-->

Thursday, August 14, 2025

Kukuhkan Paskibraka, Bupati Inhil: Semoga Upacara HUT RI ke-80 Berjalan Lancar












RIAUFAKTA.ID, ADV – Bupati Indragiri Hilir, Haji Herman, menghadiri sekaligus mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Indragiri Hilir Tahun 2025.

Pengukuhan ditandai dengan pemasangan kendit dan penyematan tanda penghargaan kepada perwakilan anggota Paskibraka yang digelar di Gedung Engku Kelana, Tembilahan, Jumat (15/8/2025).

Bupati Inhil, Haji Herman, mengatakan pengukuhan ini menjadi puncak dari rangkaian seleksi ketat yang telah dilakukan sebelumnya, di mana putra-putri terbaik dari seluruh 20 kecamatan di Kabupaten Inhil terpilih untuk menjadi anggota Paskibraka.

"Proses seleksi dilakukan melalui tahapan yang ketat, mencakup kemampuan fisik, kedisiplinan, pengetahuan, serta wawasan kebangsaan," kata Haji Herman.

Bupati Inhil menyampaikan apresiasi kepada para anggota Paskibraka yang telah dikukuhkan. Ia berharap, dengan pengukuhan ini, pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang dapat berjalan dengan lancar, khidmat, dan penuh semangat kebangsaan.

“Pengukuhan ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan wujud kepercayaan dan kehormatan yang diberikan kepada putra-putri terbaik daerah untuk mengemban tugas mulia pada tanggal 17 Agustus nanti,"

"Saya yakin, dengan latihan dan persiapan yang matang, Paskibraka Inhil akan menjalankan tugasnya dengan sempurna,” ujar Bupati Herman.

Untuk diketahui, pengukuhan tersebut diakhiri dengan pembacaan Ikrar Paskibraka oleh seluruh peserta.

Wednesday, August 13, 2025

Milad ke-68 SMPN 1 Tembilahan Hulu, Bupati Inhil Potong Tumpeng dan Serahkan Door Prize










RIAUFAKTA.ID, GALERI FOTO – Suasana penuh kehangatan menyelimuti perayaan Milad ke-68 SMP Negeri 1 Tembilahan Hulu yang digelar, Kamis (14/8/2025) siang. Acara yang menjadi ajang silaturahmi antara alumni, guru, siswa, dan orang tua ini turut dihadiri langsung Bupati Indragiri Hilir, H. Herman, SE, MT, didampingi Wakil Bupati, Yuliantini, S.Sos., M.Si., dan Sekretaris Daerah, H. Tantawi Jauhari.

Momen kebersamaan terasa semakin istimewa ketika Bupati bersama Wakil Bupati memotong tumpeng dan kue ulang tahun, melepas balon ke udara, serta menyerahkan hadiah door prize kepada para pemenang undian. Perayaan ini bukan hanya menjadi wujud rasa syukur atas perjalanan panjang sekolah, tetapi juga sebagai pengingat masa-masa indah saat duduk di bangku SMP.

Dalam sambutannya, Bupati Inhil menyampaikan apresiasi tinggi terhadap prestasi yang telah diraih SMPN 1 Tembilahan Hulu. “Sejauh ini, SMP Negeri 1 Tembilahan Hulu telah banyak melahirkan lulusan berprestasi. Prestasi ini merupakan bukti nyata dari dedikasi dan komitmen seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Terima kasih kepada para guru yang telah memberikan pendidikan berkualitas, sehingga mampu mencetak generasi tangguh dan berkarakter,” ujarnya.

Bupati juga memberikan motivasi khusus kepada seluruh siswa. “Kalian adalah harapan dan masa depan bangsa. Teruslah semangat mengejar cita-cita dan belajar dengan giat. Saya yakin, pendidikan yang kalian terima di sini akan mengantarkan kalian menjadi generasi gemilang di berbagai bidang,” pesan Bupati.

