibraka Indonesia (PPI) dan diharapkan menjadi
agen perubahan di tengah masyarakat.
“Tugas
kalian baru dimulai setelah selesai mengibarkan bendera. Jadilah pelopor
gerakan positif di sekolah, di desa, dan di media sosial. Kampanyekan
anti-narkoba, literasi digital, cinta lingkungan, dan kebangsaan,” katanya.
Kamaluddin
kembali menegaskan bahwa saat ini Indonesia tidak membutuhkan generasi yang
hanya gagah dalam barisan, tetapi juga tangguh dalam menghadapi tantangan
zaman.
“Kita perlu
pemuda yang gagah melawan narkoba, radikalisme, hoaks, judol, dan kebodohan
digital. Jadilah cahaya di tengah krisis moral dan informasi yang gelap,”
tuturnya.
Suasana
kegiatan berlangsung penuh semangat dan antusias. Para peserta terlihat tekun
menyimak materi dan menunjukkan kesiapan mereka, tidak hanya dalam menjalankan
tugas pengibaran bendera, tetapi juga sebagai duta-duta perubahan yang membawa
semangat nasionalisme ke berbagai lini kehidupan.
Pembekalan
ini diharapkan mampu membekali calon Paskibraka dengan nilai-nilai luhur
kebangsaan serta menjadikan mereka sebagai role model yang mampu menginspirasi
rekan-rekan sebaya di tengah derasnya arus perubahan sosial dan teknologi.**
FOLLOW THE Riaufakta.id AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow Riaufakta.id on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram