-->

Tuesday, January 20, 2026

Tesso Nilo: Pelajaran Kemanusiaan dan Konservasi yang Terlambat
















RIAUFAKTA.ID – Kawasan Taman Nasional Tesso Nilo di Riau kembali menjadi sorotan publik. Konflik antara petani kecil, negara, dan habitat gajah memperlihatkan persoalan mendasar dalam tata kelola kawasan konservasi di Indonesia. Ribuan keluarga petani telah lama bermukim, berkebun, dan membangun kehidupan sosial di wilayah yang kini ditegaskan sebagai kawasan lindung. Ketika penertiban dan relokasi dilakukan, konflik pun tak terelakkan.

Dalam satu dekade terakhir, kawasan Tesso Nilo mengalami tekanan berat akibat perambahan, pembukaan kebun, dan degradasi habitat. Berbagai laporan lembaga konservasi serta pemberitaan media nasional menunjukkan bahwa habitat gajah Sumatera semakin terfragmentasi. Hilangnya ruang jelajah mendorong satwa keluar dari hutan dan berkonflik dengan manusia, terutama petani yang menggantungkan hidup dari lahan pertanian.

Namun konflik ini tidak bisa dilihat secara hitam putih. Petani kecil bukan satu-satunya pihak yang harus dipersalahkan. Banyak di antara mereka datang ketika pengawasan kawasan masih lemah, batas wilayah belum jelas, dan negara belum hadir secara konsisten. Dalam tekanan ekonomi yang tinggi, sebagian petani tergoda membuka lahan, kerap melalui bujuk rayu pihak bermodal yang memanfaatkan kerentanan dan keterbatasan informasi masyarakat.

Pertanyaan mendasar pun muncul. Mengapa penegakan hukum dan penataan kawasan baru dilakukan setelah ribuan keluarga membangun kehidupan sosial yang relatif mapan? Mengapa pencegahan sejak dini, edukasi, dan pengawasan tidak berjalan efektif sejak awal? Keterlambatan negara membaca situasi inilah yang kemudian melahirkan konflik kemanusiaan sekaligus krisis konservasi.

Di sisi lain, pelanggaran hukum dengan alasan ekonomi tetap tidak dapat dibenarkan. Pembukaan lahan di kawasan konservasi berdampak langsung pada rusaknya habitat satwa dan meningkatnya konflik manusia dan gajah. Petani kecil ke depan perlu lebih berhati-hati terhadap tawaran keuntungan instan yang mengabaikan risiko hukum dan lingkungan. Peristiwa di Tesso Nilo menunjukkan bahwa pihak yang paling diuntungkan dari praktik ilegal bukanlah petani, melainkan aktor bermodal yang kerap luput dari sanksi tegas.

Konservasi tidak dapat dijalankan dengan meniadakan kemanusiaan. Gajah membutuhkan ruang hidup yang aman dan berkelanjutan, tetapi manusia juga membutuhkan kepastian hidup, akses ekonomi, dan keadilan sosial. Pendekatan represif tanpa solusi jangka panjang hanya akan memindahkan masalah, bukan menyelesaikannya.

Dalam konteks pemulihan Tesso Nilo, Satgas PKH perlu menjalankan proses yang terbuka dan transparan. Mekanisme relokasi dan reforestasi harus diinformasikan secara jelas kepada masyarakat terdampak, termasuk keluarga yang akan menerima dampak baru atas kebijakan tersebut. Keterlibatan masyarakat sejak awal melalui persetujuan dan sosialisasi dasar kebijakan mutlak diperlukan. Bukan sebaliknya, memaksa warga menerima dan menjalankan kebijakan yang diputuskan secara tertutup. Keadilan dan keberlanjutan konservasi hanya akan tercapai bila hak masyarakat dihormati, bersamaan dengan perlindungan habitat satwa.

Tesso Nilo memberi pelajaran penting bagi kawasan konservasi lain di Indonesia. Negara harus hadir lebih awal melalui pencegahan, pengawasan, penegakan hukum yang adil, serta pemberdayaan masyarakat. Sanksi tegas semestinya diarahkan kepada aktor intelektual dan pemodal yang mendorong perambahan, bukan semata-mata kepada petani kecil. Pada saat yang sama, masyarakat perlu dilibatkan dalam pemulihan kawasan dengan skema yang adil, partisipatif, dan berkelanjutan.