Dengan usia yang ke-68 tahun, SMPN 1 Tembilahan Hulu diharapkan terus mempertahankan prestasi dan menjadi salah satu sekolah kebanggaan Kabupaten Indragiri Hilir, yang melahirkan sumber daya manusia unggul demi kemajuan daerah dan bangsa.

Tuesday, August 12, 2025

Kajati Riau Lakukan Kunker, Disambut Hangat Bupati Inhil di Kediaman Dinas












RIAUFAKTA.ID, GALERI FOTO – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau, Akmal Abbas, SH, MH, bersama istri, mendapat sambutan hangat dari Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Herman di Kediaman Dinas Bupati, Rabu (13/8/2025). Kedatangan Kajati Riau tersebut dalam rangka kunjungan kerja ke Kabupaten Inhil.

Dalam penyambutan itu, Bupati Herman secara langsung memasangkan tanjak khas Inhil kepada Kajati Riau sebagai bentuk penghormatan dan sambutan khas daerah. Hadir pula Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Inhil, Ketua DPRD Inhil, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Inhil, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Inhil beserta anggota.

Bupati Herman yang didampingi istri, Katerina Susanti, menyampaikan apresiasi dan rasa bahagia atas kunjungan tersebut. “Semoga silaturahmi ini menjadi momentum untuk semakin mempererat hubungan sinergis antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum di Provinsi Riau,” ujarnya.

Selain itu, kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam upaya menjaga stabilitas dan keamanan daerah, sekaligus mendorong terwujudnya penegakan hukum yang adil, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Sunday, August 10, 2025

Plt. Kaban Badan Kesbangpol Inhil Kamaluddin Sebut Menjadi Paskibraka Tak Hanya Tugas Seremonial Setiap 17 Agustu

 



 

 

 

 

RIAUAKTA.ID, TEMBILAHAN - Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) bukan sekadar tugas seremonial setiap tanggal 17 Agustus, melainkan sebuah tanggung jawab besar sebagai simbol integritas, keteladanan dan agen perubahan bangsa.

Demikian disampaikan Kesbangpol Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Kamaluddin saat memberikan pembekalan kepada para calon anggota Paskibraka Inhil di salah satu hotel di Tembilahan, Rabu (6/8/2025).

"Kalian adalah generasi terpilih. Tidak semua pelajar bisa berdiri di titik ini. Di balik baju seragam dan barisan rapih, ada beban sejarah dan masa depan yang harus kalian pikul. Kalian harus kuat secara fisik, tapi jauh lebih penting kuat karakter dan nilai," tegasnya kepada calon Paskibraka.

Kamaluddin juga menyoroti bahaya yang mengintai generasi muda hari ini, mulai dari penyalahgunaan narkoba, maraknya judi online (judol), penyimpangan media sosial, hingga krisis etika dan budaya instan.

"Banyak anak muda tumbang bukan karena peluru, tapi karena gagal menahan godaan di genggamannya sendiri. HP-mu bisa jadi jendela ilmu, tapi juga bisa jadi jurang kehancuran,"ujar Kamaluddin.

Ia juga mengingatkan agar para siswa mewaspadai radikalisme, polarisasi politik, dan hoaks yang membanjiri ruang digital.

"Kalian harus cerdas secara digital, bukan sekadar aktif. Di era seperti ini, nasionalisme bukan hanya di lapangan upacara tapi juga di ruang komentar dan pencarian Google,"ingatnya.

Secara khusus, Kamaluddin mengangkat isu lingkungan dan krisis iklim sebagai persoalan yang kerap diabaikan, namun dampaknya nyata dan mengancam masa depan generasi muda, terutama di Kabupaten Indragiri Hilir.

"Kita sering bicara tentang masa depan, tapi lupa satu kenyataan yang terjadi di depan mata, kerusakan lingkungan, di Inhil, kebun kelapa bukan sekadar ladang melainkan jantung ekonomi rakyat. Tapi hari ini, jantung itu sedang sekarat,"keluhnya.

Dia juga menjelaskan bahwa alih fungsi lahan, kebakaran gambut, dan rusaknya ekosistem menyebabkan air asin meresap ke darat, tanah mengering, kelapa mati, dan hama menyerang. Suhu bumi kian panas, musim tak menentu. Semua ini berdampak langsung pada ekonomi rakyat dan stabilitas sosial.

"Ini bukan lagi isu global. Ini adalah soal dapur keluarga kita, sekolah kita, masa depan kita. Mencintai tanah air bukan hanya soal bendera, tapi juga soal tanah dan air itu sendiri," tandasnya.

Plt. Kaban Badan Kesbangpol Inhhil Kamaluddin Laksanakan Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Tingkat kabupaten Tahun 2025


 






RIAUAKTA.ID, TEMBILAHAN - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) melaksanakan Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat kabupaten.

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan pelajar tingkat SMA/SMK dari berbagai kecamatan se-Kabupaten Indragiri Hilir.

Seleksi dibuka secara resmi dan dihadiri oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Inhil Bidang Perekonomi dan Pembangunan, Junaidy Ismail, serta perwakilan dari TNI, Polri, dan unsur terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Asisten II Junaidy Ismail menyampaikan motivasi kepada seluruh peserta agar menjalani proses seleksi dengan semangat dan menjaga kondisi fisik selama mengikuti tahapan seleksi.

“Jangan merasa terbebani selama masa seleksi. Tetap jaga kesehatan karena kegiatan ini membutuhkan stamina yang baik,” ujar Junaidy.

Ia juga mengingatkan agar para peserta menerima hasil seleksi nantinya dengan lapang dada.

Seleksi ini merupakan upaya untuk memilih putra-putri terbaik daerah yang akan mengemban tugas kehormatan sebagai pengibar bendera merah putih pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2025.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang pembinaan karakter, kedisiplinan, dan semangat kebangsaan bagi generasi muda Kabupaten Indragiri Hilir. 

Plt Kaban Kesbangpol Inhil Berikan Pembekalan Calon Paskibraka 2025: Bangkitkan Jiwa Nasionalisme di Tengah Krisis Zaman


 






 

RIAUAKTA.ID, TEMBILAHAN - Plt Kaban badan kesbangpol Kabupaten Indragiri Hilir, Kamaluddin, memberikan pembekalan khusus kepada calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Indragiri Hilir tahun 2025.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Tembilahan Pratama pada Senin, 5 Agustus 2025 ini dihadiri oleh pengurus PPI Inhil, pembina, pengasuh, serta para peserta calon Paskibraka yang akan bertugas pada upacara HUT ke-80

Kamaluddin  menyampaikan bahwa menjadi bagian dari Paskibraka bukanlah sebuah kehormatan biasa, melainkan tanggung jawab besar untuk menjadi simbol keteladanan, integritas, dan kepeloporan generasi muda.

 “Kalian bukan sekadar pengibar bendera. Kalian adalah pengibar harapan bangsa. Kalian adalah generasi terpilih, bukan hasil kebetulan. Di pundak kalian ada masa depan,” tegas kamaluddin  di hadapan para peserta.

Kamaluddin memberikan penekanan serius terhadap tantangan nyata yang dihadapi generasi muda saat ini, termasuk penyalahgunaan narkoba, maraknya judi online (judol), serta dampak negatif media sosial. Menurutnya, banyak anak muda kehilangan arah bukan karena kekurangan peluang, tetapi karena terjebak dalam godaan yang mereka ciptakan sendiri.

“Banyak anak muda hari ini tumbang bukan karena peluru, tapi karena gagal mengendalikan jempolnya. HP bisa menjadi jendela masa depan, tapi juga bisa menjadi jurang kehancuran jika disalahgunakan,” ujarnya.

Ia mengingatkan peserta agar menjadi generasi yang cerdas secara digital—bukan hanya sekadar aktif, tetapi bijak dalam menggunakan teknologi informasi.

“Nasionalisme hari ini bukan hanya di lapangan upacara, tapi juga di ruang komentar, pencarian Google, dan unggahan media sosial. Kalian harus bisa menampilkan jati diri kebangsaan bahkan di dunia maya,” sambungnya.