Jika negara terus datang terlambat, hutan akan rusak, satwa semakin terancam, dan manusia tersingkir dari ruang hidupnya. Konservasi sejati hanya akan tercapai ketika perlindungan alam berjalan seiring dengan perlindungan kemanusiaan, bukan saling meniadakan.

Thursday, January 15, 2026

Bupati Inhil diwakili Setda Inhil dan didampingi Kesbangpol Inhil Ikuti Rakornas Sinergi Program dan Kegiatan Urusan Pemerintahan Umum di Daerah
















RIAUFAKTA.ID, JAKARTA - Guna memperkuat koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan umum, Bupati inhil di wakili oleh Asisten 2 setda inhil dan didampingi oleh Kepala Kesbangpol Inhil dan Kabid PPM Bappeda Inhil ikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Sinergi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Urusan Pemerintahan Umum di Daerah untuk pelaksanaan program prioritas Presiden dan Asta Cita, Kamis (15/01/26) di Ballroom Hotel Pulman Jakarta Central Park.

Berikut adalah poin-poin utama dari Rakornas tersebut:

Tujuan Utama: Sinkronisasi program kerja pemerintah pusat dengan daerah guna mendukung pelaksanaan 8 Program Prioritas (Direktif) Presiden Prabowo Subianto dan Asta Cita.

Fokus Ketahanan Pangan: Dirjen Polpum mengajak seluruh Kepala Daerah untuk mewujudkan Asta Cita di bidang ketahanan pangan sebagai prioritas nasional.

Sinergi Urusan Pemerintahan: Acara ini menjadi wadah koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah (termasuk Sekretaris Daerah, Kepala Bappeda, dan Badan Kesbangpol Zailani untuk menyelaraskan urusan pemerintahan umum di daerah.

Partisipasi Daerah : Rakornas ini dihadiri oleh berbagai kepala daerah, Gubernut, wakil Gubernur, bupati dan wakil bupati dan wali kota atau wakil walikota, serta perwakilan dari pemerintah provinsi dan kabupaten / kota lainnya di Indonesia.

Agenda Terkait : Selain Rakornas utama, pada minggu yang sama (15/01/26), Ditjen Polpum juga mengadakan rapat fasilitasi verifikasi administrasi pengajuan bantuan keuangan partai politik tahun 2026.

Sunday, January 11, 2026

Peringatan Isra Mi’raj, Kaban Kesbangpol Inhil Zailani Ajak Seluruh Masyarakat Untuk Semakin Meningkatkan Kualitas Ibadah
















RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN - Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H. Herman yang diwakili oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Inhil, Zailani, menghadiri acara peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah yang digelar di Masjid Darussalam Al Mubin, Jalan Pelajar, Kelurahan Tembilahan Hulu, Minggu (11/01/26) malam.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh unsur Forkopimcam, pengurus masjid, perwakilan masjid dan surau, panitia pelaksana, serta para undangan lainnya.

Dalam sambutan Bupati Inhil yang dibacakan oleh Kepala Kesbangpol Zailani, disampaikan bahwa peristiwa Isra Mi’raj merupakan peristiwa agung yang sarat dengan hikmah dan pelajaran bagi kehidupan umat manusia. Dari peristiwa inilah Rasulullah SAW menerima perintah shalat, yang menjadi tiang agama sekaligus fondasi utama dalam membentuk pribadi yang beriman dan berakhlak mulia, serta bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir mengajak seluruh masyarakat untuk semakin meningkatkan kualitas ibadah, khususnya shalat, serta memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari.

Acara tersebut diisi dengan tausiah agama yang disampaikan oleh Ustadz Nazril Abdul Muluk, Lc., yang berasal dari Kota Pekanbaru. Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah untuk meneladani perjalanan spiritual Rasulullah SAW sebagai momentum memperbaiki diri dan meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT.

Peringatan Isra Mi’raj berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan hingga akhir acara.


Bupati Diwakili Kaban Kesbangpol Zailani Hadiri Peringatan Isra' Mi'raj di Masjid Nurul Hidayah















RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN - Bupati Inhil H. Herman yang diwakili oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Inhil Zailani menghadiri acara peringtan Isra' dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1447 H di Masjid Nurul Hidayah, Jl. Kembang, Sabtu (10/01/26) malam.