Selain persoalan moral dan digital, Kamaluddin  juga menyoroti ancaman krisis iklim yang kini nyata terasa, terutama di wilayah pesisir seperti Indragiri Hilir. Ia menilai bahwa kerusakan lingkungan bukan lagi isu global semata, tetapi telah berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi masyarakat setempat.

“Lihatlah kebun kelapa kita—dulu jantung ekonomi Inhil, hari ini banyak yang sekarat. Lahan rusak, air asin masuk, tanah mengering, dan hama menyerang. Ini adalah tanda bahaya,” jelasnya.

Menurutnya, pemuda harus menjadi bagian dari solusi, tidak hanya dalam kampanye lingkungan, tetapi juga dalam menjaga kedaulatan pangan dan ekonomi lokal melalui kesadaran ekologis.

“Cinta tanah air bukan hanya soal mengibarkan bendera. Tapi juga menjaga tanah dan air itu sendiri. Kalau alam rusak, bangsa juga ikut rapuh,” tegasnya lagi.

Dalam pembekalan tersebut, Kamaluddin juga membahas peluang besar yang dimiliki Indonesia saat ini melalui bonus demografi. Ia menilai bahwa banyaknya penduduk usia produktif hanya akan menjadi berkah apabila mereka dibekali karakter, kecakapan digital, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman.

Kamaluddin  juga mendorong para peserta untuk tidak takut terhadap kemajuan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), melainkan menjadikannya sebagai alat untuk meningkatkan kapasitas diri.

“AI itu bukan musuh, asal kita tahu cara memanfaatkannya. Tapi kalau kalian berhenti belajar, teknologi akan meninggalkan kalian. Kalian harus jadi pembelajar seumur hidup,” ucapnya.

Kamaluddin menegaskan bahwa menjadi Paskibraka bukan hanya tugas sehari di tanggal 17 Agustus. Setelah menjalankan tugas pengibaran, para peserta akan tergabung dalam keluarga besar Purna Paskibraka Indonesia (PPI) dan diharapkan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

“Tugas kalian baru dimulai setelah selesai mengibarkan bendera. Jadilah pelopor gerakan positif di sekolah, di desa, dan di media sosial. Kampanyekan anti-narkoba, literasi digital, cinta lingkungan, dan kebangsaan,” katanya.

Kamaluddin kembali menegaskan bahwa saat ini Indonesia tidak membutuhkan generasi yang hanya gagah dalam barisan, tetapi juga tangguh dalam menghadapi tantangan zaman.

“Kita perlu pemuda yang gagah melawan narkoba, radikalisme, hoaks, judol, dan kebodohan digital. Jadilah cahaya di tengah krisis moral dan informasi yang gelap,” tuturnya.

Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat dan antusias. Para peserta terlihat tekun menyimak materi dan menunjukkan kesiapan mereka, tidak hanya dalam menjalankan tugas pengibaran bendera, tetapi juga sebagai duta-duta perubahan yang membawa semangat nasionalisme ke berbagai lini kehidupan.

Pembekalan ini diharapkan mampu membekali calon Paskibraka dengan nilai-nilai luhur kebangsaan serta menjadikan mereka sebagai role model yang mampu menginspirasi rekan-rekan sebaya di tengah derasnya arus perubahan sosial dan teknologi.**

Saturday, August 9, 2025

Menjaga Tuah, Melindungi Marwah: Saatnya Selamatkan Mangrove dan Kelapa Rakyat Inhil










RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN - Indragiri Hilir di Provinsi Riau mungkin lebih dikenal sebagai “negara kelapa” dengan hamparan 423.934 hektare kebun kelapa, salah satu yang terluas di Indonesia. Dari sinilah sebagian besar masyarakat pesisir menggantungkan hidupnya. Namun, di balik angka produktivitas dan potensi ekonomi itu, ada krisis ekologi besar yang sedang berjalan, diam-diam menggerogoti fondasi kehidupan, kerusakan hutan mangrove.