Dalam sambutan Bupati yang disampaikan Kaban Kesbangpol Zailani menyampaikan apresiasi atas digelarnya peringatan Isra' dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Hidayah tersebut.

Diharapkannya, melalui momentum peringatan ini menjadi sarana instrospeksi diri dan membentuk pribadi yang lebih baik.

Selanjutnya Ia mengajak seluruh masyarakat agar terus meningkatkan keimanan dan ketaqwaan dengan memperbanyak beribadah, mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta menjauhi segala larangan-Nya.

Acara peringatan Isra’ Mi’raj tersebut diisi dengan tausiah agama yang disampaikan oleh Ustadz Mi'raj dari Sungai Salak.

Monday, January 5, 2026

Bea Cukai Tembilahan Berhasil Berantas Rokok Ilegal 8,2 Juta di Tiga Kabupaten















RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN - Bea Cukai Tembilahan sepanjang tahun 2025 secara konsisten menunjukkan ketegasan dalam memberantas peredaran rokok ilegal di wilayah kerjanya. Melalui serangkaian kegiatan penindakan, tercatat sejak 1 Januari s.d. 29 Desember 2025 Bea Cukai Tembilahan berhasil mengamankan 8.278.220 batang rokok ilegal dengan nilai taksiran mencapai Rp 12.700.360.700 dari 128 kali penegahan yang dilakukan di Kabupaten Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, dan Kuantan Singingi.

Penindakan terhadap rokok ilegal tersebut dilaksanakan di berbagai titik rawan peredaran, baik di wilayah perairan laut dan sungai, gudang penyimpanan, hingga pasar dan jalur distribusi. Kegiatan penindakan tersebut dilaksanakan melalui berbagai operasi seperti Patroli Laut Jaring Sriwijaya, Operasi Gempur Rokok Ilegal, serta patroli darat yang digelar secara berkelanjutan. Pola pengawasan ini mencerminkan keseriusan Bea Cukai Tembilahan dalam menutup ruang gerak peredaran rokok ilegal, mulai dari pintu masuk hingga ke tingkat peredaran di masyarakat.

Kepala Kantor Bea Cukai Tembilahan, Setiawan Rosyidi, menyatakan bahwa rangkaian penindakan tersebut tidak hanya berdampak pada penegakan hukum, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap pengamanan penerimaan negara. “Potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan dari keseluruhan penindakan ini diperkirakan mencapai Rp4.420.874.520. 

Upaya penegakan hukum yang kami lakukan merupakan wujud komitmen Bea Cukai Tembilahan dalam melindungi masyarakat serta menjaga stabilitas perekonomian nasional dari bahaya peredaran rokok ilegal,” ujarnya.

Selain fokus pada penegakan hukum, Setiawan Rosyidi menegaskan bahwa pihaknya juga sangat memperhatikan sisi pencegahan. Bea Cukai Tembilahan secara rutin melaksanakan upaya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat hingga ke pelosok kabupaten mengenai dampak negatif rokok ilegal bagi kesehatan, perekonomian, dan penerimaan negara.

“Kami percaya bahwa tindakan represif harus dibarengi dengan upaya persuasif. Dengan mengedukasi masyarakat secara langsung, kami berharap kesadaran publik meningkat, guna menekan peredaran rokok ilegal di wilayah Inhil, Inhu, dan Kuansing secara maksimal, sehingga tidak mengganggu stabilitas pasar dan penerimaan negara.” tambah Setiawan.

Rokok ilegal yang diamankan diketahui melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai, khususnya Pasal 54 dan/atau Pasal 56, karena tidak dilekati pita cukai resmi sebagaimana dipersyaratkan oleh peraturan perundang-undangan.

Lebih lanjut, Setiawan Rosyidi menegaskan bahwa keberhasilan pengawasan tersebut tidak terlepas dari dukungan dan sinergi lintas instansi. 

“Kami menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, aparat penegak hukum, rekan-rekan pers, serta segenap lapisan masyarakat yang telah berperan aktif mendukung Bea Cukai Tembilahan. Peran media dalam menyebarluaskan informasi dan mengedukasi publik sangatlah krusial. 

Kolaborasi ini menjadi faktor penting dalam memastikan pengawasan terhadap barang kena cukai ilegal dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan” tutupnya.