Kabupaten ini memiliki 131.658 hektare hutan mangrove, terluas di Riau. Mangrove di sini bukan sekadar tanaman tepi laut, melainkan benteng alami yang menahan abrasi dan intrusi air laut, pelindung bagi kebun kelapa dan lahan pertanian pesisir. Saat benteng ini jebol, seluruh sistem sosial-ekonomi ikut runtuh.

Data pemetaan berbasis citra satelit oleh Eco Nusantara dan BDPN menunjukkan 75 ribu hektare kebun kelapa sudah terdampak intrusi air laut. Banyak yang rusak total, tidak lagi menghasilkan. Dengan rata-rata nilai ekonomi Rp30 juta per hektare per tahun, kerugian yang ditanggung masyarakat mencapai Rp2,25 triliun setiap tahun. 

Angka ini bukan sekadar statistik, di lapangan ia berarti dapur yang tak lagi mengepul, sekolah yang tak lagi mampu dibayar, dan masa depan yang kabur.

Contoh paling nyata ada di Desa Kuala Selat, tempat 144 keluarga kehilangan mata pencaharian karena kebun kelapa mereka mati. Data Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) mencatat hilangnya daratan pesisir dan kebun kelapa dalam skala ribuan hektare. Di Dusun Sungai Bandung, ratusan hektare kebun kelapa lenyap akibat kenaikan permukaan laut dan kerusakan tanggul.

Kerusakan mangrove memicu lingkaran setan, mangrove rusak, intrusi air laut meningkat, kebun kelapa mati, pendapatan menurun, penebangan mangrove semakin masif, hasil laut berkurang, praktik tangkap ikan destruktif meningkat, kualitas hidup merosot, masalah sosial membesar.

Bagi masyarakat adat Suku Duanu, yang selama berabad-abad menjaga keseimbangan alam, ini adalah bencana ganda. Perubahan iklim mengurangi hasil tangkapan nelayan, sementara alat tangkap destruktif seperti setrum, racun, sondong, dan trawl mini merusak habitat sungai dan laut.

Masalahnya, kewenangan pengelolaan hutan, termasuk mangrove, berada di tangan Kementerian Kehutanan serta Pemerintah Provinsi. Namun, dampak sosial-ekonomi yang muncul tetap menjadi tanggung jawab moral Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir. Ketiadaan koordinasi efektif antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten justru membuat kebijakan berjalan di ruang-ruang terpisah, sementara masyarakat pesisir terus menanggung kerugian.

Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir perlu segera menyusun Peraturan Daerah yang memayungi tata kelola pesisir dan mangrove dengan prinsip keadilan, kelestarian, dan keberlanjutan. Tanpa regulasi yang kuat, kebijakan akan terus terjebak pada proyek jangka pendek yang mengorbankan masa depan.

Pemulihan mangrove harus menjadi prioritas nasional. Rehabilitasi partisipatif, penegakan hukum terhadap penebangan ilegal, penyediaan alternatif bahan bakar dan kayu, pengembangan ekonomi pesisir berbasis ekowisata atau perikanan berkelanjutan, serta koordinasi lintas pemerintah dan lembaga adalah kunci.

Mangrove Indragiri Hilir bukan hanya soal ekologi, tapi soal keberlangsungan ekonomi, identitas budaya, dan masa depan generasi. Jika kita membiarkannya hilang, kita sedang menggali kubur bagi pesisir Riau dan bagi kita semua yang hidup dari kekayaan laut Indonesia.

Mangrove adalah benteng terakhir. Dan benteng ini sedang sekarat.

Sempena Milad Riau ke-68, dengan semangat kepemimpinan baru Gubernur Riau dan Bupati Indragiri Hilir, rakyat menanti langkah konkret dan terobosan yang bukan hanya menyelamatkan mangrove, tetapi juga memulihkan kejayaan kelapa rakyat. 

Inilah saatnya membuktikan bahwa menjaga tuah dan melindungi marwah berarti menjaga alam dan menghidupkan kembali harapan masyarakat pesisir mewujudkan Inhil yang benar-benar hebat.

© Copyright 2019 Riaufakta.id | All Right Reserved