Zainal Kesbangpol Inhil Hadiri Paripurna DPRD Awali Masa Persidangan V Tahun 2026
















RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN - Kaban badan Kesbangpol Indragiri hilir Zainal menghadiri Paripurna DPRD Awali Masa Persidangan V Tahun 2026 di Gedung Utama DPRD Inhil, Senin (05/01/26).

Rapat paripurna tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Indragiri Hilir, Iwan Taruna, didampingi Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II, serta diikuti oleh sejumlah anggota DPRD Kabupaten Inhil.

Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Staf Ahli Bupati, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, serta tamu undangan lainnya.

Dalam rapat paripurna tersebut, DPRD Kabupaten Indragiri Hilir menyampaikan beberapa agenda penting, di antaranya penyampaian hasil Reses ke-IV Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2026, serta laporan kinerja pimpinan DPRD Kabupaten Inhil Tahun 2027.

Selain itu, paripurna juga mengagendakan pengumuman Berita Acara Nomor BA.025.BK-DPRD/XII/2025 dari Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Inhil terkait pemberian reward kepada anggota DPRD Kabupaten Inhil sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan dedikasi.

Rapat Paripurna ke-1 ini sekaligus menandai penutupan Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025 dan secara resmi membuka Masa Persidangan V Tahun Sidang 2026, yang diharapkan dapat menjadi momentum penguatan peran legislatif dalam mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat Indragiri Hilir.

Zailani Menyampaikan Kepada Masyarakat Agar Menyambut Tahun Baru Dengan Sederhana dan Tanpa Euforia
















RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Pemkab Inhil) akan menggelar doa dan dzikir bersama dalam rangka menyambut pergantian Tahun Baru 2026. 

Kegiatan keagamaan tersebut dipusatkan di depan Kantor Bupati Inhil, Jalan Swarna Bumi, Tembilahan, Selasa (31/12/25) malam, dan terbuka untuk diikuti masyarakat umum.

Doa dan dzikir bersama ini menjadi momentum refleksi akhir tahun sekaligus ikhtiar spiritual Pemerintah Kabupaten Inhil agar daerah senantiasa diberikan keselamatan, ketenteraman, dan keberkahan di tahun yang akan datang.

Kegiatan tersebut juga dimaknai sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap para korban bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Inhil, Zailani, Selasa (30/12/25) mengatakan bahwa pelaksanaan doa bersama ini sekaligus menjadi ajakan kepada masyarakat agar menyambut tahun baru dengan cara yang sederhana dan bermakna, tanpa euforia berlebihan.

"Pemkab Inhil mengimbau masyarakat untuk tidak merayakan pergantian tahun dengan hura-hura. Ini sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kita terhadap saudara-saudara yang sedang tertimpa bencana di wilayah Sumatera,"ujar Zailani.

Ia menegaskan, imbauan tersebut mencakup ajakan untuk tidak menyalakan kembang api, petasan, maupun menggelar pesta yang berpotensi mengganggu ketertiban umum serta membahayakan keselamatan masyarakat.

Menurut Zailani, pergantian tahun sebaiknya dimaknai sebagai momentum introspeksi diri, memperbanyak doa, serta memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial.

Dalam mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut, Pemkab Inhil juga menyiapkan sebanyak 3.000 paket snack yang akan dibagikan kepada para undangan dan jamaah yang hadir. Penyediaan konsumsi ini merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat yang mengikuti rangkaian doa dan dzikir bersama.

Selain itu, guna memastikan kelancaran dan keamanan acara, Pemkab Inhil telah melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian, khususnya Polres Inhil, terkait pengamanan dan rekayasa arus lalu lintas di sekitar Jalan Swarna Bumi, mengingat lokasi kegiatan berada di kawasan pusat pemerintahan.

"Koordinasi lintas sektor terus kita lakukan, termasuk dengan kepolisian, agar kegiatan berjalan tertib, aman, dan lancar tanpa mengganggu aktivitas masyarakat," jelas Zailani.

Sementara itu, Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora turut mengimbau masyarakat untuk tidak menyalakan kembang api maupun petasan saat malam pergantian tahun. Imbauan tersebut disampaikan demi menjaga keamanan, keselamatan, serta ketertiban masyarakat.

© Copyright 2019 Riaufakta.id | All Right Reserved